Kejar target pertumbuhan pendapatan tahun ini 27% atau sebesar Rp5,53 triliun, PT Temas Tbk. (TMAS) terus menambah armada kapal baru.“Memang target Rp5,5 triliun terlihat agresif, tetapi kami melihat bahwa pada 2025 kami menambah cukup banyak armada. Ada penambahan netto 7 kapal yang sebagian besar dilakukan pada semester II/2025. Kami yakin kapasitas tambahan tersebut akan termonetisasi secara penuh pada 2026,”kata Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi di Jakarta, kemarin.
Disampaikannya, target pendapatan tersebut akan ditopang oleh optimalisasi ekspansi kapasitas yang telah dilakukan sepanjang 2025, termasuk penambahan armada baru, pembukaan rute pelayaran baru, serta peningkatan tingkat keterisian (load factor) armada.
Menurutnya, berbagai ekspansi yang dilakukan sepanjang tahun lalu baru akan memberikan kontribusi optimal pada tahun ini. Selain sektor pelayaran kontainer, TMAS juga melihat potensi tambahan kontribusi dari sektor energi yang diperkirakan mulai beroperasi penuh pada paruh kedua 2026.
Sejalan dengan target pendapatan, perseroan juga optimistis mampu meningkatkan laba bersih menjadi Rp778 miliar pada 2026 dari realisasi tahun 2025 sebesar Rp553 miliar.“Kami optimistis target laba tersebut dapat dicapai seiring pertumbuhan pendapatan dan pemanfaatan kapasitas yang lebih optimal,”ujarnya..
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, TMAS akan terus melanjutkan strategi penambahan dan peremajaan armada serta pengembangan kapal ramah lingkungan. Sepanjang 2025, perseroan menambah 7 armada kapal baru yang meningkatkan kapasitas angkut sekitar 17%.
Dengan tambahan tersebut, total armada TMAS kini mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati (deadweight tonnage/DWT) sebesar 464.701 ton. Rata-rata usia armada juga terus membaik, dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan turun lagi menjadi 13 tahun pada 2025. “Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional,” ujar Ricky.
Di sisi investasi, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,5 triliun pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan kapal, alat pendukung kepelabuhanan, serta pengembangan lahan penunjang operasional.
Kemudian dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), emiten jasa transportasi laut menyepakati membagikan dividen sebesar Rp228 miliar untuk tahun buku 2025. Dividen perseroan setara Rp4 per lembar saham atau sekitar 40 persen dari laba bersih yang sebesar Rp553 miliar untuk tahun buku 2025.
Ricky mengatakan, perseroan optimistis dalam meneruskan pilar strategi yang telah dicanangkan untuk tahun 2026, dengan berbagai langkah strategis seperti penambahan/peremajaan armada baru dan pengembangan kapal ramah lingkungan akan terus dilanjutkan.
Meski optimistis terhadap prospek bisnis, TMAS tetap mencermati perkembangan geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga bahan bakar dan rantai pasok dunia.






































