Beranda Ekonomi Daerah Program Relawan Bakti BUMN 2026 Berakhir, PTPN Group Sukses Perkuat Fondasi Desa...

Program Relawan Bakti BUMN 2026 Berakhir, PTPN Group Sukses Perkuat Fondasi Desa Wisata Bulok

17
0

Lampung Selatan – Rangkaian Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok,
Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, yang berlangsung pada 16–19
Agustus 2026 telah berakhir.

Program ini menjangkau pelaku UMKM, pengelola guest house, pelajar, kelompok tani, dan masyarakat melalui kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta penguatan desa wisata.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Holding Perkebunan Nusantara
PTPN III (Persero) bersama InJourney Group, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Pemerintah Desa Bulok, dan berbagai unsur masyarakat setempat.

Dukungan pemerintah daerah berperan dalam koordinasi pelaksanaan, penyelarasan
kegiatan dengan kebutuhan masyarakat, serta keterlibatan perangkat daerah dan
masyarakat selama program berlangsung. Kolaborasi tersebut menjadi bagian
penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat
bagi masyarakat Desa Bulok.

Selama pelaksanaan program, sebanyak 40 pelaku UMKM mengikuti pelatihan penyusunan laporan keuangan dan digitalisasi usaha. Enam pengelola guest house juga memperoleh pelatihan hospitality untuk meningkatkan standar pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan bagi pengunjung.

Di bidang pendidikan, sekitar 150 siswa mengikuti kegiatan Relawan Mengajar. Materi
yang disampaikan meliputi pentingnya makanan bergizi, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau napza, serta kedisiplinan.

Sementara itu, jalan sehat dan kegiatan posyandu yang dilaksanakan bersama
masyarakat diikuti sekitar 400 orang. Kegiatannya mencakup pemeriksaan kesehatan anak dan orang dewasa, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat, pemberian obat-obatan ringan, serta penyaluran makanan bergizi.

Aksi lingkungan melibatkan 10 Relawan Bakti BUMN dan 71 warga. Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah dari kawasan Pantai Teluk Nipah. Keterlibatan relawan dan warga juga terlihat dalam pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter.

Kegiatan yang melibatkan 10 relawan dan 71 warga tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa capaian program tidak hanya tercermin dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dan kapasitas yang ditinggalkan setelah program selesai.

“Relawan Bakti BUMN dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima
manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang melanjutkan perubahan. Tujuannya
agar potensi Desa Bulok dapat dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat yang
berkelanjutan,” ujar Denaldy.

Menurut Denaldy, keterlibatan aktif warga menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program. Karena itu, kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan penerima manfaat perlu terus diperkuat dalam pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan
kualitas layanan desa wisata.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan Desa Seorang pelaku usaha homestay di Desa Bulok, Supriyanto, mengatakan program tersebut membuat potensi Desa Bulok semakin dikenal sekaligus membuka pemahaman baru mengenai pengelolaan lingkungan dan peluang ekonomi masyarakat.

“Desa Bulok memiliki potensi yang masih dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, masyarakat merasakan perhatian dan dukungan yang besar,” ujar Supriyanto.
Ia mengatakan kegiatan pembersihan kawasan Pantai Teluk Nipah, misalnya, membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Bantuan sarana pengelolaan sampah juga membuka pemahaman bahwa sampah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan ilmu yang diberikan.
Mudah-mudahan pengetahuan tersebut dapat kami pahami dan aplikasikan dalam kegiatan serta pengembangan Desa Bulok,” katanya.

Selain program pelatihan, pendidikan, kesehatan, dan pembersihan kawasan pesisir,
rangkaian Relawan Bakti BUMN 2026 juga mencakup dukungan sarana pengelolaan
sampah serta penyerahan dan penanaman 810 bibit kelapa bersama Kelompok Tani
Desa Bulok. Bibit tersebut selanjutnya dikelola oleh kelompok tani sebagai bagian dari
penghijauan, pemanfaatan lahan produktif, dan penguatan potensi ekonomi masyarakat.

Rangkaian Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok ditutup oleh Direktur SDM dan Teknologi Informasi PTPN I (Persero), Siwi Peni mewakili Direksi PTPN III (Persero); Director Office of the Board Danantara Asset Management (Persero), Tony Andrianto; Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto; dan General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Lampung Selatan, Kiki Eprina Arieanti.

Dalam kesempatan tersebut, Siwi Peni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah
Kabupaten Lampung Selatan atas dukungan dan kolaborasi selama persiapan hingga
pelaksanaan program. “Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam
memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Siwi, berakhirnya rangkaian kegiatan selama empat hari bukan menjadi akhir
dari kolaborasi. Pengetahuan, fasilitas, dan kegiatan yang telah dijalankan diharapkan
dapat diteruskan oleh masyarakat bersama pemerintah desa dan pemerintah daerah.
“Keberlanjutan menjadi hal yang paling penting. Kami berharap manfaat program ini
dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah,
dan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok dilaksanakan melalui sinergi
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) beserta subholding PTPN I, PT
Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, PT Angkasa Pura Indonesia,
dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk
memperkuat fondasi pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata yang bersih,
berdaya, dan berkelanjutan.

Artikulli paraprakPerluas Ekosistem Syariah, BAZNAS RI dan Bank BSN Kolaborasi Perkuat Digitalisasi Pengelolaan ZIS
Artikulli tjetërTidak Hadirnya Kepala SKPD Kuningan, Peserta Audiensi Pilih WO

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini