Beranda Market Laba Kotor Tumbuh 131,57%, Capitalinc Investment Sebut Titik Awal Pemulihan

Laba Kotor Tumbuh 131,57%, Capitalinc Investment Sebut Titik Awal Pemulihan

29
0

NERACAONLINE- Di tahun 2025, PT Capitalincu Investment Tbk (MTFN) meraih laba kotor sebesar Rp28,9 miliar atau melonjak sekitar 131,57% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp12,5 miliar. Lonjakan laba kotor tersebut juga disertai dengan kenaikan tajam marjin laba kotor menjadi 5,6% pada 2025 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,4%. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Perseroan menyebutkan, lonjakan laba kotor disebabkan oleh penurunan beban pokok pendapatan dari Rp518,6 miliar pada 2024 menjadi tinggal Rp490,5 miliar pada 2025. Sedangkan pendapatan neto Perseroan turun tipis 2,2% menjadi Rp519,4 miliar pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp531,1 miliar.

Pada 2025, penjualan gas bumi lokal masih menjadi penopang utama bisnis Perseroan. Penjualan tersebut memberikan kontribusi sebesar Rp403,3 miliar, atau sekitar 78% dari total pendapatan perseroan pada 2025. Sementara itu sisanya berasal dari penjualan CNG melalui stasiun pengisian yang dioperasikan oleh PT Indogas Kriya Dwiguna (IKD). Penurunan ini mencerminkan penyesuaian volume penjualan gas sejalan dengan kondisi permintaan pelanggan industri.

Lonjakan laba kotor tersebut merupakan hasil restrukturisasi jaringan logistik gas di IKD, melalui efisiensi pengadaan gas bumi, optimalisasi rute distribusi, serta pengurangan biaya overhead langsung. Di sisi lain, beban pemasaran turun dari Rp22,6 miliar menjadi Rp7,7 miliar, seiring bergesernya pelanggan ke kontrak layanan jangka panjang yang lebih stabil.

Dampaknya, kerugian bersih dari operasi yang dilanjutkan turun tajam 63,7%, dari Rp86,9 miliar pada 2024 menjadi Rp31,1 miliar pada 2025. Setelah memperhitungkan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp700 juta, maka total rugi bersih Perseroan pada 2025 adalah Rp31,8 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Rp87,6 miliar pada 2024. Demikian pula, rugi per saham juga membaik, dari Rp2,72 per saham pada 2024 menjadi tinggal Rp0,99 per saham pada 2025.

Artikulli paraprakKasad dan Kepala BNPB Kawal Kehormatan Prajurit yang Gugur Misi Kemanusiaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini