Beranda Ekonomi Daerah FISIP UHAMKA LATIH MAHASISWA HADAPI SITUASI KRISIS MELALUI WORKSHOP PR CRISIS

FISIP UHAMKA LATIH MAHASISWA HADAPI SITUASI KRISIS MELALUI WORKSHOP PR CRISIS

154
0

Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menggelar lokakarya penanganan krisis dalam kehumasan “Peran dan Tanggung Jawab PR dalam Menjaga dan Menguatkan Reputasi Organisasi” di Aula Lantai 4, Uhamka Limau, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Uhamka, Andys Tiara, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa mampu menghadapi situasi krisis.

“Acara ini sangat bermanfaat terutama buat mahasiswa ilmu komunikasi yang memang concern-nya menjadi humas. Humas bukan hanya sekedar ngomong tetapi bagaimana mampu menghadapi situasi krisis,” kata Andys saat diwawancarai.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I FISIP Uhamka, Farida Hariyati. Melalui lokakarya itu, mahasiswa mendapatkan materi serta melakukan simulasi penanganan krisis dalam komunikasi. Mahasiswa juga mendapatkan kiat agar tenang atau mampu mengendalikan emosi serta memainkan bahasa verbal dan non verbal.

Pemateri workshop tersebut adalah pendiri dan CEO Udari, Bambang Moegono. Dalam lokakarya itu, Bambang mengatakan seorang humas atau public relation (PR) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan menguatkan reputasi organisasi.

“Seorang humas pelru memiliki keterampilan komunikasi, pengambilan keputusan, serta kepemimpinan dalam kondisi genting,” kata lelaki yang kerap disapa Bems itu.

Bems juga menekankan pentingnya seorang humas untuk menaati etika dan menjaga integritas dalam menjalankan perannya sebagai penyampai informasi.

Selain sesi materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan simulasi menghadapi jurnalis saat organisasi tempat humas itu bernaung menghadapi situasi krisis.

Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta merespons skenario darurat yang telah disiapkan panitia. Situasi dibuat tegang, lengkap dengan tekanan waktu dan perubahan kondisi untuk menguji kesiapan mental mahasiswa.

Salah satu peserta, Faizal. mengaku mendapat banyak ilmu baru dari pelatihan tersebut.
“Simulasinya terasa sangat nyata. Kami belajar bagaimana koordinasi dan komunikasi bisa menentukan keberhasilan penanganan krisis,” katanya.

Melalui workshop itu, pihak UHAMKA berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata yang menjadi bekal saat memasuki dunia profesional.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momen bagi mahasiswa untuk belajar, berlatih, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi krisis.

Artikulli paraprakBRI Life Raih Dua Penghargaan Top Young CEO & The Next 200 Future Leaders 2025 
Artikulli tjetërWaketum Kadin Indonesia : MBG Jadi Peluang Besar bagi Pengusaha Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Baku SPPG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini