NERACAONLINE, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memperluas jangkauan pemberdayaan kepada pengemudi ojek online penyandang disabilitas melalui kegiatan Literasi Keuangan dan Safety Riding.
Kegiatan yang diselenggarakan di AHM Training Center, Bekasi ini diselenggarakan oleh PNM melalui PNM Cabang Bekasi bersama para mitra, yaitu PT Astra Honda Motor (AHM), PT Jasa Raharja (Persero) dan Ruang Amal Indonesia, pada Selasa (3/11) lalu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Jasa Manajemen PNM Merphino Soelaksmono, Safety Riding Manager PT AHM Daniel Aria, Kepala Biro TJSL & ESG PT Jasa Raharja (Persero) R.A Wulandari Esti Rizkiwati, dan CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie.
Bagi pengemudi ojek online, keselamatan menjadi modal utama untuk terus mencari nafkah, sedangkan pendapatan yang berubah-ubah menuntut pengelolaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, teruntuk pengemudi ojol penyandang disabilitas, kedua hal ini membutuhkan pendekatan khusus.

Untuk menjawab tantangan tersebut, 50 peserta merupakan pengemudi ojol tunarungu dibekali literasi keuangan oleh PNM agar dapat mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pemaparan terkait perlindungan berkendara dan pengetahuan dasar Safety Riding.
Salah satu peserta kegiatan, Dewi mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini karena mendapat tambahan ilmu dan pemahaman, terutama terkait dengan pengelolaan keuangan dan keselamatan berkendara. Ia berharap semakin banyak teman-teman pengemudi ojol penyandang disabilitas yang bisa memperoleh kesempatan yang sama.
“Terima kasih kepada PNM dan seluruh mitra yang sudah mendukung kegiatan hari ini. Kegiatan ini menambah ilmu kami, dan kami berharap ke depan pengemudi ojek online bisa terus berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro TJSL & ESG PT Jasa Raharja (Persero) R.A Wulandari Esti Rizkiwati dalam sambutannya menegaskan bahwa keselamatan berkendara merupakan hak setiap pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, ia memandang bahwa edukasi keselamatan menjadi hal yang sangat penting bagi para pengemudi ojol.
“Kami memandang pentingnya edukasi keselamatan yang inklusif agar setiap pengemudi memiliki pemahaman dan kesadaran dalam melindungi diri maupun pengguna jalan lainnya. Kami percaya sinergi lintas perusahaan seperti ini dapat memperluas manfaat program sosial dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Jasa Manajemen PNM Merphino Soelaksmono menambahkan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkarya dan bekerja, sehingga ia berharap bekal ini akan membuat peserta semakin mandiri, percaya diri, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
“Kami ingin memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat bagi teman-teman pengemudi ojek online disabilitas, baik dalam mengelola keuangan maupun menjaga keselamatan saat bekerja. Ini menjadi bagian dari komitmen PNM untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pemimpin PNM Cabang Bekasi Ucok Febri Agustinus melalui keterangan tertulis.
Sementara itu, Slamet Tuharie CEO Ruang Amal Indonesia mengucapkan terima kasih kepada PT PNM Persero, PT AHM, dan PT Jasa Raharja yang telah melibatkan Ruang Amal Indonesia dalam kolaborasi pemberdayaan ini.
“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan terus mendorong terciptanya ruang pemberdayaan yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, mandiri, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi,” tutup Slamet.

Melalui sinergi PNM dan para mitra, kegiatan ini diharapkan membantu peserta mengelola pendapatan agar lebih terencana dan berkendara lebih aman, sehingga manfaatnya juga dirasakan keluarga dan pengguna jalan lainnya.






































