NERACAONLINE – Persoalan eceng gondok yang disebut sebagai gulma penutup keindahan Waduk Darma segera ditangani serius oleh pihak pemerintah, terutama pihak Kecamatan Darma akan menjadi garda terdepan dalam pembersihan eceng gondok tersebut.
Koordinator Tekhnis yang juga Camat Darma Deny Rosmayadi, S. STP., M. Si., saat meninjau Waduk Darma pada Rabu, 8 Juli 2026, menjelaskan, pembersihan eceng gondok yang menutupi sebagian Waduk Darma akan segera dilakukan secara rutin setiap Jumat, Sabtu dan Minggu dengan melibatkan para relawan dari Jaswita, Ecopark, para pelaku usaha yang ada di seputar Waduk Darma maupun daerah penyangganya, masyarakat umum dan pihak-pihak lainnya yang peduli terhadap lingkungan dan wisata.
“Melalui Garpu Sendok (Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok) yang telah dicanangkan Pak Bupati pada bulan lalu akan terus berkesinambungan, sehingga nanti, kedepannya eceng gondok bisa dimanfaatkan sebagai pendukung kehidupan dan penghidupan sebagai manusia, dan menjadi berkah buat kita semua, sehingga bisa bernilai rupiah,” papar Deny didampingi dari Markom Jaswita, Irvan Maulana.
Ada beberapa langkah yang akan ditempuh dalam penanganan eceng gondok tersebut, diantaranya dengan melibatkan Litbang dari Unpad, dimana eceng gondok bisa diolah menjadi pupuk. Tanaman terapung air tersebut pun rencananya akan dibatasi perkembangannya melalui sistem zonasi, karena memang pertumbuhan eceng gondok begitu cepat, dan mengikuti arus angin. Selain itu, masyarakat sekitar Darma pun akan dilibatkan dalam pengolahan maupun pemanfaatan dari eceng gondok itu.
Ditambahkan Camat Deny, untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Kuningan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan dukungan peralatan dan skema penanganan yang lebih efektif.
Sementara itu, sekitar satu bulan yang lalu, dari hasil pemantauan ada sekitar 6 hektar area perairan telah tertutup eceng gondok dari total luas waduk yang mencapai lebih dari 240 hektare. Meski berbagai upaya pembersihan telah dilakukan oleh masyarakat, pemerintah desa, maupun pemerintah daerah, laju pertumbuhan tanaman tersebut dinilai jauh lebih cepat dibanding proses penanganannya.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat melakukan Garpu Sendok merasa prihatin, dan jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, keberadaan eceng gondok berpotensi mengganggu fungsi waduk sebagai sumber daya air, menghambat aktivitas masyarakat, hingga menurunkan daya tarik wisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga sekitar.
Menjaga Waduk Darma, menurutnya, bukan hanya soal membersihkan gulma air, melainkan menjaga aset strategis daerah yang memiliki nilai ekonomi, lingkungan, dan pariwisata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.






































