Beranda Multifinance Pembiayaan Tumbuh 7,07 %, FIF Cetak Laba Bersih Rp2,37 Triliun

Pembiayaan Tumbuh 7,07 %, FIF Cetak Laba Bersih Rp2,37 Triliun

42
0

Sepanjang semester pertama 2026, PT Federal International Finance (FIF) mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun, meningkat 4,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,27 triliun.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 7,07% year-on-year (yoy) menjadi Rp25,43 triliun hingga Juni 2026, dibandingkan Rp23,75 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, jumlah unit yang dibiayai juga meningkat menjadi sekitar 1,70 juta unit, menunjukkan konsistensi permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan FIF.

Kata Presiden Direktur FIF, Indra Gunawan, kinerja positif perseroan ini merupakan hasil kontribusi dari seluruh portofolio layanan pembiayaan FIF, yaitu FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk pembiayaan produk elektronik, gadget, dan perabot rumah tangga, dan DANASTRA untuk pembiayaan multiguna. Selain itu portofolio FINATRA hadir lewat layanan produk pembiayaan mikro produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta AMITRA untuk pembiayaan syariah Haji dan Umrah.“Bagi FIF, pertumbuhan ini menjadi refleksi dari kepercayaan masyarakat serta konsumen setia yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan di tengah kondisi perekonomian yang dinamis. Ke depan, FIF akan terus memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan agar dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Indra.

Dari sisi aset, Net Service Asset (NSA) FIF tercatat sebesar Rp55,57 triliun pada Semester I 2026. Angka itu meningkat 11,79% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,71 triliun. Sementara itu, kualitas pembiayaan perseroan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett berada di level 0,28%.

Meskipun mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih mencerminkan kondisi yang sehat dan terkendali. Indra menambahkan, di tengah dinamika ekonomi domestik dan global, FIF akan terus beradaptasi dan memperkuat fundamental bisnis guna menjaga kinerja yang berkelanjutan. “Upaya tersebut kami fokuskan pada penguatan kualitas layanan dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat,”katanya.

Artikulli paraprakPendapatan REAL Melonjak 211,6% di Q2 2026
Artikulli tjetërKinerja Semakin Solid, Tugu Insurance Catatkan Laba Bersih Rp480,29 Miliar pada Semester I-2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini