Peduli pendidikan dan mendukung pengembangan generasi muda, SCG kembali hadirkan Sharing the Dream 2026 yang tahun ini memasuki tahun ke-14. Sejak diluncurkan pada 2012, program ini telah mendukung lebih dari 5.200 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Tahun ini, SCG menganugerahkan 412 beasiswa kepada 400 siswa SMA/sederajat dan 12 mahasiswa tingkat Sarjana (S1).“Di SCG, kami percaya bahwa kekuatan terbesar suatu bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Seiring dunia terus berkembang, mempersiapkan generasi muda untuk masa depan tidak lagi hanya tentang memberikan akses terhadap pendidikan. Hal ini juga berarti membangun pola pikir, kemampuan, dan kepercayaan diri agar mereka mampu memimpin, berinovasi, dan berkontribusi kepada masyarakat. Selama bertahun-tahun, kami belajar bahwa dampak yang bermakna dan berkelanjutan lahir dari investasi bukan hanya pada pendidikan, tetapi juga pada manusia. Karena itu, SCG Sharing the Dream terus berkembang melampaui program beasiswa menjadi sebuah platform jangka panjang yang memberdayakan generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan dampak positif di komunitas mereka,”ujar Pattaraphon Charttongkum, President Director PT SCG Indonesia di Jakarta, Selasa (11/8).
Bekerja sama dengan Ancora Foundation yang telah menjadi mitra resmi SCG sejak tahun 2012, program ini telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 5.200 pelajar, disusul dengan berbagai jenis pelatihan kompetensi. Sejak 2024, SCG juga memberikan kuota khusus bagi anak pekerja bangunan dan anak disabilitas.
SCG Sharing the Dream tidak hanya hadir di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen SCG yang lebih luas dalam mengembangkan generasi muda di kawasan ASEAN. Program ini telah memberikan puluhan ribu beasiswa kepada pelajar di Vietnam, Kamboja, Laos, dan Filipina. Hal ini mencerminkan komitmen jangka panjang SCG dalam memajukan pendidikan dan mengembangkan generasi masa depan di kawasan.
Di luar pemberian beasiswa, SCG mewujudkan komitmen regional tersebut melalui berbagai pengalaman pembelajaran seperti ASEAN Camp dan ESG Experience Trip. Melalui kegiatan ini, para peserta berinteraksi dengan rekan sebaya dari berbagai negara ASEAN, bertukar gagasan, serta memperoleh pengalaman langsung mengenai kepemimpinan dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Pengalaman tersebut membantu memperkuat pemahaman regional sekaligus mendorong generasi muda untuk menerapkan pembelajaran yang mereka peroleh dalam menciptakan dampak positif di komunitas masing-masing.
Paramate Nisnagornsen, Vice President of Corporate Administration SCG mengatakan, meskipun pembahasan hari ini berfokus pada generasi muda Indonesia, pihaknya melihat aspirasi dan tantangan yang serupa di berbagai negara ASEAN. “Seiring kawasan kita semakin terhubung, mempersiapkan generasi muda untuk masa depan bukan lagi menjadi tanggung jawab satu negara saja. Melalui inisiatif seperti SCG Sharing the Dream, kami menciptakan kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas perspektif, belajar lintas budaya, serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk berkembang di dunia yang berubah dengan cepat,”ungkapnya.
Disampaikannya, aspirasi ini sejalan dengan ASEAN Community Vision 2045. Pada akhirnya, ambisi SCG bukan hanya mendukung keberhasilan individu, tetapi juga membentuk generasi pemimpin masa depan yang mampu berkolaborasi lintas budaya, mengedepankan keberlanjutan, serta berkontribusi terhadap ASEAN yang lebih kuat dan tangguh.

Ciptakan Perubahan
Salah satu contoh inspiratif adalah WANOJA Green Academy, Community Project yang diinisiasi oleh Lulita Sauman, alumni SCG Sharing the Dream 2025, di Ciwidey, Jawa Barat. Berangkat dari berbagai tantangan yang dia temui di lingkungannya, Lulita bekerja sama dengan komunitas pariwisata lokal untuk memberdayakan lebih dari 60 anak muda melalui pengembangan keterampilan ekowisata.
Inisiatif ini membuka peluang baru sekaligus berupaya menjawab sejumlah tantangan lokal, seperti terbatasnya prospek ekonomi, pernikahan dini, dan akses terhadap pendidikan.“Community Project menjadi ruang bagi saya untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Program ini mengajarkan saya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan berpikir
kritis, beradaptasi, dan memahami kebutuhan nyata masyarakat. Yang lebih penting, pengalaman ini memberi saya kepercayaan diri untuk meyakini bahwa tindakan kecil sekalipun dapat menciptakan perubahan yang berarti. Kini, saya berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menyadari bahwa mereka juga mampu membuat perubahan positif di komunitas masing-masing.”kata Lulita.
Kata Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, perlu mendorong anak-anak Indonesia dari sisi kemampuan beradaptasi serta kemampuan berpikir kritis. “Anak-anak Indonesia memiliki resiliensi atau daya juang dan kemampuan belajar yang tinggi. Resiliensi dan kemampuan belajar ini akan didukung dengan penyiapan dari SCG untuk menjadikan mereka lebih adaptif melalui pengembangan Green Active Generation. Tentunya, mereka akan menjadi talenta-talenta unggul dari Indonesia. Jadi, anak-anak ini perlu terus dikembangkan prestasinya.”tandasnya.
Sebagai informasi, salah satu dampak nyata dari program ini adalah perubahan mindset dan peningkatan kepedulian para penerima beasiswa SCG Sharing The Dream terhadap permasalahan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berdasarkan survei internal SCG terhadap 151 alumni program (berusia 18-22 tahun), permasalahan ekonomi dan kemiskinan, disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kesenjangan pendidikan, pencemaran lingkungan, dan kesehatan mental menjadi lima tantangan yang paling mengkhawatirkan bagi mereka dalam 10 tahun ke depan.
Sebanyak 75% responden menyatakan bahwa program ini meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan, sementara 55% mengaku semakin percaya diri dalam memimpin perubahan di komunitas masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya mendukung pengembangan akademis, tetapi juga membangun pola pikir dan kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen ESG SCG, SCG Sharing the Dream berkontribusi terhadap pendekatan Inclusive Green Growth SCG dengan memperluas akses terhadap pendidikan, memperkuat kapasitas generasi muda, serta mendorong berbagai inisiatif berbasis komunitas.
Melalui upaya jangka panjang tersebut, SCG berupaya berkontribusi terhadap aspirasi Indonesia dalam membangun sumber daya manusia berkualitas tinggi di bawah Visi Indonesia Emas 2045 dengan memberdayakan generasi muda agar mampu mengembangkan potensi mereka secara optimal.






































