Beranda Ekonomi Daerah BAZNAS RI Perkuat Ekosistem Digital Fundraising dalam Penjurian Indonesia Digital Marketing Champions...

BAZNAS RI Perkuat Ekosistem Digital Fundraising dalam Penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026

18
0

NERACAONLINE, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengikuti penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Business Digest. Dalam ajang tersebut, BAZNAS RI memaparkan transformasi digital fundraising melalui pengembangan ekosistem digital yang mengintegrasikan kanal, data, komunitas, teknologi, dan pengalaman muzaki.

Sebelumnya, BAZNAS RI juga meraih predikat Excellent pada Indonesia Digital Marketing Champion 2025 dalam ajang SWA 2025 yang diselenggarakan Majalah SWA dan Business Digest.

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam penguatan pengelolaan zakat nasional. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS.

“Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola agar pengelolaan zakat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Rizaludin, dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, pengalaman masyarakat dalam berinteraksi dengan layanan BAZNAS menjadi perhatian penting dalam pengembangan strategi digital. Karena itu, BAZNAS terus melakukan penyempurnaan sistem dan layanan berbasis teknologi agar masyarakat memperoleh kemudahan, kenyamanan, serta keamanan dalam menunaikan ZIS.

“Kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Karena itu, inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola yang profesional,” katanya.

Sementara itu, Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM., Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS RI, menjelaskan bahwa strategi digital fundraising BAZNAS diarahkan untuk menjawab sejumlah tantangan, mulai dari perjalanan muzaki yang masih tersebar di berbagai kanal, kesenjangan antara data dan aksi, tantangan konversi dan retensi, hingga keterbatasan jangkauan kanal yang dimiliki sendiri.

“Tantangan kami bukan sekadar bagaimana menambah kanal digital, tetapi bagaimana mengubah berbagai kanal tersebut menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi muzaki,” ujar Fahrudin.

Menurut Fahrudin, strategi tersebut diterjemahkan melalui empat arah utama, yaitu Scale the Reach, Scale the Participation, Scale the Conversion, dan Scale the Experience. Pendekatan ini memungkinkan BAZNAS tidak hanya memperluas jangkauan fundraising, tetapi juga mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan fundraising, memanfaatkan data untuk meningkatkan konversi, serta membangun pengalaman digital yang lebih terintegrasi.

Dalam implementasinya, BAZNAS mengembangkan multiplatform digital fundraising melalui kanal internal maupun kolaborasi dengan berbagai platform digital. BAZNAS telah bermitra dengan lebih dari 100 aplikasi online untuk menyediakan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah secara digital.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menunaikan ZIS melalui berbagai titik interaksi yang relevan dengan kehidupan digital mereka. Jadi, BAZNAS tidak hanya hadir melalui owned platform, tetapi juga melalui ekosistem mitra dan berbagai platform digital,” ujar Fahrudin.

Fahrudin menegaskan, keberhasilan digital fundraising pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat melihat atau berinteraksi dengan konten BAZNAS, tetapi dari kemampuan komunikasi digital dalam membangun kepercayaan dan mendorong hubungan jangka panjang dengan muzaki.

“Yang kami bangun bukan sekadar kanal untuk menerima donasi, tetapi sebuah ekosistem yang memungkinkan lebih banyak orang, platform, dan komunitas untuk bersama-sama menciptakan dampak. Data dan transaksi harus dapat berkembang menjadi hubungan jangka panjang, pertumbuhan pengumpulan, dan dampak sosial,” ujar Fahrudin.

Strategi tersebut sejalan dengan arah transformasi digital BAZNAS yang menempatkan digital fundraising sebagai platform transformasi, dari layanan transaksi menuju pengalaman dan pendampingan muzaki. Dalam materi presentasinya, BAZNAS menegaskan bahwa teknologi tidak hanya diarahkan untuk mempermudah transaksi, tetapi juga memperdalam makna berzakat dan membangun hubungan yang lebih bermakna dengan muzaki.

Artikulli paraprakDI IKUTI 400 PESERTA DARI DALAM DAN LUAR NEGERI, ALL PRINT INDONESIA 2026 RESMI DISELENGGARAKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini