Beranda Perbankan Kinerja Semester I 2026 Positif, Kredit Citi Indonesia Tembus Rp29,9 Triliun

Kinerja Semester I 2026 Positif, Kredit Citi Indonesia Tembus Rp29,9 Triliun

19
0

 

NERACAONLINE – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026, ditopang pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tetap solid.

Citi Indonesia mencatat DPK tumbuh 23,29% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp72,6 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan dana giro sebesar 36,54% menjadi Rp60,4 triliun.

Pertumbuhan giro turut mendorong rasio dana murah atau Low-Cost-Fund (LCF) Citi Indonesia menjadi 83,23%, meningkat dibandingkan 75,16% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara dari sisi kredit, Citi Indonesia mempertahankan momentum pertumbuhan pada paruh pertama 2026. Penyaluran kredit tumbuh 8,05% secara tahunan dan 11,05% dibandingkan posisi akhir 2025, menjadi Rp29,9 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut tetap diiringi dengan penerapan disiplin pengelolaan risiko dan upaya menjaga kualitas aset.

Untuk periode enam bulan pertama 2026, Citi Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp994 miliar. Profitabilitas tersebut mengalami moderasi akibat volatilitas pasar yang berdampak terhadap keuntungan dari penjualan aset keuangan.

Meski demikian, bank tetap menjaga efisiensi melalui pengelolaan biaya yang prudent. Hal tersebut tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio (CIR) yang tercatat sebesar 51,17%.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Citi Indonesia tetap terjaga rendah di level 0,19%. Sementara rasio kecukupan modal (CAR/KPMM) mencapai 31,43%, jauh di atas ketentuan minimum. Posisi likuiditas juga tetap kuat, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang mencapai 276,26%.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, kinerja semester pertama 2026 menunjukkan ketangguhan dan daya saing bisnis Citi Indonesia di tengah dinamika pasar.

“Hasil yang kami capai pada semester pertama tahun 2026 menegaskan ketangguhan dan daya saing franchise Citi Indonesia. Pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia,” ujar Batara.

Menurut dia, Citi Indonesia akan terus mendukung pertumbuhan nasabah melalui tiga lini bisnis inti yang saling terhubung, yakni Banking, Markets, dan Services.

“Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian,” katanya.

Transaksi Korporasi

Sepanjang semester pertama 2026, bisnis Banking Citi Indonesia juga mencatat pertumbuhan positif, baik dari sisi pendapatan maupun aset. Kinerja tersebut ditopang kemampuan bank menyediakan solusi perbankan bagi nasabah dari berbagai sektor, termasuk perusahaan lokal dan multinasional, lembaga keuangan, serta organisasi sektor publik.

Dengan memanfaatkan jaringan global Citi, sejumlah transaksi korporasi berhasil difasilitasi sepanjang semester pertama 2026.

Citi antara lain berperan sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam penerbitan obligasi global perdana senilai US$1,5 miliar untuk PT Danantara Investment Management.

Citi juga bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam penerbitan obligasi global senilai US$1,5 miliar untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta sebagai Mandated Lead Arranger untuk sindikasi pinjaman tiga tahun senilai US$1 miliar bagi PT Danantara Investment Management.

Selain itu, Citi menjadi Exclusive Financial Advisor bagi PT Indosat Ooredoo Hutchison dalam penyelesaian pemisahan (carve-out) bisnis infrastruktur serat optik.

Services dan Markets

Pada bisnis Services, Citi Indonesia membukukan pertumbuhan positif secara tahunan pada kuartal II 2026. Kinerja tersebut didorong peningkatan saldo rata-rata sebesar 16% dan kenaikan pemakaian kartu komersial sebesar 254%.

Melalui kapabilitas digital pembiayaan modal kerja, termasuk Simplified Trade Loan dan eLoan, Citi membantu nasabah menyederhanakan proses pembiayaan modal kerja serta operasional perbankan. Langkah tersebut turut mendorong pertumbuhan aset pembiayaan modal kerja sebesar 36%.

Citi juga memperkuat konektivitas digital melalui integrasi Host-to-Host (H2H) dan Application Programming Interface (API). Konektivitas H2H tumbuh 2%, sedangkan penggunaan API meningkat 50%.

Di sisi lain, bisnis Investor Services Citi Indonesia terus berkolaborasi dengan regulator dalam sejumlah inisiatif untuk mendukung perkembangan pasar modal Indonesia.

Sementara itu, bisnis Markets terus memperkuat posisi di pasar valuta asing (valas) dan pendapatan tetap. Kinerja sepanjang 2026 ditopang aktivitas nasabah yang signifikan dalam penggunaan solusi valas dan lindung nilai (hedging).

Pertumbuhan volume transaksi valas juga meningkat, mencerminkan tingginya kepercayaan nasabah korporasi dan institusi terhadap layanan Citi. Peningkatan tersebut terutama didorong permintaan terhadap strategi lindung nilai dan layanan valuta asing yang semakin dibutuhkan nasabah untuk menghadapi dinamika pasar.

Artikulli paraprakMSIG Life Bayarkan Klaim Kesehatan dan Meninggal Senilai Rp545 Miliar di Semester I/2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini