Beranda CSR Dorong Ketahanan Pangan Pesisir, M4CR Berikan Pendampingan di Delta Mahakam Kalimantan...

Dorong Ketahanan Pangan Pesisir, M4CR Berikan Pendampingan di Delta Mahakam Kalimantan Timur

24
0

Degradasi ekosistem mangrove masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di kawasan pesisir Indonesia. Alih fungsi lahan, tekanan ekonomi masyarakat pesisir, dan minimnya insentif untuk menjaga hutan mangrove membuat banyak kawasan pesisir kehilangan pelindung alaminya dari abrasi, gelombang pasang, dan dampak perubahan iklim.

Berangkat dari hal tersebut, program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) hadir sebagai inisiatif strategis nasional, dalam komitmen rehabilitasi mangrove di Indonesia. PPIU Manager M4CR, Asman Azis dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa keberlanjutan rehabilitasi mangrove sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memperoleh manfaat dari lanskap pesisir yang mereka tinggali.

Penguatan usaha seperti penggilingan padi menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem penghidupan yang saling mendukung, di mana pemulihan lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal,“Pelaksanaan rehabilitasi mangrove M4CR juga memperhatikan sosial dan ekonomi, masyarakat dapat memperoleh manfaat dan memiliki alasan untuk terus menjaga kawasan tersebut. Ketika masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan, maka upaya menjaga mangrove juga dapat tumbuh menjadi kesadaran dan inisiatif bersama.”kata Asman Azis.

Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi mangrove melibatkan masyarakat yang hidup berdampingan dengan mangrove, salah satu contoh yang paling menarik datang dari Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui pendampingan M4CR, kini kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove meningkat, dengan sendirinya melakukan penyulaman atau penanaman kembali pada mangrove yang rusak.

Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Abab Mandiri mendapatkan pendampingan rehabilitasi mangrove sejak tahun 2024 dengan melakukan penanaman seluas 275 hektare dengan metode silvofishery, yaitu memadukan tanaman mangrove dengan budidaya perikanan, serta 11 hektar tambahan dengan konsep pengayaan untuk memperkuat kerapatan vegetasi mangrove yang sudah ada. Bagi M4CR, keterlibatan kelompok dalam mengelola kawasan menjadi bagian penting dalam memastikan rehabilitasi dapat terus dijaga setelah penanaman dilakukan. Karena itu, dukungan kepada masyarakat tidak berhenti pada kegiatan rehabilitasi, tetapi juga diarahkan pada penguatan sumber penghidupan yang telah berkembang di kelompok.

Salah satunya adalah pertanian padi yang dikelola KTH Sinar Abab Mandiri pada lahan gambut. Lahan pertanian tersebut berada di kawasan gambut dan dikelilingi parit yang berfungsi sebagai saluran pengairan sawah. Parit yang sama juga dimanfaatkan kelompok masyarakat untuk budidaya ikan air tawar. Melihat aktivitas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan, M4CR memberikan dukungan penguatan usaha melalui skema matching grant. Dukungan ini dimanfaatkan KTH Sinar Abab Mandiri untuk memperkuat usaha penggilingan padi yang mereka kelola secara kolektif.

Pilihan untuk memperkuat pengolahan hasil panen juga tidak terlepas dari kondisi geografis Delta Mahakam. Lahan pertanian hanya dapat dijangkau dengan menyusuri Sungai Mahakam, sehingga membawa gabah ke darat untuk digiling membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, keberadaan rumah penggilingan padi di sekitar areal pertanian menjadi solusi penting bagi kelompok.

Melalui dukungan tersebut, pengolahan hasil panen dapat dilakukan langsung di lokasi. Bantuan dimanfaatkan untuk membeli mesin rice polisher dan separator, sehingga kualitas beras meningkat dan hasil penggilingan dapat dipisahkan berdasarkan kualitasnya.

Kata Ketua KTH Sinar Abab Mandiri, Hamka, dukungan M4CR turut meningkatkan kualitas hasil penggilingan padi yang mereka produksi. “Sebelumnya hasil berasnya kotor. Tapi setelah kami dapat bantuan dari M4CR yang kami belanjakan dalam bentuk mesin rice polisher untuk menghilangkan sisa kulit ari yang melekat, beras jadi lebih bersih dan putih. Kami belanja pengayak atau separator untuk memisahkan beras yang utuh dan beras yang patah dan beras menir,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas hasil produksi, pengelolaan penggilingan padi juga dirancang untuk menjaga keberlanjutan usaha kelompok. Dari setiap hasil penggilingan, 10% dialokasikan sebagai kas kelompok yang digunakan untuk kebutuhan perawatan peralatan, perbaikan rumah produksi, dan kebutuhan operasional lainnya, sehingga anggota tidak perlu menanggung biaya tersebut secara mandiri.

Pengelolaan usaha ini juga mendukung ketahanan pangan anggota. Sebagian hasil panen disimpan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sementara sisanya dijual ke pasar. KTH Sinar Abab Mandiri turut memfasilitasi pemasaran hasil panen tanpa membebankan biaya jasa kepada anggota, dengan prinsip saling membantu dan memperkuat manfaat usaha bagi seluruh anggota kelompok.

Melalui pendekatan berbasis masyarakat, M4CR mendorong pemulihan mangrove yang tidak hanya memperbaiki fungsi ekologis kawasan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya dan membangun penghidupan yang berkelanjutan. Di Kutai Lama, upaya tersebut tumbuh melalui inisiatif masyarakat untuk menjaga mangrove sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang berada di sekitarnya.

Asal tahu saja, hilangnya mangrove bukan hanya soal ekologi, namun juga berdampak pada sumber pangan masyarakat pesisir. Mangrove menjadi tempat pemijahan ikan dan udang, melindungi tambak dan lahan pertanian dari intrusi air laut, serta menjaga kualitas air di kawasan budidaya. Ketika mangrove rusak, yang pertama kali terdampak adalah sumber pangan masyarakat pesisir itu sendiri.

Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), bersama dengan Bank Dunia, menyasar rehabilitasi mangrove seluas 32.634 hektare hingga 2027 di empat provinsi prioritas yang tersebar di Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Artikulli paraprakBerlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Krista Exhibitions Kembali Gelar ALL PRINT INDONESIA 2026
Artikulli tjetërMedco Energi Cetak Laba Bersih US$275 Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini