Beranda Ekonomi Daerah BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin hingga Raup Omzet...

BAZNAS RI Berhasil Berdayakan Pedagang Nasi Kuning di Banjarmasin hingga Raup Omzet Rp1 Juta per Hari

79
0

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Banjarmasin berhasil memberdayakan Rabiyatul Adawiyah, pedagang nasi kuning dan lontong, yang kini mampu meraup omzet Rp1 juta per hari.

Menanggapi capaian tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas perkembangan usaha mustahik binaan BAZNAS.

Ia menilai, keberhasilan ini merupakan bukti bahwa pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS secara tepat sasaran mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi mustahik.

“Keberhasilan Rabiyatul menunjukkan zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi. BAZNAS ingin memastikan para mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Program BAZNAS Microfinance Desa tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif agar usaha para mustahik dapat berkembang secara berkelanjutan.

Saidah menambahkan, salah satu keunggulan program ini adalah skema pembiayaan tanpa bunga sehingga tidak memberatkan pelaku usaha kecil. “Bagi kami, pembiayaan bukan sekadar modal. Ini adalah upaya menguatkan ekonomi keluarga dan menghadirkan keberkahan melalui usaha yang halal,” kata Saidah.

Ke depan, Saidah menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan Program BMD agar semakin banyak mustahik yang dapat meningkatkan usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki. “Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, penerima manfaat program BMD Banjarmasin, Rabiyatul Adawiyah mengaku merasakan langsung dampak positif program tersebut terhadap usahanya. Ia bersyukur atas bantuan pembiayaan yang diterima sehingga usahanya kini semakin berkembang. “Dulu sebelum dibantu BAZNAS omzet harian cuman Rp800 ribu, kini alhamdulilah omzet meningkat menjadi Rp1 juta per hari seiring dengan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi,” ujarnya.

Rabiyatul mengatakan, program pembiayaan dari BAZNAS sangat membantu pedagang kecil, seperti dirinya karena tidak memberatkan. Skema tanpa bunga membuat pelaku usaha tetap bisa berkembang tanpa tekanan biaya tambahan. “Bantuan tahap awal yang diberikan langsung saya gunakan untuk memperbaiki atap warung yang sudah rusak, untuk sisa dipakai untuk menambah stok bahan baku,” jelasnya

Ia pun berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak pedagang kecil yang terbantu. “Program BAZNAS ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak. Dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah,” katanya.

Artikulli paraprakIndustri Otomotif Dalam Negeri Sudah Mampu Produksi Pickup Sendiri
Artikulli tjetërWakil Ketua Komisi VII DPR RI Soroti Kontrak Rp 24,66 Triliun Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini