Beranda Lainnya Memberdayakan Ekonomi Perempuan dengan Menjadi Agen BRI Link

Memberdayakan Ekonomi Perempuan dengan Menjadi Agen BRI Link

25
0

Bangsa ini tak pernah habis memiliki para pejuang Kartini di era digital saat ini dengan berbagai perannya, termasuk pejuang untuk keluarga. Misdawilis atau dikenal uni Ida (55), agen BRI Link Faar Shop menjadi Kartini bagi kedua anaknya karena mampu membesarkan dan menyekolahkan hingga perguruan tinggi berkat menjadi agen BRI Link. Menjadi single parent, ditinggal mati suami bukanlah persoalan mudah bagaimana dirinya harus berjibaku mengambil dua peran sekaligus sebagai kepala rumah tangga dan ibu bagi anak-anaknya di tengah ekonomi yang menantang. Apalagi, Ida harus mengurus kedua orang tuanya yang sudah sepuh.

Perjalanannya menjadi agen BRI Link terjadi di awal tahun 2020, saat pandemi Covid-19 tengah dasyatnya. Kala itu, wanita asal Solok Sumatra Barat ini sudah menjadi agen asuransi Prudential sebelum terlibat menjadi agen BRI Link. Maka kebiasannya ketemu nasabah menawarkan produk sudah biasa dilakukannya. Namun disaat sang ayah jatuh sakit dan harus diurus, memaksanya untuk berhenti bekerja dan memilih berdagang warung kecil dirumahnya diujung gang Zaman Blok Satam 2 Jurang Mangu Barat, Pondok Areng Tangerang Selatan,“Ini semua saran anak agar mencari pekerjaan lain yang lebih banyak waktu di rumah,”ujarnya kepada Neraca di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun kebiasannya yang tak pernah diam, mendorongnya memutar otak usaha lain. Kepintarannya memasak masakan padang, sebenar bisa menjadi pemasukan namun tak bisa diandalkan karena tidak fokus digeluti,”Saya juga terima order katering masakan, tapi gak tiap hari order itu datang. Selain itu juga jual tupperware dan baju,”katanya.

Kala itu, rasa penasarannya terhadap bahelo agen BRI Link yang jumpainya di sepanjang jalan mendorong langkahnya untuk mencari tahu produk apa itu dengan menemui karyawan BRI di kantor cabang BRI Joglo.”Saya tuh penasaran agen BRI Link itu apa, makanya saya cari tahu research di hp hingga bertemu langsung matri BRI,”tutturnya.

Dilalahnya, disaat niatnya mencari info dan tertarik menjadi agen BRI Link langsung diapprove pihak BRI. Hebatnya lagi, uni Ida belajar otodidak bagaimana operasional, apa yang dilakukan dan penggunaan mesin saat baru menjadi agen BRI Link. Kendati uni Ida mengaku tak pernah dapat training dan hanya info tutorial dari grup whatsup, hal tersebut tak menjadi kendala dan menurunkan semangatnya untuk bejalar.

Bermodalkan Rp5 juta menjadi agen BRI Link, lanjut uni Ida, transaksi masih sepi selama tiiga bulan di awal. Hal ini mendorongnya untuk memperkenalkan layanan mini perbankan kepada para tetangga dari mulut ke mulut. “Pada awalnya, para tetangga khawatir layanan terhadap agen BRI Link, dikira judi online karena minim informasi. Seiring berjalan waktu, transksi agen BRI Link di uni Ida terus ramai warga bertransaksi.”ucapnya.

Disampaikannya, kebiasan para tetangga menggunakan agen BRI Link lebih bayak melakukan top up dana, transfer uang gaji ke istri ataupun saudara di rumah. Dalam perbulannya, uni Ida mencatat 850 kali transaksi. Ya, ramainya transaksi tak lepas dari sekitar rumahnya terdapat konveksi yang kebanyakan karyawannya memafaatkan layanan agen BRI Link untuk segala macam transaksi, baik itu bayar token listrik, tarik tunai atau transfer, bayar BPJS dan lainnya.

 Optimalkan Penghasilan

Optimalkan penghasilan dari layanan agen BRI Link, uni Ida juga mengambil peran menjadi marketing BRI dengan mereveralkan potensial nasabah yang membutuhkan permodalan atau pinjaman. “Produk BRI itu banyak, makanya saya tak cukup membuka agen BRI Link tapi juga menjembatani atau memfasilitasi warga yang butuh modal ke BRI.”ungkapnya.

Kendati begitu, ditengah semangatnya menjadi agen BRI Link juga menemui kendala seperti kesalah fahaman atau miss informasi para tetangga dan termasuk keluarga yang menganggap dirinya rentenir dengan membantu memberikan pinjaman untuk usaha. “Ketika berkas syaratnya tak memenuhi, biasanya tetangga beranggapan pinjaman itu uangnya disaya dan begitu juga saudara sehingga menimbulkan bersitegang,”paparnya.

Dibalik perjalannya menjadi agen BRI Link, uni Ida mengakui, peran BRI sangat penting memberdayakan wanita seperti dirinya untuk meningkatan penghasilan ekonomi keluarga dan tak hanya itu bisa membantu tetangga dalam memberikan inklusi keuangan dan juga literasi keuangan disaat ada warga yang berpotensi terkena tipuan berkedok menang hadiah dan diminta transfer dana.

Dirinya pun berharap, usahanya menjadi agen BRI Link bisa memiliki outlet sendiri di pinggir jalan yang besar. Kehadiran BRI Link di tengah pemukiman padat penduduk, seperti uni Ida dirasakan betul manfaatnya bagi masyarakat setempat dalam menjangkau inklusi keuangan.

Waeri (36), wanita asal Brebes mengatakan, adanya unit Link di uni Ida cukup membantu dirinya yang membutuhkan inklusi layanan keuangan yang bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, seperti transfer dana ataupun topup gopay,”Malam hari pernah saya minta tolong uni Ida, transferin dana ke anak saya di Kalimantan dan dilakukan. Coba kalau saya ke bank malam hari pasti susah dan sudah tutup,”ceritanya.

Selain itu, hal praktis dan hemat waktu juga menjadi pilihannya untuk setor dana ataupun tarik dana di agen BRI Link uni Ida. Pasalnya, cukup selangkah dari rumahnya tanpa harus antri lagi seperi datang langsung ke bank. Asal tahu saja, mayoritas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air adalah perempuan. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa lebih dari 50% dari sekitar 64,5 juta unit UMKM dikelola oleh tangan-tangan perempuan — dari warung kelontong di gang sempit hingga bisnis kuliner artisan yang viral di media sosial.

Fenomena ini bukan sekadar angka statistik. Perempuan pelaku UMKM berperan ganda: sebagai ibu rumah tangga sekaligus penggerak ekonomi keluarga. Mereka memilih jalur wirausaha karena fleksibilitas waktu, minimnya akses ke dunia kerja formal, sekaligus semangat mandiri yang tumbuh dari kebutuhan nyata. Sektor yang paling banyak mereka geluti meliputi makanan dan minuman, fashion, kerajinan tangan, hingga jasa kecantikan.

Artikulli paraprakSavyavasa Lakukan Serah Terima Unit
Artikulli tjetërPerkuat Ketahanan Pangan dan Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini