Beranda Ekonomi Daerah Peliputan Bencana Tak Sekadar Cepat, KPID Jabar Tekankan Akurasi dan Etika

Peliputan Bencana Tak Sekadar Cepat, KPID Jabar Tekankan Akurasi dan Etika

10
0

 

 

NERACAONLINE – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen untuk Jawa Barat Istimewa (PATALI) di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman lembaga penyiaran mengenai implementasi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya dalam peliputan kebencanaan yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab.

Bimtek ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga penyiaran, insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk meningkatkan kompetensi dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi menjadi langkah penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap etika peliputan bencana sekaligus kepedulian terhadap lingkungan hidup.”Tidak hanya soal etika peliputan kebencanaan, tapi bagaimana TV, radio, pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat ikut peduli terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan industri penyiaran yang semakin pesat seiring transformasi teknologi informasi dan komunikasi membuat peran media dalam penyebaran informasi kebencanaan menjadi semakin strategis. Namun demikian, kecepatan informasi tetap harus diimbangi dengan akurasi dan kehati-hatian.

Adiyana menegaskan, lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kebencanaan agar tidak menimbulkan kepanikan maupun misinformasi di tengah masyarakat. Ketentuan tersebut juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tentang Penyiaran dan P3SPS.”Melalui kegiatan Bimtek PATALI ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya implementasi P3SPS secara konsisten, khususnya dalam konteks peliputan bencana,” katanya.

Ia menambahkan, pelestarian lingkungan sejatinya merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Sunda yang menjunjung harmoni antara manusia dan alam.”Orang Sunda diajarkan untuk tidak merusak alam. Ada nilai harmoni dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni menyambut baik pelaksanaan Bimtek PATALI di Kota Sukabumi. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

“Terima kasih kepada KPID yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini di Kota Sukabumi. Kalau bisa sering-sering karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Artikulli paraprakBantu Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Remikan Balai Ternak di Tegal
Artikulli tjetërAsippindo Dorong Pemurnian Industri Penjaminan untuk Perkuat Akses Pembiayaan Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini