Beranda Ekonomi Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka...

Tas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM

21
0

Jakarta, Kehadiran Booth Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, menjadi salah satu bentuk dukungan PT Pertamina (Persero) dalam mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin dikenal luas, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung adalah “Tas Karakter Eksklusif” berbentuk tabung Bright Gas 5 kg warna fuchsia. Produk kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ikon baru yang viral di media sosial, tetapi juga diburu konsumen hingga memicu fenomena jasa titip atau jastip selama gelaran Jakarta Fair 2026.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap tas karakter Bright Gas menunjukkan bahwa aktivasi promosi perusahaan dapat dikembangkan menjadi ruang kolaborasi yang berdampak lebih luas. Menurutnya, produk yang viral di Jakarta Fair tersebut bukan hanya memperkuat kedekatan Pertamina dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM binaan yang terlibat di dalamnya.

“Pertamina terus mendorong agar setiap aktivasi brand tidak hanya berhenti pada aspek promosi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, produk layanan Pertamina, dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan. Tas karakter Bright Gas yang mendapat respons sangat positif dari masyarakat menjadi contoh bagaimana produk promosi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM binaan untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas,” ujar Baron.

Baron menambahkan, pelibatan UMKM dalam rantai pasok Bright Store by Pertamina merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir. Tidak hanya melalui produk tas yang diproduksi UMKM binaan, tetapi juga melalui keterlibatan UMKM pangan lokal sebagai bagian dari isi paket yang diterima konsumen.

“Kami ingin produk UMKM lokal semakin dikenal luas dan menjadi lebih VOKAL. Karena itu, Pertamina tidak hanya menyediakan ruang promosi, tetapi juga membangun ekosistem agar produk binaan dapat masuk ke kebutuhan pasar yang lebih konkret. Ketika satu produk menjadi viral, dampaknya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi juga bergerak ke peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan kapasitas usaha,” kata Baron.

Artikulli paraprakJannah Firdaus Travel Akan Lakukan Tindakan Hukum kepada Widya Sulfa Anggraeni dan Pihak-Pihak lain yang Menyudutkan Tanpa Klarifikasi
Artikulli tjetërApresiasi atas Pelayanan Sepenuh Hati, Kisah Karyawan PNM Asal Papua yang Diberangkatkan ke Negeri Sakura

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini