NERACAONLINE – PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) memperluas diversifikasi bisnisnya ke sektor pangan melalui Tumbara, perusahaan distribusi seafood yang menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam membangun portofolio bisnis yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan teknologi secara bersamaan.
Tumbara berfokus pada distribusi produk pangan, khususnya ikan dan udang, yang merupakan salah satu sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. WGSH memiliki kepemilikan saham sebesar 10 persen dan menjalin kerja sama distribusi produk ke jaringan ritel modern. Melalui investasi ini, Perseroan tidak hanya melihat peluang bisnis yang menarik, tetapi juga peluang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi yang lebih efisien.
Dalam aspek technology infusion, Tumbara mengembangkan implementasi blockchain traceability untuk produk kemasan. Teknologi ini memungkinkan setiap produk memiliki rekam jejak yang dapat ditelusuri secara transparan, mulai dari sumber produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Ke depan, apabila memperoleh pendanaan yang lebih besar, Tumbara juga berpotensi mengembangkan IoT aquafarm-tech untuk meningkatkan efisiensi budidaya dan pengelolaan hasil perikanan.
Dari sisi financial impact, kerja sama distribusi yang dijalankan Tumbara membuka peluang bagi hasil yang menarik bagi WGSH. Selain hak eksklusif atas sebagian transaksi tertentu, pertumbuhan volume distribusi dan ekspansi pasar memberikan potensi peningkatan pendapatan yang berkelanjutan. Dengan target transaksi yang terus bertumbuh, sektor pangan diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan strategis bagi Perseroan.
Sementara itu, dari perspektif ESG, Tumbara memiliki kontribusi yang signifikan terhadap penguatan rantai pasok pangan nasional. Distribusi ratusan ton ikan dan udang setiap tahun memungkinkan jutaan porsi protein tersedia bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap pangan bergizi, pendekatan ini juga membantu mengurangi fragmentasi pasar dan meningkatkan efisiensi distribusi produk perikanan di Indonesia.
Ikin Wirawan, Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk mengatakan, WGSH memandang bahwa masa depan industri pangan akan semakin dipengaruhi oleh teknologi. Transparansi, efisiensi, keamanan produk, dan kemampuan pelacakan akan menjadi faktor penting yang menentukan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, investasi pada teknologi tidak hanya menjadi pilihan, tetapi kebutuhan untuk memastikan keberlanjutan bisnis.
Melalui Tumbara, WGSH ingin membangun model distribusi pangan yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari produsen, distributor, retailer, hingga konsumen akhir. Perseroan percaya bahwa transformasi digital di sektor pangan akan membuka peluang pertumbuhan yang sangat besar di masa depan. “Tumbara hanyalah satu dari proyek WGSH, selain ini juga ada proyek lain yakni Landlogic dan Blue Phoenix,” jelas Ikin.
Landlogic merupakan proyek pengembangan properti yang dijalankan setelah WGSH mengakuisisi PT Lereng Lembah Madu pada tahun 2025. Setelah proses akuisisi, lahan yang dimiliki telah displitzing menjadi 178 kavling perumahan yang siap dikembangkan dan dipasarkan. Proyek ini menjadi salah satu aset strategis WGSH dalam menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat di Indonesia.
Sedangkan Blue Phoenix merupakan proyek ekonomi sirkular yang dijalankan WGSH melalui PT Qorser Teknologi. Fokus utama proyek ini adalah perdagangan limbah botol plastik PET yang telah melalui proses pencacahan menjadi flakes sebagai bahan baku daur ulang. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung industri ramah lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.






































