Beranda Perbankan KB Bank Perkuat Wholesale Banking, Bidik Pertumbuhan Berbasis Ekosistem dan Korea-Indonesia

KB Bank Perkuat Wholesale Banking, Bidik Pertumbuhan Berbasis Ekosistem dan Korea-Indonesia

41
0

 

NERACAONLINE — PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank) terus memperkuat bisnis Wholesale Banking sebagai mitra keuangan strategis bagi pelaku usaha hingga institusi berskala besar di Indonesia. Strategi tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking, yang didukung oleh Transaction Banking.

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi, mengatakan, pengembangan Wholesale Banking tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pembiayaan, tetapi juga membangun hubungan perbankan yang terintegrasi dengan seluruh ekosistem bisnis nasabah.

“Wholesale Banking KB Bank kami arahkan untuk menjadi main operating bank bagi nasabah dan seluruh ekosistem bisnisnya. Artinya, kami tidak hanya hadir melalui pembiayaan, tetapi juga melalui layanan transaksi, pengelolaan arus kas, treasury, hingga kebutuhan perdagangan internasional,” ujar Widodo dalam media workshop di Jakarta, Kamis (23/9).

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi KB Bank untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah sekaligus menjaga kualitas dan kesehatan portofolio pembiayaan.

Dalam menjalankan strategi Wholesale Banking, KB Bank menerapkan empat prinsip pertumbuhan. Pertama, ecosystem-based, yakni melayani rantai nilai bisnis secara menyeluruh, mulai dari perusahaan utama atau anchor company, pemasok, distributor, hingga karyawan yang berada di dalam ekosistem tersebut.

Kedua, transaction-led, dengan mengutamakan penguasaan rekening operasional dan pengelolaan arus kas harian nasabah. Dengan pendekatan ini, pembiayaan menjadi bagian dari hubungan perbankan secara menyeluruh, bukan berdiri sendiri.

Ketiga, quality before volume, yang menekankan konsistensi standar kredit, pemantauan portofolio secara ketat, serta pengelolaan neraca yang seimbang dan didukung struktur pendanaan yang sehat. “Pertumbuhan bagi kami bukan sekadar mengejar volume. Kualitas aset, struktur pembiayaan dan keberlanjutan hubungan dengan nasabah menjadi bagian penting dalam strategi Wholesale Banking,” kata Widodo.

Sementara prinsip keempat adalah Korea-Indonesia Link. Strategi ini menjadi salah satu keunggulan KB Bank dalam melayani korporasi asal Korea Selatan yang menjalankan bisnis di Indonesia sekaligus memfasilitasi perdagangan dan investasi kedua negara.

Widodo menjelaskan, penguatan koridor Korea-Indonesia dilakukan dengan melayani korporasi Korea Selatan, khususnya perusahaan manufaktur dan trading house, sekaligus menghubungkannya dengan rantai pasok lokal. Selain memanfaatkan jaringan global KB Financial Group, KB Bank juga menawarkan fasilitas Local Currency Transaction (LCT) untuk transaksi bilateral menggunakan mata uang Rupiah dan Won.

“Koridor Korea-Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang kami miliki. Kami dapat menghubungkan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia dengan ekosistem bisnis lokal, sekaligus mendukung transaksi perdagangan melalui penyelesaian mata uang lokal,” jelasnya.

Perkuat Layanan Transaksi

Untuk mendukung kebutuhan operasional maupun ekspansi nasabah, Wholesale Banking KB Bank menyediakan sejumlah produk dan layanan yang terintegrasi.

Dari sisi pembiayaan, layanan mencakup modal kerja, pembiayaan investasi, project financing hingga supply chain financing. Sementara melalui Transaction Banking, nasabah mendapatkan layanan cash management, pembayaran, collections dan trade finance.

KB Bank juga menyediakan layanan Treasury & Foreign Exchange (FX), termasuk transaksi valuta asing dan instrumen lindung nilai atau hedging. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan penyelesaian transaksi langsung Rupiah-Won yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi transaksi dalam koridor perdagangan Indonesia-Korea.

Di sisi hubungan nasabah, setiap perusahaan mendapatkan pendampingan dari Relationship Manager yang berfungsi sebagai single point of contact untuk berbagai kebutuhan perbankan.

Menurut Widodo, integrasi layanan tersebut penting karena kebutuhan perusahaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga bagaimana bank dapat membantu perusahaan mengelola keseluruhan siklus transaksi bisnis.

“Bank harus memahami bagaimana bisnis nasabah berjalan, mulai dari kebutuhan modal, penerimaan dan pembayaran, perdagangan, hingga pengelolaan risiko. Karena itu, pendekatan transaction-led dan ecosystem-based menjadi penting,” tuturnya.

Bidik Sektor Prioritas

Dalam mengalokasikan pertumbuhan bisnis, Wholesale Banking KB Bank memfokuskan perhatian pada sektor-sektor yang dinilai memiliki rantai nilai dengan fundamental kuat dan daya serap pasar yang berkelanjutan.

Sejumlah sektor yang menjadi prioritas antara lain kesehatan, manufaktur, perdagangan dan distribusi, otomotif, bahan bangunan, serta pendidikan.

Strategi tersebut diharapkan dapat membuat pertumbuhan Wholesale Banking berjalan lebih terukur dengan mempertimbangkan kualitas nasabah, kekuatan ekosistem bisnis dan prospek industri.

Dengan kombinasi pembiayaan, layanan transaksi, treasury serta konektivitas Korea-Indonesia, KB Bank menempatkan Wholesale Banking sebagai salah satu lini penting dalam memperkuat peran bank sebagai mitra operasional bagi dunia usaha.

Widodo menambahkan, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya KB Bank membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah, bukan sekadar hubungan berbasis transaksi pembiayaan.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana KB Bank dapat menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan nasabah, dengan menyediakan solusi yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan bisnis mereka,” pungkas Widodo.

Artikulli paraprakDanamon Matsuri 2026 Hadirkan Perpaduan Tradisi Jepang dan Bali dalam Satu Perayaan 
Artikulli tjetërRantai Nilai Industri Furnitur Menyatu dalam Satu Atap: IFFINA+ powered by imm cologne, IHF Indonesia, dan interzum jakarta Resmi Dibuka di Jakarta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini