Beranda Kesehatan Berhasil Lakukan Implantasi LVAD, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Catat Sejarah Baru

Berhasil Lakukan Implantasi LVAD, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Catat Sejarah Baru

57
0

NERACONLINE- Siloam Hospitals Kebon Jeruk tercatat menjadi rumah sakit swasta pertama Indonesia yang berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) atau pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, ruang utama pemompa jantung, mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, mengatakan, dalam waktu kurang dari satu bulan, dua pasien berhasil menjalani prosedur implantasi LVAD dan langkah ini memperkuat kapabilitas Siloam Hospitals Kebon Jeruk dalam menghadirkan pilihan terapi lanjutan bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut,”Menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia dengan Advanced Heart Failure Center bukanlah gelar yang kami kejar, melainkan wujud dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan penanganan gagal jantung stadium lanjut yang komprehensif di Indonesia,”ujarnya di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurutnya, keberhasilan dua prosedur dalam rentang waktu tersebut tidak hanya menjadi pencapaian klinis, tetapi juga menunjukkan kesiapan sistem, tim multidisiplin, dan kapabilitas Siloam Hospitals Kebon Jeruk dalam menghadirkan layanan implantasi LVAD secara berkelanjutan. Kapabilitas implantasi LVAD semakin memperkuat layanan dengan memperluas pilihan penanganan yang dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klinis masing-masing pasien.

Keberhasilan implantasi LVAD, lanjut Inge Samadi, dimaksudkan juga agar pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan ke luar negeri. “Hari ini, kami ingin menghadirkan harapan tersebut lebih dekat bagi pasien di Indonesia,”ungkapnya.

Sementara dr. Melissa, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk menambahkan, keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah dibangun. “Ini bukan sekadar tentang berhasil melakukan sebuah prosedur, tetapi tentang memastikan bahwa kami memiliki kesiapan untuk memberikan layanan ini secara berkelanjutan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang membutuhkan.”tandasnya.

Disampaikan dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung.”HeartMate 3TM LVAD yang digunakan dalam prosedur ini merupakan teknologi generasi terbaru dengan Full MagLevTM Flow Technology,”jelasnya.

Kemudian berdasarkan data uji klinis menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun sebesar 58,4% dan terapi LVAD telah menerima rekomendasi kelas 1A, yang merupakan klasifikasi tertinggi dari pedoman resmi AHA/ACC/HFSA. Lalu sebanyak 87% penerima LVAD menyatakan akan kembali memilih menjalani prosedur ini jika mengetahui hasilnya sekarang.

Ya, implantasi LVAD menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis, terutama ketika terapi medis optimal tidak lagi memadai. Pada pasien yang tepat, LVAD dapat membantu meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan kelangsungan hidup.

LVAD dengan basis data klinis terbesar di dunia yang telah digunakan pada lebih dari 42.000 pasien secara global. Kehadiran pilihan terapi lanjutan seperti LVAD menjadi penting seiring dengan kebutuhan penanganan penyakit jantung yang masih tinggi di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85% secara nasional, yang secara estimasi setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk Indonesia. Kementerian Kesehatan juga mencatat penyakit jantung sebagai penyebab kematian dan disabilitas kedua tertinggi di Indonesia setelah stroke.

Artikulli paraprakDrama Musikal Sirena Libatkan Penyandang Disabilitas, Siap Digelar 9-10 Oktober di Balai Sarbini
Artikulli tjetërBulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini