Tren masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau dilebih dikenal AI menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Berangkat dari hal tersebut, Telkomsel bersama Huawei dan MiniMax menghadirkan AI Cinefest sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kreator AI Indonesia yang mempertemukan talenta, teknologi, pembelajaran, dan peluang kolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan komunitas kreator AI di Tanah Air.
Perseroan mencatat antusiasme tinggi para peserta dengan menghimpun 1.111 karya film pendek berbasis AI atau melampaui target awal program sebanyak 1.000 karya. Dari jumlah tersebut, hanya 100 peserta terbaik yang terpilih mengikuti Curated Workshop dan ini menunjukkan tingginya daya saing sekaligus kualitas talenta yang mengikuti program ini. Capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan AI untuk berkarya sekaligus mengindikasikan tumbuhnya komunitas kreator AI di Indonesia.
Kata Vice President Brand Communications Telkomsel, Emir G. Surya, sebagai wujud komitmen Telkomsel untuk terus Melayani Sepenuh Hati, AI Cinefest dihadirkan sebagai wadah bagi para kreator Indonesia untuk memanfaatkan AI sebagai medium baru dalam berkarya. “Bersama para mitra ekosistem, kami ingin memperluas akses terhadap teknologi, pembelajaran, dan kolaborasi guna mendorong tumbuhnya talenta serta ekosistem kreator AI yang semakin kreatif, inklusif, dan berdaya saing.”ujarnya di Jakarta, Jum’at (7/8).
Dukungan Huawei dan MiniMax turut memperkaya pengalaman peserta melalui akses terhadap teknologi, pembelajaran, serta berbagai pemanfaatan AI yang membantu mereka mengeksplorasi proses AI filmmaking secara lebih komprehensif sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi kreatif.
Ke depan, lanjut Emir, Telkomsel akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem untuk mempercepat adopsi AI, mengembangkan talenta digital, dan memperkuat ekosistem kreator AI Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Asal tahu saja, seluruh karya yang masuk dikurasi oleh Arief Ash Shiddiq, Story Editor, dan Immanuel Manurung, AI Storyteller. Sebagai bagian dari program pengembangan talenta digital, peserta terpilih mengikuti Curated Workshop untuk memperdalam kompetensi AI filmmaking secara end-to-end, mulai dari pengembangan ide hingga produksi film menggunakan teknologi generatif AI.
Melalui sesi mentoring dan transfer pengetahuan bersama praktisi industri, peserta memperoleh wawasan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan AI dalam industri kreatif yang terus berkembang. Pada akhirnya sebanyak 10 karya terbaik terpilih ditampilkan dalam AI Cinefest Exhibition. Pameran ini menghadirkan pengalaman bagi publik untuk menikmati karya finalis sekaligus melihat bagaimana kolaborasi antara kreativitas manusia dan teknologi AI membuka kemungkinan baru dalam proses berkarya.






































