NERACAONLINE — Gabriel Rey melalui PT Pukul Rata Kanan (PRK) menyiapkan dana sekitar Rp48,3 miliar untuk mengambil tambahan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melalui aksi Penawaran Tender Sukarela atau Voluntary Tender Offer (VTO).
Dalam keterbukaan informasi perseroan, PRK menawarkan pembelian sebanyak-banyaknya 65,25 juta saham TRUK atau setara 15% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Harga yang ditawarkan dalam VTO ditetapkan sebesar Rp740 per saham.
Saat ini, PRK telah menguasai 65,25 juta saham TRUK atau setara dengan 15% kepemilikan. Apabila seluruh saham yang ditawarkan dalam VTO berhasil diperoleh, kepemilikan PRK akan meningkat menjadi 130,5 juta saham atau setara 30% saham TRUK. Dengan kepemilikan tersebut, PRK akan menjadi pengendali baru TRUK.
Harga penawaran sebesar Rp740 per saham juga berada di atas harga minimum yang dipersyaratkan. Berdasarkan keterbukaan informasi, rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham TRUK selama 90 hari sebelum Pernyataan VTO tercatat sebesar Rp735,15 per saham.
Dengan demikian, harga VTO yang ditawarkan PRK berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian tersebut. Adapun pelaksanaan VTO masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengumuman VTO dijadwalkan pada 25 September 2026, sedangkan pernyataan efektif diperkirakan diperoleh pada 4 November 2026.
Selanjutnya, periode penawaran diperkirakan berlangsung pada 6 November hingga 7 Desember 2026. Penjatahan dijadwalkan sekitar 10 Desember 2026, sementara pembayaran diperkirakan dilakukan pada 15 Desember 2026.
PRK menyatakan aksi korporasi tersebut dilakukan untuk mengambil alih kendali TRUK sekaligus mendukung pengembangan bisnis perseroan ke depan.
Dalam Pernyataan VTO, PRK juga menyampaikan komitmen untuk mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha TRUK dengan memperkuat fundamental bisnis serta menciptakan nilai jangka panjang.
“Akuisisi ini menandai babak baru bagi TRUK, sekaligus menjadi langkah strategis dalam pengembangan dan arah bisnis Perseroan ke depan. TRIV Group berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan serta pengembangan usaha TRUK, dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang, guna mendorong pertumbuhan positif pada pendapatan, marjin, dan aset Perseroan,” ujar Gabriel Rey.
PRK juga menyatakan tidak memiliki rencana yang mengarah pada go private TRUK setelah pelaksanaan VTO.
Dalam aksi tersebut, Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek yang membantu PRK dalam proses administrasi dan penyelesaian transaksi. Peran tersebut antara lain mencakup verifikasi pemohon bersama Biro Administrasi Efek serta memberikan konfirmasi kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas pemohon yang disetujui.
Jika seluruh saham yang menjadi target VTO terserap, PRK akan menguasai 30% saham TRUK. Berdasarkan informasi dalam Pernyataan VTO, kepemilikan 30% tersebut bernilai sekitar Rp336,69 miliar.
Langkah tersebut sekaligus membuka jalan bagi Gabriel Rey dan kelompok usahanya untuk memperkuat posisi sebagai pengendali baru TRUK serta membawa arah pengembangan bisnis perseroan ke tahap berikutnya.






































