Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Inkindo DKI Jakarta Tahun 2026 pada Selasa, 15 September 2026 di Gedung Jakarta Design Center (JDC), Jakarta.
Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta, Afsdyah Eky Vitalina dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, rakerprov ini membangun kemitraan strategis dengan Pemprov DKI Jakarta adalah satu satu program unggulan DPP Inkindo DKI Jakarta yang meliputi dua aspek penting, antara lain:
Pertama, mendukung secara penuh dengan segala sumber daya manusia yang dimiliki Inkindo DKI Jakarta dalam mewujudkan Visi Gubernur DKI Jakarta, yaitu: Menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, nyaman ditinggali, dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas budaya serta semangat kebersamaan.
Lalu yang kedua, penguatan Konsultan DKI Jakarta. “Perlu kebijakan affirmatif Gubernur DKI untuk memprioritaskan konsultan DKI, khususnya konsultan Kecil dan Menengah, dalam kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh APBD DKI Jakarta, melalui Perda atau Pergub DKI Jakarta. Hal ini agar konsultan di DKI Jakarta tidak hanya menjadi penonton dan juga mencegah terjadinya Capital Outflow yang merugikan perekonomian Jakarta,”kata Afsdyah Eky Vitalina.
Eky lalu menambahkan, beberapa Provinsi di Indonesia telah memberikan kebijakan affirmatif terhadap penyedia jasa kionsultansi lokal, antara lain di Kalimantan Timur dalam bentuk Pergub dan di NTB dalam bentuk Perda.
Sementara Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Inkindo DKI Jakarta yang sejak lama telah banyak berkontribusi didalam mendukung pembangunan di Jakarta.
Afan menekankan tentang pentingnya konsultan untuk menguasai Artificial intelligence (AI). “AI bukan untuk menggantikan konsultan profesional. Namun konsultan yang mampu menggunakan AI akan memiliki keunggulan dibanding konsultan yang tidak mau berubah. Karena itu saya berharap, InkindoDKI Jakarta mulai memikirkan secara serius tentang digitalisasi perusahaan konsultan, lalu bagaimana meningkatkan kompetensi digital tenaga ahli, pemanfaatan AI dalam proses perencanaan dan analisis, membangun data base tenaga ahli, knowledge management serta peningkatan kualitas dan produktivitas,” kata Afan.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi menambahkan, dengan Jakarta saat ini sedang bergerak menuju kota global, maka hal itu berarti peluangnya semakin besar, tetapi tantangannya juga semakin besar,“Di kondisi seperti ini, konsultan bukan hanya penting, tapi konsultan membantu pekerjaan teknis, dan juga memberikan ide, solusi, dan masukan untuk menjawab berbagai kebutuhan pembangunan. Karena itu saya berharap para konsultan di Jakarta mari kita terus meningkatkan kemampuan, tidak hanya soal keahlian, tetapi juga harus mengikuti perkembangan teknologi, yaitu memahami kebutuhan pasar, menjaga kualitas dan yang paling penting membangun kepercayaan. Disinilah pentingnya kolaborasi, Kadin DKI Jakarta membuka untuk itu, mari bersama Inkindo DKI Jakarta dan dunia usaha yang membutuhkan, harus cepat beradaptasi dan mampu memberikan solusi yang benar benar dibutuhkan,” jelas Diana.





































