Beranda Otomotif Perkuat Keselamatan Transportasi, Grab Latih 1.052 Mitra Berkendara Aman di Lima Kota 

Perkuat Keselamatan Transportasi, Grab Latih 1.052 Mitra Berkendara Aman di Lima Kota 

17
0

Guna menekan angka kecelakaan berlalu lintas yang kebanyakan pengguna roda dua, Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara untuk 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota di Indonesia, yaitu di Depok, Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar. Pada kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis untuk menghadapi berbagai situasi di jalan.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia mengatakan, perseroan melihat keselamatan adalah fondasi kepercayaan yang menghubungkan mitra pengemudi, penumpang, dan masyarakat dalam setiap perjalanan. Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para Mitra Pengemudi semakin terampil mengantisipasi risiko serta membawa kebiasaan berkendara yang lebih aman ke komunitasnya,”ujarnya di Depok, Selasa (28/7).

Disampaikannya, pelatihan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Grab sebagai platform teknologi transportasi yang melayani jutaan perjalanan setiap harinya dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman bagi mitra pengemudi, penumpang, maupun masyarakat luas.

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang ikut hadir mengatakan,  mewujudkan lalu lintas dan transportasi darat yang lebih aman membutuhkan pendekatan menyeluruh serta kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib. “Kami mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali mitra pengemudi roda dua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.”ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mengapresiasi langkah Grab yang sejak 1 Juli 2026 telah menerapkan skema bagi hasil (komisi) maksimal 8%.”Kami juga menyambut penyempurnaan mekanisme pemrosesan bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat yang ditargetkan mulai 1 Agustus 2026, sehingga komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Kami berharap penyesuaian ini memberikan kejelasan yang lebih baik bagi Mitra Pengemudi dalam memahami rincian pendapatannya serta memperkuat hubungan kemitraan yang sehat dan berkelanjutan,”katanya.

Ya, Grab menegaskan tidak pernah memotong bagi hasil atau komisi lebih dari 8%, dan juga tidak pernah melanggar Tarif Batas Bawah (TBB) sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, perjalanan dengan tarif minimum atau tanpa selisih di atas TBB tidak dikenakan komisi.

Dalam mekanisme saat ini, bagi hasil atau komisi GrabBike Hemat diproses satu kali pada hari berikutnya (H+1). Selama satu bulan terakhir, Garab telah menyempurnakan sistem agar mulai 1 Agustus 2026, bagi hasil/komisi dapat langsung diproses pada setiap perjalanan. Penyesuaian ini hanya mengubah waktu pemrosesan. Dimana cara penghitungan, batas maksimal bagi hasil (komisi), dan ketentuan TBB tetap sama serta sesuai dengan regulasi.

Sementara Hari Budianto, Sekretaris Jenderal AISI menambahkan, mitra pengemudi memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan berhadapan langsung dengan beragam kondisi jalan setiap hari. Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para mitra dapat berkendara dengan aman dan nyaman dalam setiap perjalanan serta turut menjadi penggerak budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.”ujarnya.

Mengusung tema “Safer Roads, Stronger Communities — Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat”, program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kompetensi mitra pengemudi dalam berkendara sekaligus menumbuhkan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib. Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi darat.

Di dalam kelas, peserta mempelajari rambu, marka dan isyarat lalu lintas, norma berkendara, serta peran setiap pengguna jalan dalam menciptakan keselamatan bersama. Pembekalan tersebut dilanjutkan dengan praktik yang mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan (pre-ride inspection), penggunaan perlengkapan keselamatan diri, teknik defensive riding dan pengereman aman; dan prediksi bahaya pada lalu lintas.

Sebagai platform transportasi online yang terdepan dalam pengembangan teknologi keselamatan, Grab terus membuktikan keunggulannya melalui rangkaian fitur terintegrasi yang dirancang untuk menghadirkan perlindungan terbaik bagi Mitra Pengemudi dan penumpang, di antaranya,

  1. AudioProtect Plus (Fitur Rekam Audio). Dengan hadirnya AudioProtect, Grab adalah satu-satunya platform transportasi online di Indonesia yang menawarkan perekaman audio terenkripsi selama perjalanan. Melalui AudioProtect Plus, perlindungan ini dikembangkan menjadi lebih proaktif dengan kemampuan analisis audio untuk membantu mendeteksi potensi risiko keselamatan selama perjalanan. Privasi tetap dijaga karena rekaman hanya dapat ditinjau oleh tim keselamatan Grab apabila terdapat laporan insiden resmi.
  2. Kemudian PemantauanPerjalanan (Trip Monitoring): Sistem berbasis kecerdasan buatan yang secara proaktif mendeteksi kejanggalan, seperti pemberhentian tidak terencana atau penyimpangan rute, serta secara otomatis mengonfirmasi kondisi keselamatan melalui notifikasi di aplikasi.
  3. Lalu Tombol Darurat (Emergency Button): Terhubung langsung ke Tim Tanggap Darurat Grab 24/7 melalui menu Pusat Bantuan. Saat diaktifkan, sistem membagikan koordinat lokasi secara real-timedan mengirim notifikasi SMS otomatis ke kontak darurat yang terdaftar.
  4. Penyamaran Nomor Telepon (Number Masking): Seluruh komunikasi dalam aplikasi dihubungkan melalui nomor virtual operasional sehingga nomor pribadi mitra pengemudi dan penumpang tetap terjaga kerahasiaannya.
  5. Verifikasi Wajah Mitra Pengemudi (Driver Selfie Authentication):Pemindaian wajah berkala dilakukan sebelum mitra menerima pesanan untuk memastikan kendaraan dioperasikan oleh pemilik akun resmi.
  6. Sistem Manajemen Kelelahan (Fatigue Management System): Pengingat otomatis yang mendorong Mitra Pengemudi untuk mengambil waktu istirahat secara berkala guna mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan.
  7. Perlindungan Asuransi Kecelakaan Bebas Biaya:Jaminan asuransi kecelakaan diri otomatis untuk setiap perjalanan mencakup perlindungan bagi mitra pengemudi maupun penumpang tanpa biaya tambahan.
  8. Integrasi Layanan Polisi 110: Akses langsung ke layanan darurat Kepolisian 110 melalui aplikasi Grab, yang merupakan integrasi pertama dan satu-satunya di industri transportasi online.

 

Artikulli paraprakIperindo: Industri Perkapalan Siap Tumbuh, Butuh Keberpihakan Pemerintah dan Pembiayaan Kompetitif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini