Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dan komitmen Grab Indonesia mendorong para mitra naik kelas, perseroan kembali meluncurkan GrabAcademy sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan mengelola usaha, serta menjajaki peluang penghidupan yang lebih luas di dalam ekosistem Grab.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia mengatakan, semangat kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang, termasuk para mitra pengemudi dan mitra merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang. Oleh karena itu, GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap mitra pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. “Kami ingin membuka peluang tanpa batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” ujarnya di Jakarta, Selasa (11/8).
Disampaikannya pula, perseroan terus memperkuat ekosistem dan besar harapan bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi pemerintahan agar setiap mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing.
Selama ini, ada yang berkembang sebagai mitra pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. “Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,”katanya.

Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi hadirnya GrabAcademy.”Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,”ujarnya.
Disampaikan Maman, pada hakikatnya setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai mitra pengemudi. Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan mitra pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing.
Ditambahkan Maman, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha. Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu.
Erna Junita, mitra pengemudi Grab yang beralih dari GrabBike ke GrabCar mengatakan, ketika ingin beralih ke GrabCar, salah satu tantangan terbesar baginya adalah akses terhadap kendaraan roda empat. “Melalui GrabAcademy, saya memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang dibutuhkan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa. Akses ini menjadi modal awal bagi saya untuk mengambil langkah baru tanpa harus terlebih dahulu memiliki mobil sendiri. Kini, saya memiliki pilihan yang lebih luas untuk terus berkembang sebagai mitra pengemudi dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Daniel Tomeke, mitra pengemudi sekaligus mitra merchant Grab mengatakan, dirinya memulai perjalanan sebagai mitra pengemudi dan kemudian mencoba mengembangkan usaha kuliner. “Materi pembelajaran dan ekosistem Grab membantu saya memahami langkah-langkah untuk memulai usaha, memperoleh akses pemodalan, serta menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjadi mitra merchant membuka pilihan baru bagi saya. Saya tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai mitra pengemudi sambil membangun usaha yang saya harapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga.”ungkapnya.
Jalur Pengembangan
Asal tahu saja, program “Naik Kelas” dirancang untuk mendukung beragam aspirasi mitra pengemudi melalui lima jalur pengembangan:
- Mitra Melaju: Membuka peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi ke roda empat.
- Mitra Pengusaha: Memberikan pembelajaran bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Materinya mencakup pengenalan dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, serta penggunaan ekosistem GrabMerchant untuk mendukung pertumbuhan usaha. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant
- Beasiswa Mitra: Membuka akses bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra untuk melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya dengan kemitraan bersama Universitas Terbuka dan disalurkan oleh Benihbaik.com. Para mitra dapat melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan Rp25,8 miliar, termasuk keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum. Program ini merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Secara keseluruhan, Indonesia menjadi kontributor terbesar atau hampir 70% dari total dampak program di Asia Tenggara.
Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Rektor Universitas Terbuka, mengatakan, bagi Universitas Terbuka, pendidikan tinggi bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh gelar, melainkan instrumen penting untuk membuka mobilitas sosial, meningkatkan kapasitas diri, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga negara. “Kolaborasi dengan Grab melalui program beasiswa bagi mitra pengemudi merupakan wujud nyata bagaimana perguruan tinggi dan dunia usaha dapat bersama-sama memperluas daya jangkau pendidikan tinggi. Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan.”ujarnya.
- Mitra Kreator: Membekali Mitra Pengemudi dengan pengetahuan dasar untuk membangun kehadiran digital dan mengembangkan konten. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, dasar-dasar produksi dan penyuntingan video, pengelolaan interaksi dengan audiens, serta pengenalan peluang monetisasi. Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, dan lebih dari 200 Mitra Pengemudi telah terpilih untuk mengikuti workshop. Melalui jalur ini, para mitra didorong untuk mengolah pengalaman dan kreativitas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjajaki peluang penghasilan tambahan.
- Mitra Instruktur: Memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman yang memiliki kemampuan komunikasi baik untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, serta membimbing Mitra Pengemudi lainnya. Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat untuk mengikuti jalur ini, dan sekitar 183 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara itu, GrabAcademy turut mengadakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi para Mitra Merchant, Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini GrabAcademy diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang semakin beragam untuk membantu para mitra meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang baru, di antaranya GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
GrabAcademy pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, GrabAcademy diperluas menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan lima jalur pengembangan yang semakin beragam bagi para mitra, yaitu Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.






































