NERACAONLINE – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 secara daring, Selasa (23/6). Dalam paparannya, Direktur Utama BBRM Na’im Machzyumi menyampaikan bahwa perseroan melihat adanya peluang konsumsi minyak global akan meningkat, hal itu berdasarkan laporan dari Badan Energi Internasional (IEA).
Guna menangkap peluang pasar internasional yang terus berkembang di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Perseroan mengumumkan rencana strategis berskala besar. “Untuk menangkap peluang pasar yang terus berkembang, Perseroan berencana melakukan penambahan armada baru, yaitu membangun 1 (satu) unit kapal Platform Supply Vessel (PSV) dengan nilai investasi mencapai US$22 Juta,” jelas Niam.
Menurutnya, langkah ini melengkapi strategi peremajaan lini armada yang telah berjalan, di mana Perseroan aktif melakukan kegiatan dry docking preventif serta menjual kapal-kapal berusia tua untuk digantikan dengan kapal yang bernilai ekonomis lebih tinggi.
Soal kinerja perseroan di tahun 2025, BBRM berhasil menjaga kinerja keuangan yang solid dengan mencatatkan total pendapatan sebesar US$13.818.874, tumbuh 2,9% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$13.430.614.
Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace & Karunawan dengan opini “Wajar dalam semua hal yang material”.
Kinerja Operasional dan Keuangan yang Tangguh Pertumbuhan pendapatan Perseroan pada tahun 2025 didorong oleh performa kuat dari dua segmen utama. Pertama, segmen Kapal Penunjang Lepas Pantai (OSV) : Tetap menjadi kontributor utama yang menopang stabilitas keuangan dengan pendapatan US$ 11.790.910, menyumbang 85% dari total pendapatan Perseroan. Tingkat utilisasi armada OSV mencapai 82,08% berkat peningkatan aktivitas eksplorasi laut dalam global.
Kedua, segmen Kapal Self Propelled Barge (SPB): Mencatat lonjakan signifikan sebesar 24,3% menjadi US$ 2.027.964, dipicu oleh penambahan 1 unit kapal SPB baru yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024. Dari sisi efisiensi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun menjadi US$ 7.166.325. Di akhir tahun buku 2025, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 6.269.701.
Guna memperkuat struktur modal dalam menghadapi rencana pengembangan usaha ke depan, RUPS menyepakati bahwa Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih akan dialokasikan untuk mendanai rencana penambahan armada baru.
Per 31 Desember 2025, posisi keuangan Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang sangat sehat. Total aset naik menjadi US$ 48.821.766 (meningkat US$ 5,55 juta), didorong peningkatan kas dari pendapatan sewa serta investasi aset dalam penyelesaian 1 unit kapal OSV senilai US$ 2,42 juta.
Total liabilitas : turun 14% menjadi US$ 4.551.675 berkat pembayaran cicilan utang bank (Kredit Investasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk) secara berkala. Sementara Total Ekuitas: Meningkat 17% menjadi US$ 44.270.091 sejalan dengan perolehan laba tahun berjalan.






































