Beranda Keuangan Transaksi Digital Tumbuh 40,36%, Jalin Gandeng Bank dan Fintech Kembangkan CCW

Transaksi Digital Tumbuh 40,36%, Jalin Gandeng Bank dan Fintech Kembangkan CCW

30
0

NERACAONLINE – Volume transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, atau tumbuh 40,36% secara tahunan. Di tengah pesatnya digitalisasi tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih tetap tinggi.

Kondisi itu mendorong PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari Danantara Indonesia, memperkuat konektivitas antara layanan keuangan digital dengan akses tunai melalui pengembangan Cardless Cash Withdrawal (CCW) atau tarik tunai tanpa kartu.

Pengembangan layanan tersebut menjadi salah satu agenda Jalin dalam ajang Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) – Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026, yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Dalam gelaran tersebut, Jalin menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan CCW dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, serta sejumlah institusi tekfin lainnya.

Melalui layanan tersebut, nasabah bank maupun pengguna layanan tekfin nantinya dapat memulai transaksi melalui aplikasi masing-masing, kemudian melakukan penarikan uang tunai melalui jaringan ATM Link tanpa menggunakan kartu fisik.

Direktur Jalin, Eko Dedi Rukminto, mengatakan perkembangan layanan keuangan digital tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap akses tunai. Menurutnya, perubahan perilaku transaksi justru membutuhkan konektivitas antara kanal digital dan fisik.

“Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara lebih efisien sekaligus memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Eko.

Berdasarkan data Bank Indonesia, selain volume pembayaran digital yang mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, transaksi mobile banking juga tumbuh 47,08% secara tahunan.

Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap uang tunai masih terlihat dari pertumbuhan Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) sebesar 12,88% menjadi Rp1.332 triliun.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan kanal pembayaran digital berlangsung bersamaan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses uang tunai. Kondisi ini menjadi ruang bagi pengembangan layanan yang menghubungkan ekosistem digital dengan jaringan fisik.

Eko menjelaskan, keberadaan fitur CCW dapat memberikan alternatif bagi bank untuk memperluas titik layanan tanpa harus sepenuhnya membangun dan mengelola jaringan ATM sendiri.

Sementara bagi perusahaan tekfin, layanan tersebut dapat menjadi fitur tambahan yang memungkinkan pengguna mengakses uang tunai langsung melalui aplikasi keuangan digital yang digunakan.

Menurut Eko, kolaborasi antara bank dan tekfin dalam pengembangan CCW juga menunjukkan semakin terbukanya batas antara kanal digital dan fisik dalam layanan keuangan.

“Ke depan, pengalaman pengguna tidak lagi terlalu bergantung pada siapa yang memiliki kanal fisik terbanyak. Transaksi dapat dimulai dari aplikasi bank maupun tekfin, kemudian diselesaikan melalui jaringan ATM yang saling terhubung, seperti ATM Link. Kolaborasi ini membuat layanan keuangan semakin terhubung dan lebih mudah diakses oleh pengguna,” tambahnya.

Pengembangan CCW tersebut sejalan dengan agenda FEKDI x IFSE 2026, yang merupakan bagian dari kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan industri dalam mendorong transformasi ekonomi serta keuangan digital nasional.

Dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing. “Digitalisasi menjadi salah satu alat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing,” ujar Destry.

Artikulli paraprakMantan Pekerja Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Asbes dan Silika ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang
Artikulli tjetërBAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini