Beranda UMKM Bisnis Minuman Rempah Dilirik, Dawa Perluas Jaringan Lewat Kemitraan

Bisnis Minuman Rempah Dilirik, Dawa Perluas Jaringan Lewat Kemitraan

18
0

NERACAONLINE – Peluang bisnis minuman berbasis rempah Nusantara terus dikembangkan Dawa Minuman Rempah melalui skema kemitraan dengan investasi mulai Rp49 juta. Berdasarkan simulasi bisnis yang disampaikan perusahaan, tingkat balik modal atau break even point (BEP) diperkirakan berada di kisaran 6–15 bulan, tergantung tingkat penjualan.

Dawa memanfaatkan keikutsertaannya dalam The 2nd IBOS Expo 2026 untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menjaring mitra baru. Melalui pameran tersebut, Dawa memperkenalkan konsep bisnis minuman rempah serta skema kemitraan kepada calon mitra secara langsung.

Dawa merupakan bisnis minuman berbasis rempah Nusantara yang mulai berkembang sejak masa pandemi Covid-19, ketika konsumsi produk berbahan rempah kembali meningkat. Produk Dawa menggunakan rempah segar dengan konsep satu kali pakai dan disajikan melalui gerobak modern yang memadukan unsur tradisional dengan tampilan kekinian.

Untuk pengembangan jaringan, Dawa menawarkan dua skema kemitraan, yakni Mandiri dan Autopilot. Pada skema Mandiri, investasi normal untuk satu outlet mencapai Rp60 juta, namun selama pameran ditawarkan Rp49 juta.

Sementara skema Autopilot untuk satu outlet memiliki investasi normal Rp79 juta dan ditawarkan Rp69 juta saat pameran. Adapun paket Autopilot tiga outlet yang normalnya Rp275 juta ditawarkan dengan harga Rp199 juta.

Perbedaan kedua skema tersebut terletak pada bentuk dukungan kepada mitra. Pada skema Mandiri, Dawa memberikan pelatihan untuk mempersiapkan pembukaan outlet serta pendampingan sebagai konsultan. Sedangkan skema Autopilot mencakup bantuan pencarian lokasi yang dinilai prospektif, pengurusan perizinan, penyediaan kru, hingga pengelolaan outlet. Mitra juga mendapatkan laporan harian dan bulanan.

Direktur Dawa Minuman Rempah, Victor Adesta mengatakan, bisnis berbasis rempah masih memiliki peluang karena rempah merupakan bagian dari kekayaan Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi produk yang diterima berbagai kelompok konsumen. “Peluang bisnis ini sangat menarik, karena rempah adalah kekayaan Indonesia yang memang harus kita gunakan sebagaimana mestinya,” ujar Victor.

Menurutnya, kemitraan Dawa tidak berhenti setelah kerja sama dimulai. Perusahaan berkomitmen memberikan pendampingan kepada mitra dalam menjalankan bisnis. “Kemitraan kami bukan kemitraan yang sudah jadi mitra kami lepas tangan tapi kami rawat mitra kami karena mitra adalah sahabat yang paling dekat yang bisa menegur kita, yang bisa susah dan senang bersama,” katanya.

Keikutsertaan dalam The 2nd IBOS Expo 2026 juga disebut memberikan hasil positif bagi Dawa. Perusahaan menyatakan berhasil mendapatkan mitra baru sekaligus memperluas jangkauan kepada calon mitra.

Pengalaman tersebut menunjukkan pameran peluang bisnis dapat menjadi salah satu kanal bagi brand untuk memperkenalkan model usaha, skema investasi, serta dukungan kemitraan secara langsung kepada calon pelaku usaha.

Peluang serupa akan kembali hadir melalui The 3rd IBOS Expo 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Januari 2027. Pameran tersebut dirancang mempertemukan brand dengan calon mitra, entrepreneur, investor, dan pelaku usaha dalam ekosistem peluang bisnis.

Artikulli paraprakBAZNAS RI dan Bank Indonesia Perkuat Kompetensi Amil melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi
Artikulli tjetërPercayakan BAZNAS RI, MCG Group Salurkan Bantuan Rp450 Juta untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini