Beranda Asuransi AAJI Catat Pendapatan Premi Bisnis Baru Rp27,90 Triliun

AAJI Catat Pendapatan Premi Bisnis Baru Rp27,90 Triliun

22
0

Di kuartal pertama 2026, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi bisnis baru industri asuransi jiwa mencapai Rp27,90 triliun (unweighted).”Pertumbuhan premi bisnis baru menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pelindungan asuransi masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi pada awal tahun ini,”kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo di Jakarta, Selasa(2/6).

Disampaikannya, jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,0% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian selama triwulan I 2025 sebesar Rp26,56 triliun. Dirinya menuturkan, kinerja positif tersebut didukung oleh meningkatnya minat nasabah terhadap produk unit link, khususnya pada skema premi tunggal (single premi).

Terkait kinerja setiap kanal distribusi, dia menyampaikan kanal bancassurance menjadi penyumbang utama pendapatan premi bisnis baru, yakni sebesar Rp13,24 triliun. Hal tersebut, lanjut Albertus, menandakan bahwa kemitraan antara perbankan dan asuransi berjalan sangat efektif. Namun, angka tersebut turun 1,8% yoy.

Kanal distribusi direct marketing (pemasaran langsung), lanjutnya menempati posisi kedua dengan kontribusi pendapatan premi sebesar Rp6,92 triliun, atau naik 14% yoy. Selanjutnya, kanal keagenan menyumbang pendapatan premi sejumlah Rp4,04 triliun, atau tumbuh 1,1% yoy.

Dirinya menyatakan bahwa sebagian besar kanal distribusi alternatif lainnya juga mampu mencatatkan tren pertumbuhan yang positif di awal tahun ini. Pendapatan premi bisnis baru melalui kanal employee benefit consultant melonjak 35,7% yoy menjadi Rp1,76 triliun; kanal broker naik 17,5% yoy menjadi Rp1,16 triliun; kanal kerja sama dengan industri keuangan non-bank tumbuh 1,1% yoy menjadi Rp350 miliar; sedangkan kanal telemarketing meningkat 17,9% yoy menjadi Rp330 miliar.”Keberagaman kanal distribusi tersebut menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan asuransi jiwa serta mendukung pertumbuhan bisnis baru yang di dalam industri kita,” ucap Albertus.

Sementara itu, pendapatan premi lanjutan dari bisnis eksisting mencapai Rp19,37 triliun, menurun 7,5% yoy dibandingkan capaian pada kuartal I tahun lalu senilai Rp20,94 triliun.”Premi lanjutan tetap menjadi fondasi penting dalam keberlanjutan industri karena mencerminkan komitmen nasabah dalam mempertahankan pelindungan jangka panjang yang dimilikinya,” katanya.

Albertus menuturkan, kinerja positif industri asuransi jiwa turut tercermin dari jumlah masyarakat yang berhasil dilindungi yang melonjak 20,9% yoy menjadi 118,28 juta orang. Capaian tersebut ditopang lonjakan pada segmen kumpulan yang naik signifikan 26,1% yoy menjadi 95,72 juta orang. Segmen perorangan juga tumbuh 2,7% menjadi 22,56 juta orang.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah nasabah, total uang pertanggungan ikut meningkat. Pada kuartal pertama 2026, nilai pelindungan industri bertambah 6,5% menjadi Rp6,45 kuadriliun,”Jumlah polis juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 3,6% menjadi 22,54 juta polis, sejalan dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki pelindungan asuransi jiwa,” imbuh Albertus.

 

 

Artikulli paraprakMembangun Lebih dari Infrastruktur, Brantas Abipraya Tebar Keceriaan Iduladha Melalui 210 Hewan Kurban
Artikulli tjetërBidik Pendapatan Rp5,53 Triliun, Temas Buka Rute Baru dan Tambah Armada Kapal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini