Beranda CSR Berdampak Nyata Lewat CSR, Reswara Komitmen Dorong Kemandirian Masyarakat

Berdampak Nyata Lewat CSR, Reswara Komitmen Dorong Kemandirian Masyarakat

23
0

Di sektor pertambangan, ukurannya bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi sejauh mana perusahaan mampu memberdayakan masyarakat, membuka peluang ekonomi, menjaga lingkungan, dan menciptakan dampak jangka panjang di sekitar wilayah operasional. Pendekatan tersebut membawa PT Reswara Minergi Hartama (Reswara) meraih TOP CSR Awards 2026 Corporate Level #4 Stars.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk (ABMM), Achmad Ananda Djajanegara dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa dalam kerangka keberlanjutan Grup ABMM, CSR merupakan bagian penting dari framework ESG, terutama pada aspek sosial, yang dijalankan untuk menopang keberlanjutan bisnis.“Di ABMM, kami memandang CSR sebagai bagian dari framework ESG, khususnya pada aspek sosial, yang dijalankan untuk mendukung business sustainability. ESG memiliki cakupan yang lebih luas, tetapi melalui program CSR yang terarah kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan usaha juga diikuti dengan penguatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dampak yang nyata. Pendekatan inilah yang juga dijalankan Grup ABMM dalam menerjemahkan keberlanjutan di tingkat operasional,”kata Andi.

Sementara Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, mengatakan bahwa kekuatan utama dalam pelaksanaan program CSR dan ESG Reswara terletak pada kepemimpinan dan tata kelola yang konsisten serta komitmen integritas perusahaan sehingga program yang berjalan di lapangan dapat lebih terukur, lebih akuntabel, dan menghasilkan dampak yang saling menguatkan.“CSR dan ESG bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan cara untuk memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin setiap program yang dijalankan tidak hanya selesai sebagai kegiatan, tetapi meninggalkan kapasitas, peluang, dan kemandirian yang bisa tumbuh dalam jangka panjang,” ujar Iwan.

Bagi anak usaha ABMM ini, pertumbuhan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan perlindungan lingkungan. Karena itu, arah kebijakan CSR dan ESG harus dibangun dengan pendekatan yang lebih substantif untuk menumbuhkan kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu contoh utamanya terlihat pada program pemulihan lingkungan yang dijalankan melalui anak usaha Reswara, PT Tunas Inti Abadi (TIA), di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. TIA mencatat total reklamasi lahan mencapai 901,26 hektare (ha). Pada saat yang sama, realisasi rehabilitasi daerah aliran sungai telah mencapai 1.745,10 ha atau setara 100 persen dari kewajiban yang ditetapkan, dengan total 563.268 pohon telah ditanam di area IUP TIA.

Di ranah pemberdayaan ekonomi juga terdapat progam pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal. Pengukuran Social Return on Investment (SROI) menunjukkan nilai 3,38, yang mencerminkan adanya manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas  dari program tersebut.

Reswara juga menjalankan pemberdayaan perempuan melalui dukungan terhadap UMKM lokal. Perusahaan juga mendukung penyaluran produk batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu. “Reswara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program CSR dan ESG yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Perusahaan akan melanjutkan pemulihan lingkungan secara konsisten, memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal, serta menjaga agar agenda keberlanjutan tetap terhubung dengan strategi bisnis perusahaan,”kata Iwan.

Artikulli paraprakRaih Gold Winner IMSA 2026, CK Catat 42,2 Juta Jam Kerja dan Zero Fatality
Artikulli tjetërPererat Kolaborasi dan Komunikasi, MPM Group Gelar Padel Bersama Jurnalis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini