Beranda Bursa & Saham Medco Energi Cetak Laba Bersih US$275 Juta

Medco Energi Cetak Laba Bersih US$275 Juta

31
0

Semester pertama 2026, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan  laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$275 juta, melesat sekitar 796,5% secara tahunan pada paruh pertama tahun ini dibandingkan raihan sebesar US$30,71 juta pada semester I/2025. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dari sisi keuangan, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$1,415 miliar, EBITDA US$805 juta, dan laba kotor US$588 juta pada semester I/2026. Adapun, biaya kas produksi migas tercatat US$8,4 per boe, lebih rendah dibandingkan batas panduan US$10 per boe.

CEO Medco Energi, Ronald Gunawan menyebut bahwa kinerja semester I/2026 mencerminkan keberhasilan eksekusi proyek dan manajemen operasi produksi.“Laba bersih membaik sejalan dengan meningkatnya minyak dunia serta kontribusi Amman Mineral setelah operasi smelter berjalan secara penuh,” ujarnya.

Ronald memaparkan, fokus perseroan sepanjang semester I/2926 adalah memastikan aset-aset utama beroperasi optimal dan proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal. “Senoro Fase 2A telah beroperasi penuh pada Juni, dan Sakakemang tetap on track untuk gas pertama pada kuartal ketiga 2027. Ini adalah fondasi pertumbuhan kami ke depan,” tuturnya.

Adapun, Medco Energi mencatat produksi migas semester I/2026 sebesar 170.000 barel setara minyak per hari (boepd) , naik dari 143.000 boepd pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut juga berada di batas atas panduan produksi perseroan untuk 2026, yakni 165.000–170.000 boepd. Dari total produksi tersebut, sekitar 72% berasal dari produksi gas.

Sejumlah proyek menjadi penopang produksi, termasuk Blok Corridor yang mengalami tambahan hak partisipasi, Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengembangan Lapangan Bualuang di Thailand, serta proyek Bias C dan C Block 60 Oman.

Sebagai gambaran, pada semester I/2026, perseroan juga menandatangani Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia, di mana Perseroan ditunjuk sebagai operator yang menandai operasi produksi pertama perseroan di Malaysia.

Di bisnis ketenagalistrikan, MedcoEnergi mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh pada semester I/2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, energi terbarukan menyumbang sekitar 25% dari total penjualan listrik, sejalan dengan strategi transisi energi perseroan.

Pada sisa tahun ini, MedcoEnergi mempertahankan panduan produksi migas sebesar 165.000–170.000 boepd dan penjualan ketenagalistrikan sebesar 4.550 GWh. Perseroan juga mempertahankan panduan biaya produksi migas di bawah US$10 per boe.

Di tengah kinerja operasional tersebut, Medco Energi menaikkan panduan belanja modal (capital expenditure/capex) 2026. Perseroan menargetkan capex sebesar US$450 juta–US$475 juta untuk segmen minyak dan gas bumi, serta hingga US$50 juta untuk segmen ketenagalistrikan.

 

Artikulli paraprakDorong Ketahanan Pangan Pesisir, M4CR Berikan Pendampingan di Delta Mahakam Kalimantan Timur
Artikulli tjetërLewat Film Crossing the Line, IAI Dorong Akuntan Berani Hadapi Tekanan Bisnis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini