Beranda Energi Di Balik Kemudi Angkutan BBM, Perannya Tak Terlihat Tapi Sering Terlibat Salurkan...

Di Balik Kemudi Angkutan BBM, Perannya Tak Terlihat Tapi Sering Terlibat Salurkan Energi

16
0

Dibalik geliat ekonomi rakyat di pasar induk, ramainya moda transportasi berlalu lalang hingga lancarnya distribusi angkutan barang atau logistik dari pabrik hingga ke tangan konsumen langsung, ada peran penting para awak mobil tangki (AMT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang perannya tidak terlihat tapi sering terlibat.

Dayat (40) pengemudi AMT Depo Pertamina, Plumpang Semper, Jakarta Utara selalu mengecek kesiapan truk tangki sebelum dijalankan. “Pagi buta sebelum truk saya jalankan, standar peraturan adaah pemeriksanaan pra perjalanan yang meliputi kelayakan kendaraan, fungsi rem, ban serta kelengkapan alat pemadam api,”ujarnya.

Disampaikannya, menjalankan standar operasional berbasis HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu, pengawasan ketat meliput aspek kompetensi dan kelayakan kendaraan menjadi kunci menekan angka kecelakaan.

Sebagai seorang AMT banyak standar aturan harus ditaati, dari PT Pertamina untuk kecepatan yang harus ditaati yakni tidak boleh melebihi 60 km per jam. Kendati armada dalam keadaan kosong jalan pulang, AMT tidak boleh keluar dari standar prosedur. Selain itu, namanya melintasi jalan umum harus disiplin dengan aturan dan tingkatkan kesabaran.

Meskipun yang diangkut bukan nyawa seperti kendaraan bus, namun risiko angkutan BBM lebih berbahaya, baik itu faktor medan yang dilalui, kondisi cuaca ataupun faktor kelalain pengemudi bisa berdampak lebih luas. Hal senada juga disampaikan Gugun Ayudin, AMT Integrated Terminal Jakarta mengatakan, kemacetan panjang Ibukota tak menjadi penghalang untuk memastikan energi tiba dengan aman dan tepat waktu.

Karena di setiap energi yang disalurkan, menjadi tanggung jawab besar terhadap masyarakat.“Kalau pahlawan dulu berjuang dengan senjata, kami sekarang berjuang menyalurkan energi,” ungkap Gugun yang telah dua tahun bertugas menyalurkan BBM ke wilayah Jabodetabek.

Lalu ada Mahmudah, AMT Integrated Terminal Rewulu  di Yogyakarta yang membuktikan bahwa semangat juang tidak mengenal gender. Dirinya selama sebelas tahun bertugas sebagai AMT di Integrated Terminal Rewulu, telah melewati berbagai tantangan, termasuk pandangan mengenai pekerjaannya ini bukan untuk perempuan. Mahmudah menepis persepsi tersebut.“Saya ingin membuktikan kalau wanita juga bisa menjaga ketahanan energi. Kami bekerja dengan amanah dan tulus melayani dengan hati agar energi ini bisa mengantarkan setiap perjuangan setiap orang yang di Indonesia,” ujar Mahmudah.

Baginya, setiap perjalanan membawa tanggung jawab yang besar, selain mewakili semangat perempuan Indonesia yang berani mengambil peran di sektor energi. Dirinya juga membuktikan bahwa sosok pahlawan wanita itu ada.

Selain itu, setiap tetes BBM yang sampai ke tujuan, ada perjuangan luar biasa nukan hanya dari para awak mobil tangki, tapi juga keluarga yang selalu mendukung tanpa lelah. Mereka adalah pahlawan di balik kemudi, penjaga semangat agar energi terus mengalir ke seluruh penjuru negeri.

Dibalik peran pengemudi angkutan BBM ada sejuta harapan masyarakat akan kegiatan dan aktivitas mereka tetap berjalan normal. Pasalnya, keterlambatan distribusi angkutan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sangat berdampak masif dan sistemik, memicu antrean panjang, kelangkaan pasokan, hingga melumpuhkan aktivitas distribusi logistik, transportasi umum, dan sektor pertanian.

Ya, kekosongan stok ini secara langsung menghambat mobilitas masyarakat umum yang mengandalkan kendaraan bermotor. Maka berangkat besarnya peran distribusi angkutan BBM hingga ke tangan konsumen sebagai sumber energi dan menunjang roda perekonomian, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam ekosistem Pertamina Group terus memperkuat perannya menjaga kelancaran distribusi energi dari titik eksplorasi hingga konsumsi.

Selain itu, juga perluas menjangkau lapisan masyarakat termasuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). “Energi bukan sekadar pasokan, melainkan penggerak kehidupan dan harapan. Kami hadir untuk memastikan energi tetap menyala, mulai dari pusat kota hingga daerah terluar negeri ini,”kata Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.

Tengok saja momentum hari besar keagamaan, seperti Ramadan–Idulfitri 2026/1447 H, Elnusa Petrofin membuat satgas untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi nasional dan memastikan distribusi BBM tetap aman, andal, serta tepat waktu.  Elnusa Petrofin, menurut Doni, perannya sangat signifikan sebagai garda depan distribusi energi nasional, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Oleh karena itu, perseroan mengoptimalkan kapabilitas operasional melalui penguatan armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang terintegrasi dengan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).  Dalam periode Satgas, perusahaan mengoperasikan 1.885 unit Mobil Tangki (MT) dengan total kapasitas angkut 31.576 kiloliter, termasuk penambahan 114 unit MT baru untuk meningkatkan fleksibilitas distribusi. Untuk sumber daya manusia, Elnusa Petrofin menyiapkan 7.567 AMT, termasuk 1.083 AMT yang kompetensinya ditingkatkan dari level AMT 2 ke AMT 1. Sebagai antisipasi lonjakan permintaan, perusahaan menyiapkan 225 armada tambahan melalui skema spot charter yang ditempatkan secara strategis.

Selain itu, disiapkan 124 titik rest area dan check point, 25 SPBU kantong berkapasitas 16 KL, serta Road Traffic Control (RTC) untuk memastikan keselamatan dan kebugaran AMT selama bertugas.

Tingkatkan Faktor Keselamatan

Menyadari mobil tangki yang membawa ribuan liter BBM ini tentunya memiliki risiko saat menjalankan tugas, PT. Elnusa Petrofin (EPN) yang mengelola pendistribusian BBM PSO (Public Service Obligation/Subsidi) dan Bahan Bakar Khusus (BKK) Pertamina ke SPBU-SPBU menggunakan mobil tangki BBM mengetatkan standar operasional layanan dengan mengedepankan keselamatan ketimbang nilai ekonomi. Berbagai macam terobosan dikeluarkan agar kegiatan distribusi BBM semakin baik. Hal ini dilakukan baik dari segi sumber daya manusia maupun dalam hal teknologi yang dilakukan di kendaraan mobil tangki.

“Health, Safety, Environment atau HSE memang sudah menjadi budaya utama EPN dalam menjalankan tugas. Hal ini tentunya berlaku baik yang bekerja di dalam kantor, Terminal BBM (TBBM) terlebih supir mobil tangki yang bekerja langsung di jalan raya. Teknologi seperti Dash cam dan Buzzer over speed menjadi salah satu inovasi sekaligus upaya dalam meningkatkan faktor keselamatan EPN dalam meningkatkan faktor keselamatan. Bahkan EPN menjadi Pioner, yang pertama kali menerapkan teknologi ini di Indonesia“,kata Nur Kholis, Direktur Operasional dan Marketing PT. Elnusa Petrofin.

Dari dash cam ini, manajemen EPN bisa memantau kerja dan mengusahakan agar para AMT mematuhi 12 jam kerja. Selain itu, rekaman dari dash cam tentunya dapat menjadi alat bukti otentik untuk segala macam aktivitas pekerjaan, atau jika ada investigasi.

Kata Nur Kholis, teknologi dan inovasi ini menjadi wujud komitmen EPN dalam penerapan HSE. “Walapun teknologi ini baru dimulai di awal 2019 di beberapa daerah di Sumatera, Kita memantau bahwa dalam perjalanannya telah terbukti memberikan efek positif. Harapan kami, semoga inovasi pioner EPN ini kedepannya dapat diterapkan untuk seluruh mobil tangki sampai pelosok daerah-daerah di Indonesia,”ujarnya.

Selain dash cam, buzzer over speed dan GPS juga menjadi teknologi yang diterapkan EPN. Buzzer Over Speed ini berada di dalam cabin mobil tangki dan berbunyi sebagai alarm jika kecepatan kendaraan melebihi angka 60km/jam.

Angga Marta Pradana Kepala Departemen IT EPN menjelaskan bahwa mobil tangki yang telah dipasang alat-alat ini secara langsung di monitoring di kantor pusat. Semua data dikumpulkan dan diinformasikan ke masing-masing daerah jika terjadi pelanggaran.

Menjangkau Wilayah Terisolir

Kemudian untuk menjangkau distribusi BBM di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), Elnusa Petrofin mengoperasikan sekitar seratus unit mobil tangki yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Selain Makassar, armada juga ditempatkan di Parepare dan Palopo guna memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.“Intinya bagaimana menyalurkan energi itu sudah dirancang sedemikian rupa agar masyarakat tidak pernah kekurangan energi,”kata Manager Corporate Communication &Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo.

Dalam melayani wilayah terpencil, perusahaan menerapkan berbagai skema distribusi, termasuk melalui Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) serta kerja sama dengan mitra-mitra Pertamina. Keselamatan menjadi prioritas utama, baik terhadap muatan BBM maupun awak mobil tangki yang bertugas di lapangan.”Untuk wilayah 3T di Sulawesi, terdapat sekitar delapan lokasi terminal yang menjadi basis distribusi. Di Sulawesi Selatan, pasokan BBM menjangkau sejumlah wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Jampea, Benteng, Kalumpang, hingga wilayah pegunungan seperti Seko.”tandasnya.

Sementara itu, lanjut Putiarsa distribusi energi di wilayah lain di Sulawesi juga dilakukan melalui terminal-terminal yang berada di Kendari, Baubau, Luwuk Banggai, hingga Sulawesi Utara yang melayani daerah kepulauan. Terkait harga BBM di wilayah terpencil, Elnusa Petrofin memastikan masyarakat tetap memperoleh BBM dengan harga yang sama sesuai program BBM Satu Harga yang dicanangkan pemerintah.“Untuk BBM-nya tetap BBM Satu Harga. Itu memang program pemerintah dan sampai sekarang masih berjalan,” jelasnya.

Mengenai pengawasan distribusi di wilayah 3T, Putiarsa mengakui Elnusa Petrofin menerapkan sistem pemantauan yang melibatkan berbagai moda transportasi, termasuk distribusi multimoda untuk wilayah kepulauan. Selain itu, terdapat mekanisme pelaporan yang diketahui oleh pemerintah daerah setempat.

Sementara soal kuota BBM, pihak Elnusa Petrofin menegaskan bahwa kewenangan tersebut berada di tangan regulator sektor energi, bukan perusahaan distribusi.“Tugas kami adalah menjalankan distribusi dan memastikan tidak terjadi kelangkaan energi, terutama di wilayah-wilayah 3T,” katanya.

Dengan dukungan armada, jaringan distribusi, serta koordinasi bersama Pertamina dan regulator, Elnusa Petrofin optimistis dapat terus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat hingga ke wilayah paling terpencil di Sulawesi.

 

Artikulli paraprakUji Petik Pembayaran Gaji Ketiga Belas 2026 Taspen
Artikulli tjetërBank Muamalat Hadirkan Semarak Qurban Muamalat 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini