Siang itu, terik panas Matahari seperti langsung menusuk di ujung kepala dan dahaga haus menyelemuti bak di tengah gurun pasir. Namun derap langkah wanita paruh baya itu, tetap semangat menyisir tiap kios pedagang di pasar Ciputat untuk sekedar bercengkrama sesama pedagang dengan tetap membawa misi penawaran sebagai agen penghubung atau referral pinjaman ke BRI dengan kemudahan tanpa harus datang langsung ke bank.
Adalah Ida Safitri (42), Agen BRI Link sekaligus pedagang kelontongan di lantai dua Plaza pasar Ciputat yang terus aktif membantu sesama pedagang yang buntu akan akses kebutuhan pinjaman untuk modal dagang dengan menawarkan jasa referral. Usahanya menjadi Agen BRI Link lebih disibukkan dengan menawarkan jasa sebagai agen penghubung calon nasabah ke BRI.“Sebetulnya disini banyak mas potensi calon nasabah karena banyak pedagang yang butuh pinjaman modal, namun karena mereka tak tau harus kemana dan kesibukan berdagang sehingga banyak dari mereka terjerat rentenir karena mereka jemput bola dan menawaran proses yang mudah dan cepat,”katanya kepada Neraca.
Maka dari pada banyak pedagang jadi korban rentenir, dirinya yang harus jemput bola dengan menawarkan referral pinjaman ke BRI. Layaknya seperti Srikandi, kehadiran ibu dua anak ini membuka mata para pedagang agar tak lagi berurusan dengan rentenir soal pinjaman tetapi ada yang lebih aman lewat BRI. Alhasil, perjuangannya memberikan manfaat bagi pedagang karena banyak terbantu difasilitasi untuk mendapatkan akses pinjaman ke BRI tetapi juga dimusuhi oleh para rentenir karena merusak pasar. Di sela kesibukannya berdagang toko kelontongan selalu gerak cepat atau gercep di saat ada potensi calon nasabah yang tengah membutuhkan informasi pinjaman. Bahkan di luar pedagang pasar Ciputat, yakni Ciledung, Sawangan hingga Bojongsari disambanginya,”Saya selalu datangi calon nasabah yang berniat butuh pinjaman modal, hingga di luar Ciputat saya datangi dan mereka calon nasabah diinformasikan syarat yang harus disiapkan sebelum akhirnya mereka dikontak langsung mantri BRI,”ujarnya.

Setidaknya sudah 50 pedagang menjadi nasabah BRI berkat referral darinya, mulai dari pinjaman modal puluhan juta hingga miliaran rupiah. Kesemua 50 pedagang yang berhasil dibantunya mendapatkan akses pinjaman dari BRI, berawal dari informasi dari mulut ke mulut sesama pedagang. Alhasil, sebagian dari pedagang yang butuh modal larinya ke dirinya ketimbang harus datang ke bank.
Menepis Tuduhan
Kendati demikian, pengalaman pahitnya yang suka mereferralkan pinjaman adalah tudingan dari sesama pedagang yang menganggap jasanya mereferralkan calon nasabah digaji dari BRI, sehingga banyak mengambil untung. “Saya mereferralkan pedagang ke BRI tak digaji dan itu semua demi membantu dan saya senang ketika yang direferralkan di approve dan tak macet,”tuturnya.
Menurutnya, kebanyakan tuduhan yang dilayangkan kepadanya karena pedagang bersangkutan tak diapprove pinjaman oleh BRI alasan SLIK BI Cheking sehingga hal tersebut disalahkan kepadanya sebagai kambing hitam.
Ida mengungkapkan, dirinya hanya sebatas menjadi penghubung pedagang dengan BRI tanpa ada campur tangan dan itu murni analisis matri BRI dilapangan. Handayani (50) pedagang ayam di pasar Ciputat ini mengaku terbantu dengan referral yang ditawarkan Ida Safitri,”Berkat penghubung dari Ida, saya mendapat akses pinjaman BRI Rp100 juta untuk tambah modal dan terhindar dari rentenir,”katanya.
Cukup melengkapi berkas yang disyaratkan dan diberikan kepada ibu Ida, sorenya atau besoknya langsung dikontak orang BRI. Apabila syarat yang diminta lengkap dan memenuhi, tim BRI langsung melakukan akad kredit di kantor tanpa harus bulak balik ke kantor BRI dan meninggalkan aktivitas berdagang.
Hal senada juga disampaikan bang Otoy (50), pedagang daging ini bisa berkembang usahanya menjadi bisnis jual beli mobil bekas karena jasa referral Ida Syafitri.”Lewat jalan bu Ida, usaha saya berkembang dan mendapatkan modal BRI sebanyak Rp250 juta. Tanpa harus bulak balik ke bank, bu Ida yang membantu menyambung lindah dengan orang BRI hingga pinjaman cair tanpa ada potongan,”tandasnya.
Pengalaman yang sama juga disampaikan Muslimah (38), pedagang daging yang bisa membeli rumah gadai berkat pinjaman KUR BRI.”Peran jasa ibu Ida cukup membantu saya mengakses pinjaman ke BRI,”tuturnya.
Diakui Ida, usaha sebagai Agen BRI Link selama ini tak hanya memberikan dampak pada penghasilan tetapi juga menambah wawasan literasi keuangan dan yang terpenting bisa membantu sesama pedagang atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengakses pinjaman modal.
Selama ini usahanya sebagai agen BRI Link kebanyakan pelanggannya adalah pedagang kaki lima keliling yang memanfaatkan transfer uang untuk keluarga di kampung. Hal inilah yang dilakukan Ahmad Arifin (35), pedagang perabotan rumah tangga keliling dengan gerobak yang menjadi langganan agen BRI Link Ida Safitri,”Saya terkadang sehabis berdagang, selalu setor uang ke istri di Bandung Rp200 ribu hingga 800 ribu di sini,”ungkapnya.
Kemudahan dan tempatnya yang strategis menjadi pilihannya memakai agen BRI Link untuk setor uang. Setelah setor, bisa langsung belanja lagi di pasar Ciputat buat dijual lagi. Sebagai informasi, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk memperluas inklusi keuangan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, layanan keuangan BRI telah didukung oleh 1,18 juta BRILink Agen yang tersebar di 66.450 desa di berbagai wilayah Tanah Air. Kehadiran para agen ini menjadi ujung tombak layanan keuangan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengungkapkan kehadiran jaringan AgenBRILink ini tidak hanya memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat di pelosok, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang berperan sebagai agen. “Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRI berhasil menciptakan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan perbankan, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi digital yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di tingkat desa,” ujar Hery.
Tak hanya melayani kebutuhan transaksi harian, AgenBRILink juga menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan simpanan dan pembiayaan BRI. Melalui layanan referral, para agen dapat membantu calon nasabah dalam proses pembukaan rekening baru (seperti Tabungan BSA) hingga pengajuan pinjaman usaha. Selama sembilan bulan di tahun 2025, jaringan AgenBRILink telah mencatat 524 ribu referral pinjaman, serta referral simpanan senilai Rp285 miliar.
Kehadiran AgenBRILink memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat. Peningkatan kebutuhan layanan finansial di berbagai daerah menunjukkan bahwa AgenBRILink semakin dibutuhkan untuk menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.“AgenBRILink telah menjadi bagian dari ekosistem inklusi keuangan yang mendorong pemerataan ekonomi nasional. Dengan jaringan yang luas, agen turut memperkuat kehadiran BRI di tingkat komunitas dan memastikan layanan keuangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal),” ujar Hery.




































