Beranda Bursa & Saham Torehkan Fundamental Solid, PP Presisi Catatkan Kontrak Baru Rp1,5 Triliun

Torehkan Fundamental Solid, PP Presisi Catatkan Kontrak Baru Rp1,5 Triliun

29
0

Hingga kuartal dua 2026, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp1,5 triliun. Kontrak baru tersebut didominasi oleh segmen jasa pertambangan dan konstruksi dengan kontribusi 97%, menegaskan posisi strategis PPRE di sektor tersebut. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (19/8)

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah mengatakan, capaian tersebut menjadi pijakan bagi PPRE untuk terus memperkuat fundamental dan meningkatkan kualitas kinerja. “Pertumbuhan pendapatan menunjukkan aktivitas operasional PPRE tetap terjaga. Penurunan rugi juga menjadi perkembangan positif dalam proses penguatan fundamental PPRE. Ke depan, kami fokus pada efisiensi, produktivitas, optimalisasi aset, serta peningkatan kualitas dan profitabilitas proyek.”ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary PT PP Presisi Tbk, Mei Elsa Kembaren menegaskan bahwa PPRE terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan perkembangan kinerja kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan. “Capaian semester I 2026 menjadi bagian dari proses penguatan PPRE menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kami akan terus menjaga tata kelola, disiplin pengelolaan keuangan, serta kualitas operasional perseroan.”katanya.

Ke depan, PPRE terus memperkuat kapabilitas di sektor jasa pertambangan dan konstruksi, mengoptimalkan aset dan portofolio proyek, serta meningkatkan efisiensi sebagai bagian dari langkah mewujudkan visi menjadi perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi yang terkemuka di Indonesia.

Dalam mengejar pertumbuhan bisnisnya, PPRE juga terus menjajaki peluang kemitraan strategis untuk memperluas cakupan bisnis, khususnya di sektor pertambangan. Sejalan dengan pertumbuhan kontrak baru, PPRE mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp2,2 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun. Pertumbuhan tersebut mencerminkan aktivitas operasional PPRE yang tetap terjaga sekaligus memperkuat posisi bisnis utama PPRE di tengah dinamika industri jasa pertambangan dan konstruksi.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari segmen pertambangan dan konstruksi yang secara keseluruhan mencapai 97,3%. Komposisi tersebut menunjukkan konsistensi PPRE dalam menjalankan fokus bisnis utama sekaligus memperkuat kapabilitas sebagai perusahaan jasa pertambangan dan konstruksi.

Dari sisi profitabilitas, rugi tahun berjalan PPRE hingga Juni 2026 berhasil ditekan sekitar 93,4% sebesar Rp88,6 miliar dibandingkan rugi pada tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun. Perbaikan ini menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan kinerja PPRE, sejalan dengan langkah penguatan fundamental dan peningkatan efisiensi operasional.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari beban penurunan nilai yang turun dari Rp656 miliar pada 2025 menjadi Rp57,9 miliar hingga Juni 2026. Sementara itu, beban keuangan tercatat sebesar Rp167,7 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp171,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Artikulli paraprakEkspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Kemenperin Perkuat Hilirisasi Nilam  
Artikulli tjetërLuncurkan Pintu Futures Lite, PINTU Perluas Adopsi Trading Derivatif Crypto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini