Beranda Ekonomi Daerah Berhasil Cetak Pertumbuhan Laba 109% di 2025,  Phapros (PEHA) Bagikan Dividen 15% 

Berhasil Cetak Pertumbuhan Laba 109% di 2025,  Phapros (PEHA) Bagikan Dividen 15% 

15
0

NERACAONLINE – PT Phapros Tbk (“PEHA”), perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, telah sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

RUPS Tahunan Phapros membahas lima agenda utama antara lain: 1) Persetujuan Laporan Tahunan Perusahaan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasi perusahaan untuk Tahun Buku 2025, 2) Persetujuan penggunaan laba bersih perusahaan, 3) Penetapan gaji/honorarium, fasilitas, dan tunjangan untuk Tahun Buku 2026, 4) Penunjukan akuntan publik dan 5) Transaksi material.

Dalam RUPS Tahunan Phapros, para pemegang saham telah menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan, termasuk pada mata acara penggunaan laba bersih perusahaan Tahun Buku 2025, yaitu pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar 15% dari laba bersih Perseroan dan sisanya akan digunakan sebagai dana cadangan untuk CAPEX pemenuhan compliance Perusahaan.

Dalam pemaparan RUPS Tahunan, Intan Abdams Katoppo, Direktur Utama PT Phapros Tbk, memaparkan Laporan Keuangan Tahunan Tahun Buku 2025 Phapros, pada kesempatan ini, beliau menyampaikan bahwa Perseroan berhasil mencetak kinerja cemerlang pada tahun 2025 dengan pertumbuhan signifikan atas penjualan dan laba bersih. Oleh sebab itu, menurutnya Perseroan menyepakati pembagian dividen kepada para pemegang saham. Intan menegaskan, keputusan ini merupakan wujud apresiasi perusahaan terhadap loyalitas investor PEHA dan menunjukkan kondisi keuangan yang stabil dan arus kas yang positif.

“Phapros berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Hal ini mencerminkan kinerja keuangan Phapros yang solid dan sehat serta memiliki fundamental bisnis yang kuat. Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk menjaga keberlanjutan profitabilitas. Untuk itu, kami optimistis perseroan akan kembali memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Intan dalam Paparan Publik (Public Expose) Phapros di Jakarta, Kamis (11/6).

Phapros berhasil mencetak laba bersih tahun 2025 sebesar Rp27,4 miliar, tumbuh 109%, dibandingkan dengan 2024 yang mengalami kerugian Rp290,6 miliar. Laba PEHA ini didorong oleh pertumbuhan penjualan hingga dua digit dan keberhasilan strategi efisiensi operasional. Seperti terlihat pada Laporan Keuangan Auditan Perseroan yang telah terpublikasi, Penjualan Phapros tahun 2025 sebesar Rp940,88 miliar, naik 26,34% secara tahunan (year-on-year/y-o-y). Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk. Segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC) naik 43,20% y-o-y, segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95% y-o-y, dan segmen ethical melesat hingga 55% y-o-y.

Selain itu, sepanjang tahun 2025, perusahaan juga mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) sebesar 5,41% menjadi Rp448,37 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp474,03 miliar. Performa apik ini makin diperkuat dengan kemampuan perseroan dalam menekan beban usaha yang berhasil diturunkan sebesar 14,64% menjadi Rp406,43 miliar pada 2025 dibandingkan dengan Rp476,12 pada tahun 2024.

Cost Restructuring

Intan menjelaskan, strategi cost restructuring sepanjang tahun 2025 terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi. Hal itu dapat terlihat dari penurunan COGS sebesar 5,41%. Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun signifikan menjadi 47,65% dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,65%. Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan, menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar.

Pencapaian positif lainnya adalah keberhasilan terpangkasnya kewajiban (liabilitas) pada 2025 Rp959,70 miliar turun 7,45% (y-o-y) dibandingkan dengan tahun 2024 Rp1.036,92 miliar. Keberhasilan dalam memangkas kewajiban telah mendorong peningkatan ekuitas pada tahun 2025 menjadi Rp427,47 miliar, naik 8,74% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp393,12 miliar. Pertumbuhan ekuitas ini juga menandakan bahwa perusahaan semakin bernilai bagi pemilik/pemegang saham. Tak hanya profit, Phapros juga mampu menjaga arus kas (cashflow) dengan baik. Arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan positif Rp123,757 miliar, dengan saldo kas pada 31 Desember 2025 sebesar Rp120,98 miliar, naik 31,49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp92 miliar.

“Parameter-parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 ini, menjadi semangat baru bagi Manajemen untuk membuktikan bahwa Phapros dapat terus tumbuh dan memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan. Phapros pasti bisa, Phapros itu sehat, Sehat itu Phapros,” tutup Intan.

Artikulli paraprakKantongi Persetujuan POD Ronggolawe, Saka Energi Siap Pacu Peningkatan Produksi Migas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini