Beranda Market Minat Aset yang Ditokenisasi Meningkat, CEO Bitget Tekankan Pentingnya Transparansi Cadangan

Minat Aset yang Ditokenisasi Meningkat, CEO Bitget Tekankan Pentingnya Transparansi Cadangan

29
0

Boomingnya pasar Real World Assets (RWA) kripto membuka cara baru bagi investor untuk mengakses aset dunia nyata melalui blockchain. Mulai dari saham dan ETF AS hingga berbagai instrumen keuangan lainnya mulai hadir dalam bentuk token berbasis blockchain, sehingga memperluas akses terhadap berbagai jenis aset yang sebelumnya lebih sulit dijangkau.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, muncul tantangan baru: bagaimana memastikan setiap aset tokenisasi benar-benar didukung oleh aset yang diklaim. CEO Bitget, Gracy Chen dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, transparansi cadangan masih menjadi aspek yang kerap terabaikan dalam pengembangan saham yang ditokenisasi, meski semakin banyak platform mulai menghadirkan produk tersebut.”Setiap exchange ingin berfokus pada penyediaan saham yang ditokenisasi, tetapi mereka mengabaikan pentingnya keamanan dan stabilitas, terutama terkait Proof of Reserves yang transparan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Reality, platform penerbitan aset dunia nyata (RWA) teregulasi yang didukung Bitget, merilis laporan Proof of Reserves (PoR) yang mencakup seluruh portofolio rToken, termasuk saham AS dan ETF yang ditokenisasi. Cadangan aset dalam laporan tersebut diverifikasi secara independen oleh The Network Firm, sedangkan sekuritas dasarnya disimpan melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer yang terdaftar di FINRA dan dilindungi oleh SIPC.

Gracy mengatakan, Reality melalui rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di industri kripto yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE.”Reality dengan rToken saat ini memiliki likuiditas terbesar untuk saham berbentuk token di kripto, yang terhubung dengan NASDAQ-NYSE. Tujuan utama kami adalah menjaga kepercayaan pengguna kami dan menghadirkan produk-produk yang kredibel,” jelasnya.

Penerbitan laporan Proof of Reserves tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi di tengah maraknya tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Melalui kustodian teregulasi, verifikasi cadangan independen, dan data penerbitan on-chain, mekanisme tersebut memberikan visibilitas terhadap aset yang mendasari token yang diterbitkan.

Hingga saat ini, Reality telah menerbitkan lebih dari 500 saham dan ETF AS, termasuk SpaceX, Tesla, dan NVIDIA, dengan total aset kelolaan (AUM) melebihi US$100 juta. Sebagai informasi, kebutuhan akan transparansi pun menjadi semakin penting, seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset. Kejelasan mengenai keberadaan aset dasar, pihak kustodian, hingga proses verifikasi dinilai penting untuk membangun kepercayaan terhadap produk tokenisasi yang diperdagangkan melalui blockchain.

Karena itu, pelaku pasar membutuhkan mekanisme yang dapat membantu memverifikasi kesesuaian antara aset digital yang diterbitkan dengan aset dasar yang mendasarinya. Kebutuhan tersebut diperkirakan akan semakin relevan seiring proyeksi pertumbuhan pasar tokenisasi aset. Laporan Tokenized Financial Assets: From Pilot to Scale yang dirilis McKinsey & Company memperkirakan nilai aset keuangan yang ditokenisasi dapat mendekati US$2 triliun pada 2030, dengan skenario optimistis mencapai sekitar US$4 triliun.

Sementara itu, data industri juga menunjukkan nilai aset dunia nyata (RWA) yang tercatat secara on-chain telah mencapai puluhan miliar dolar AS pada awal 2026, mencerminkan meningkatnya adopsi tokenisasi di pasar keuangan.

 

Artikulli paraprakProPak Indonesia 2026 Dorong Industri Pangan agar Berdaya Saing
Artikulli tjetërMarina Ajak Perempuan Indonesia Semakin Bersinar dan Berani Mengambil Langkah Kecil Untuk Raih Kesempatan Besar Lewat Marina Modal Berani Bersinar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini