Beranda CSR Eksistensi 18 Tahun SRC, Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dan Berdaya Saing

Eksistensi 18 Tahun SRC, Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dan Berdaya Saing

13
0

 

Di usia ke-18 tahun, Sampoerna Retail Community (SRC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia.  Selama hampir dua dekade, SRC telah bertransformasi dari program pendampingan sederhana bagi toko kelontong menjadi gerakan retail tradisional terbesar di Indonesia yang berkontribusi nyata dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto mengatakan, perjalanan SRC selama 18 tahun menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat dan berkelanjutan mampu mendorong UMKM naik kelas. “Melalui pendampingan berkelanjutan, SRC membantu para pemilik toko meningkatkan pengelolaan usaha, mulai dari penataan toko yang lebih rapi, bersih, dan terang, hingga adopsi teknologi seperti AYO Toko dan digital payment. Transformasi ini membuat usaha mereka semakin relevan, lebih stabil, dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikan Romulus, kontribusi SRC terhadap ekonomi cukup signifikan. Tengok saja, berdasarkan hasil riset dari Kompas Gramedia (KG) Media 2026 menunjukkan bahwa kontribusi omzet toko SRC mencapai Rp251 triliun per tahun, atau setara 9,5% Produk Domestik Bruto (PDB) retail nasional tahun 2025. Angka ini meningkat Rp15 triliun dibandingkan dengan kontribusi omzet Rp236 triliun per tahun pada 2023.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa toko yang bergabung dengan SRC mengalami peningkatan omzet hingga 42%. Pertumbuhan ini berlanjut secara konsisten, dengan kenaikan omzet toko sebesar 27,5% pada 2023-2026 melalui pendampingan berkelanjutan dari SRC. Pencapaian ini turut didorong oleh transformasi digital yang terus diperkuat, di mana 98,8% toko SRC telah terdigitalisasi.

Tak hanya berhenti disitu, sebanyak 46% toko SRC juga berhasil memperluas lini usaha, mulai dari produk digital hingga layanan pembayaran, sehingga memperkuat loyalitas pelanggan dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Romulus juga menegaskan bahwa penguatan ekosistem SRC terus dilakukan melalui berbagai inovasi, program berkelanjutan, dan kolaborasi strategis lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan sejumlah mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Perum BULOG, BRI, Pos Indonesia, Telkomsel, Pertamina Patra Niaga, serta berbagai mitra lainnya.

Melanjutkan komitmen tersebut, dalam momentum perayaan HUT ke-18, SRC kembali memperluas kolaborasinya dengan menandatangani kerja sama strategis bersama sejumlah entitas BUMN, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) dan BRI Insurance (BRINS). Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dalam memperluas akses pasar, memperkuat distribusi, serta menghadirkan layanan yang relevan dan bernilai tambah bagi toko kelontong di seluruh Indonesia.

Sinergi ini turut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung agenda pemberdayaan UMKM dan peningkatan produktivitas masyarakat, sejalan dengan prioritas nasional dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Keswanto mengapresiasi kontribusi SRC dalam memperkuat ekosistem UMKM dan retail tradisional di ibu kota. Menurutnya, keberadaan ekosistem pemberdayaan seperti SRC memiliki peran strategis dalam membantu UMKM lokal berkembang, meningkatkan daya saing, sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.“Selama 18 tahun, SRC semakin menemukan perannya dalam mendukung pemberdayaan UMKM kelontong di seluruh penjuru Nusantara. Di Jakarta saja, jumlahnya telah mencapai sekitar 40.000 toko, sebuah pencapaian yang luar biasa. Kami berharap SRC terus berkembang, bukan hanya menjadi jaringan toko kelontong, tetapi juga melahirkan perusahaan-perusahaan besar kebanggaan Indonesia, seperti Sampoerna saat ini,” ujarnya.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dida Gardera menilai, perjalanan 18 tahun SRC mencerminkan konsistensi dalam membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang berdampak luas. Dirinya menegaskan bahwa peran SRC sangat relevan mengingat UMKM merupakan pilar utama perekonomian nasional sekaligus fondasi pertumbuhan inklusif. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Dari sekitar 64 juta usaha di Indonesia, 99,7 persennya adalah usaha mikro. Ketika pandemi dan krisis, UMKM terbukti menjadi andalan perekonomian Indonesia. Karena itu, langkah SRC yang fokus membantu UMKM, khususnya toko kelontong, sangat tepat untuk mendorong usaha kecil naik kelas, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas usaha maupun SDM.”katanya

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan, menekankan pentingnya peningkatan daya saing retail tradisional di tengah dinamika global melalui modernisasi, digitalisasi, dan penguatan akses distribusi agar UMKM tetap relevan. “Kontribusi sektor retail terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 54,36%, termasuk di dalamnya retail tradisional seperti toko kelontong. Selama 18 tahun terakhir, SRC tidak hanya mengakselerasi usaha, tetapi juga membantu meningkatkan skala warung tradisional melalui penataan toko, manajemen keuangan, hingga memfasilitasi penyaluran barang dari prinsipal maupun distributor. Dampaknya, toko kelontong bisa memperoleh harga yang lebih baik, meningkatkan margin keuntungan, bahkan lebih dari 40 persen berhasil mengembangkan lini usahanya.”ujarnya.

Saat ini, jaringan SRC telah mencakup lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia, yang didukung oleh lebih dari 6.300 Mitra SRC, serta terhubung melalui 10.000 Paguyuban SRC.  Di tingkat komunitas, toko SRC turut berperan sebagai saluran distribusi bagi produk UMKM masyarakat sekitar melalui inisiatif Pojok Lokal. Program ini terus menunjukkan dampak positif, dengan pertumbuhan omzet mencapai 128%, dari Rp5,65 triliun per tahun pada 2023 menjadi Rp12,9 triliun per tahun pada 2026. Capaian ini semakin memperkuat peran SRC dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai daerah di Indonesia.

 

 

Artikulli paraprakPNM Mekaar Bantu Perempuan Ultra Mikro Tumbuh dan Terbebas dari Jerat Rentenir
Artikulli tjetërKolaborasi dengan PT KAI, BTN Siap Bangun 5.400 Unit Hunian TOD Baru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini