Beranda Ekonomi Daerah PTPN IV PalmCo Integrasikan Budaya 5K dan Ekonomi Sirkular Lewat Peran Pekerja...

PTPN IV PalmCo Integrasikan Budaya 5K dan Ekonomi Sirkular Lewat Peran Pekerja Perempuan

27
0

Jakarta, Peran komunitas perempuan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan mulai diarahkan untuk berkontribusi pada target
pengelolaan lingkungan nasional.

Di sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, komunitas pekerja perempuan (Srikandi) dan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) diintegrasikan untuk menjalankan program pembudayaan
5K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, dan Kekeluargaan) di seluruh
wilayah operasional perusahaan.

Penerapan standar 5K ini mencakup kawasan perkebunan, Pabrik Kelapa Sawit
(PKS), hingga area pemukiman (emplasemen) karyawan. Inisiatif tersebut sejalan
dengan agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tengah
gencar mendorong program pengurangan volume sampah langsung dari sumber
rumah tangga. Sebagai kawasan padat karya, emplasemen perkebunan kelapa sawit
dinilai memiliki potensi signifikan dalam penerapan ekonomi sirkular apabila praktik
pemilahan sampah domestik dapat dijalankan secara konsisten.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, yang juga menjabat
sebagai Pembina Srikandi PTPN IV, Hilda Savitri, menyatakan bahwa penerapan
indikator 5K ditargetkan menjadi bagian dari perilaku keseharian para pekerja, bukan
sekadar agenda seremonial tahunan.

“Tujuan utama dari pembudayaan 5K ini adalah menumbuhkan kepedulian yang bertransformasi menjadi habit atau kebiasaan. Lingkungan kerja dan rumah yang
tertata serta sehat secara langsung akan memberikan kenyamanan yang berdampak
pada peningkatan produktivitas dan semangat kerja para insan perusahaan,” ujar
Hilda di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Hilda, pelibatan perempuan dalam ekosistem perusahaan kelapa sawit
merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang esensial. Keterlibatan ini kini
menyentuh area pengambilan keputusan di tingkat keluarga yang berdampak pada
kelestarian lingkungan korporasi.

“Kolaborasi antara IKBI dan Srikandi memperlihatkan fungsi perempuan dalam
menggerakkan perubahan di lingkungan terkecil. Kita mendukung program
pemerintah dalam mengelola sampah mulai dari hulu, yakni rumah tangga karyawan.
Pemberdayaan perempuan yang utuh adalah ketika mereka memiliki bekal
pengetahuan, terlibat mengambil keputusan, dan memimpin inisiatif pelestarian tersebut. Rumusnya berkesinambungan: perempuan berdaya, keluarga tangguh, dan
lingkungan terjaga,” paparnya.

Berdasarkan data perusahaan, parameter 5K ini dievaluasi melalui penyelenggaraan
kompetisi Lingkungan Hidup dan Rumah Sehat di lingkup PTPN IV PalmCo. Tercatat
ada puluhan fasilitas operasional yang berpartisipasi, meliputi 7 unit Pabrik Kelapa
Sawit (PKS), 13 unit kebun, serta 13 kawasan rumah sehat karyawan.

Pihak manajemen menargetkan wilayah operasional yang dinilai memenuhi kriteria
kebersihan dan pengelolaan sampah terbaik akan direplikasi sebagai proyek
percontohan (benchmarking) bagi regional PTPN IV PalmCo lainnya.

Sementara itu, dari perspektif pembinaan keluarga karyawan, Ketua IKBI PTPN IV
PalmCo, Lina Jatmiko, menggarisbawahi bahwa manajemen lingkungan kawasan
korporasi sangat bergantung pada kedisiplinan rumah tangga di emplasemen kebun.

Ia menilai aspek ‘Kekeluargaan’ dalam konsep 5K menjadi faktor penentu
keberhasilan pengelolaan sampah.
“Ibu-ibu di rumah memegang kendali utama dalam menciptakan lingkungan yang
sehat. Melalui penerapan 5K, langkah awal dimulai dari hal paling dasar, seperti
memilah sampah organik dan non-organik di rumah tangga, serta merawat
pekarangan sesuai kriteria Rumah Sehat. Ketika kebersihan dan ketertiban
lingkungan sudah terbentuk menjadi norma, interaksi dan suasana kekeluargaan
antar warga di emplasemen otomatis akan semakin baik,” ungkap Lina.

Di samping penataan lingkungan fisik, agenda kolaborasi komunitas perempuan
PTPN IV PalmCo ini juga dilengkapi dengan peningkatan kapasitas literasi keuangan
keluarga melalui seminar bertajuk ‘Jaga Dompet, Jaga Rumah, Jaga Lingkungan’.

Pendekatan ini dilakukan manajemen dengan asumsi bahwa kesejahteraan finansial
keluarga berdampak pada fokus kerja karyawan di lapangan.

“Selain mengelola sampah, ibu-ibu yang berperan layaknya ‘Menteri Keuangan’ di
rumah tangga juga memerlukan literasi finansial yang baik. Mereka dibekali
pengetahuan untuk menyaring antara kebutuhan dan keinginan, menahan gaya hidup
konsumtif, serta menghindari jerat hutang atau pinjaman yang tidak produktif.
Ketenangan pikiran di rumah akibat kondisi finansial yang stabil akan memberikan
dampak positif bagi para suami saat menjalankan tugas operasional di kebun maupun pabrik,” pungkas Lina.

Keterlibatan komunitas perempuan di sektor agribisnis ini diproyeksikan memberikan
dampak ganda. Selain mendukung pemenuhan indikator Environmental, Social, and
Governance (ESG) di internal PTPN IV PalmCo, inisiatif manajemen sampah
domestik yang terstruktur di area perkebunan ini juga berkontribusi langsung pada
target pemerintah dalam menekan volume residu sampah ke Tempat Pembuangan
Akhir (TPA).

Artikulli paraprakRaih 2 Penghargaan Superbrands 2026, AQUA Elektronik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Artikulli tjetërBAZNAS RI dan Pemkab Bima Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini