NERACAONLINE— PT LG Electronics Indonesia (LG) memperkuat penetrasi pasar mesin cuci premium LG WashTower melalui kolaborasi dengan mitra dealer. Strategi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendorong penjualan, tetapi juga memperluas komunikasi produk melalui kanal offline maupun online.
President of LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul mengatakan, kolaborasi dengan mitra dealer menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lebih luas solusi yang ditawarkan LG WashTower kepada masyarakat.
“Lebih dari sekadar penjualan, kolaborasi ini menitikberatkan pada berbagai kegiatan dalam upaya perluasan komunikasi produk dari kanal informasi online maupun offline untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pada solusi yang ditawarkan WashTower,” ujar Ha Sang-chul.
Menurut dia, LG WashTower membawa inovasi pada perangkat perawatan pakaian melalui desain mesin cuci dan pengering yang ditumpuk secara vertikal. Konsep tersebut membuat perangkat lebih hemat ruang, sekaligus dilengkapi panel kendali terintegrasi dan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Dari sisi pasar global, penerimaan terhadap LG WashTower juga tercermin dari penjualan kumulatif yang telah mencapai lebih dari 3,2 juta unit hingga Maret 2026.
Sejak diperkenalkan pada 2020, LG WashTower telah dipasarkan di 77 negara. Penjualan kumulatifnya tercatat lebih dari 1,6 juta unit di Amerika Utara, sekitar 160 ribu unit di Amerika Latin, serta lebih dari 130 ribu unit di Asia.
Untuk memperkuat pasar di Jakarta, LG menggandeng One Stop Electronics yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dealer tersebut mengandalkan kanal pemasaran offline melalui toko dua lantai sekaligus kanal online melalui situs www.ose.co.id.
Product Director Living HS LG Electronics Indonesia Kim Nack Sun mengatakan, kombinasi kanal offline dan online menjadi modal penting dalam kolaborasi tersebut.
“Kelengkapan fokus pada pemasaran offline dan online yang menjadi modal kuat bagi kolaborasi LG dan One Stop Electronics dalam pemasaran LG WashTower. Sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih dekat bagi konsumen,” kata Kim Nack Sun.

Untuk memperkuat komunikasi di dalam toko, LG menyiapkan display khusus yang memungkinkan konsumen melihat langsung produk sekaligus memahami berbagai fitur yang ditawarkan. Seri yang tersedia mencakup WT1410NHEG, WT2117NHB, hingga seri terbaru WT2520NHBA.
Model WT2520NHBA hadir dengan kapasitas washer 25 kilogram dan dryer 20 kilogram, sekaligus menjadi seri LG WashTower dengan kapasitas terbesar yang tersedia di Indonesia saat ini.
Selain display produk, LG juga menyiapkan pelatihan khusus bagi tenaga promotor. Langkah tersebut ditujukan agar konsumen memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai teknologi dan keunggulan LG WashTower, didukung materi informasi di dalam toko.
Sementara melalui kanal digital, LG bersama One Stop Electronics akan memperluas komunikasi melalui media sosial dan website. Materi komunikasi akan dikembangkan dalam berbagai format, mulai dari gambar hingga video.
LG juga menyiapkan kegiatan livestreaming dengan menggandeng influencer untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. “Dukungan influencer dalam live streaming ini menjadi salah satu bentuk keseriusan kolaborasi dalam mengkomunikasikan berbagai keunggulan LG WashTower,” ujar Product Marketing Manager Living HS LG Electronics Indonesia Ratih Nadiah.

Disamping itu, Ratih juga menyampaikan angka penjualan wash tower tersebut sejak 2020 sehingga setiap tahunnya LG berhasil menjual 500 ribu unit. “Pendekatannya kami juga berbeda dengan menggandeng dealer dan juga memanfaatkan Key Opinion Leader (KOL) yang nantinya bisa dilakukan edukasi,” katanya. Sambil menjelaskan bahwa LG tak hanya menggandeng satu dealer saja, melainkan beberapa dealer di Jakarta, Surabaya dan Makassar.
Pemilik One Stop Electronics Markus Gunawan menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, LG WashTower merupakan salah satu solusi perawatan pakaian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dengan gaya hidup modern.
Dari sisi teknologi, LG WashTower mengandalkan AI Wash yang memungkinkan perangkat mengoptimalkan gerakan drum, suhu air, serta durasi pencucian berdasarkan karakteristik cucian.
Teknologi AI DD memungkinkan perangkat mendeteksi berat dan jenis kain secara otomatis. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyesuaikan gerakan mencuci, kecepatan putaran, dan penggunaan air secara presisi. “Hal ini sekaligus menekan listrik dibandingkan pengaturan manual yang sering kali berlebihan,” ujar Ratih.
Selain AI DD, LG WashTower dibekali Smart Pairing yang secara otomatis menghubungkan program pencucian dengan proses pengeringan yang sesuai. Teknologi Steam juga membantu mengurangi debu, tungau, bakteri, dan alergen pada pakaian.
Fitur TurboWash 360° turut mendukung proses pencucian dengan semprotan air multi-arah bertekanan tinggi sehingga waktu pencucian dapat dipersingkat. Sementara LG ThinQ memungkinkan pengguna mengoperasikan dan memantau perangkat melalui smartphone.
Pada bagian pengering, LG WashTower menggunakan teknologi Dual Inverter Heat Pump untuk mengeringkan pakaian tanpa bergantung pada sinar matahari. Fitur Prepare to Dry memungkinkan unit pengering mulai melakukan pemanasan sebelum proses pencucian selesai sehingga waktu tunggu dapat dipangkas.
Kemudahan penggunaan juga ditunjang Center Control, yakni panel kendali terpusat yang berada di bagian tengah perangkat. Melalui satu panel tersebut, pengguna dapat mengatur proses pencucian maupun pengeringan.
Ratih mengatakan, seluruh teknologi tersebut akan menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi LG untuk memperkuat posisi WashTower sebagai solusi perawatan pakaian bagi masyarakat dengan gaya hidup modern.
“Kenyamanan menyeluruh AI Wash yang berpusat pada berbagai inovasi berlandaskan AI inilah yang bakal menjadi fokus komunikasi kami untuk memperkuat LG WashTower sebagai solusi tepat perawatan pakaian bagi gaya hidup modern,” pungkas Ratih.






































