Beranda Bursa & Saham Cipta Perdana Lancar Catat Pertumbuhan Penjualan 38,23%

Cipta Perdana Lancar Catat Pertumbuhan Penjualan 38,23%

33
0

Sepanjang tahun 2025, PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) membukukan penjualan meningkat 38,23% menjadi Rp369,59 miliar, dibandingkan Rp267,38 miliar pada 2024. Pertumbuhan penjualan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Laba kotor perseroan meningkat 20,93% dari Rp58,53 miliar menjadi Rp70,78 miliar. Laba usaha tumbuh 29,93% dari Rp31,26 miliar menjadi Rp40,62 miliar, sementara laba bersih meningkat 29,97% dari Rp23,24 miliar menjadi Rp30,21 miliar.“Pertumbuhan kinerja tahun 2025 menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan tetap memperkuat bisnis komponen otomotif sebagai fondasi Perseroan, sekaligus mengembangkan kapabilitas engineering dan manufaktur untuk menjangkau kebutuhan industri yang lebih beragam,” ujar Tjoeng Rino Saputra, Direktur PART.

Dirinya menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja perseroan menjadi landasan untuk memperkuat bisnis utama sekaligus mengembangkan peluang baru di sektor manufaktur.

Bisnis komponen otomotif tetap menjadi salah satu fondasi utama kegiatan usaha PART. Sejalan dengan perkembangan kemampuan manufaktur perseroan, PART juga terus mengembangkan produk dan solusi engineering yang dapat diaplikasikan pada berbagai sektor industri. Pengembangan tersebut memanfaatkan kapabilitas perseroan dalam engineering, stamping, welding, fabrikasi, perakitan, serta quality control. Beberapa produk yang saat ini tengah dikembangkan antara lain mesin pengering food tray, mesin panjat kelapa, gas oil water fryer, mesin penabur dolomit, serta mesin digester Somya (mesin pengolahan limbah).

Pengembangan produk tersebut membuka peluang bagi perseroan untuk memperluas cakupan pasar ke sektor peralatan pengolahan pangan, pertanian, pengolahan limbah, serta mesin dan peralatan industri. Diversifikasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan teknologi dan produksi, kapasitas Perseroan, serta kelayakan ekonomi dari setiap pengembangan produk.

Pengembangan lini bisnis non-otomotif menjadi salah satu bagian dari strategi jangka menengah Perseroan untuk memperluas basis pendapatan dan mengoptimalkan kapabilitas manufaktur yang telah dimiliki. Melalui kemampuan engineering dan manufaktur yang terus dikembangkan, PART menjajaki berbagai aplikasi mesin dan peralatan untuk kebutuhan pertanian, pengolahan pangan, pengolahan limbah, hingga peralatan industri lainnya.

Kapabilitas dalam fabrikasi, stamping, welding, perakitan, dan integrasi peralatan menjadi fondasi bagi perseroan dalam mengembangkan produk maupun menyediakan solusi engineering berbasis proyek. Dengan pendekatan tersebut, PART tidak hanya berfokus pada produksi komponen, tetapi juga secara bertahap membangun kemampuan sebagai manufacturing and engineering solution provider untuk berbagai kebutuhan industri.

 

Gelar Rights Issue dan Buyback Saham

Kemudian guna mendanai ekspansi bisnisnya, perseroan perkuat modal dengan merencanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp200 miliar. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, direncanakan untuk digunakan terutama dalam rangka memperkuat modal kerja, termasuk kebutuhan pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, serta kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Perseroan.

Pelaksanaan right issue direncanakan dengan memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan Perseroan serta akan tunduk pada persetujuan pemegang saham, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan menargetkan pelaksanaan aksi korporasi tersebut pada kuartal I 2027, dengan tetap memperhatikan kesiapan Perseroan dan kondisi pasar.

Selain rencana Right Issue, perseroan juga merencanakan pembelian kembali saham perseroan (buyback) sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal sebesar Rp10 miliar. Pelaksanaan buyback direncanakan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, ketersediaan dana, kebutuhan operasional Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan Bursa Efek Indonesia yang berlaku.

Melalui penguatan bisnis komponen otomotif dan pengembangan portofolio manufaktur serta engineering di berbagai sektor, PART berkomitmen untuk membangun sumber pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan. Perseroan akan melaksanakan strategi tersebut secara bertahap dengan tetap memperhatikan disiplin operasional, efisiensi produksi, kebutuhan pelanggan, serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Artikulli paraprakBAZNAS Bangun Huntara untuk Penyintas Gempa NTT
Artikulli tjetërPupuk Kaltim Hibahkan Mini ICU, Perkuat Mobilitas Layanan RS TNI AD Balikpapan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini