NERACAONLINE — PT Napindo Media Ashatama (Napindo) kembali mempertegas komitmennya sebagai Professional Exhibition Organiser (PEO) melalui penyelenggaraan Indo Water 2026 Expo & Forum, yang telah menjadi pameran internasional industri air dan air limbah terkemuka di Indonesia selama 25 tahun. Diselenggarakan bersamaan dengan Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum, pameran ini akan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, menghadirkan inovasi dari enam sektor strategis dalam satu platform terintegrasi.
Sebagai pameran yang telah menjadi ajang rujukan bagi industri selama lebih dari dua dekade, Indo Water terus berkembang sebagai wadah bisnis dan pertukaran pengetahuan yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri. Tingginya antusiasme industri tahun ini tercermin dari area pameran yang telah terjual habis, dengan partisipasi lebih dari 700 peserta pameran dari 23 negara yang menempati lebih dari 20.000 meter persegi. Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran lintas sektor ini menargetkan kehadiran lebih dari 17.000 pengunjung profesional.
Menjelang penyelenggaraan pameran, Napindo menggelar kegiatan Press Conference pada Rabu (5/8) sebagai wadah untuk menyampaikan kesiapan sekaligus mempertegas komitmen pemerintah, mitra strategis, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri dalam menghadirkan solusi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Project Director Napindo, Lisa Rusli, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum menjadi momentum untuk menghadirkan inovasi, teknologi, dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Memasuki edisi ke-20, Indo Water memperkuat posisinya sebagai pionir pameran internasional industri air dan air limbah di Indonesia dengan menghadirkan area pameran lebih luas, berbagai seminar dan forum industri, serta lebih dari 80 sesi Technical Product Presentation guna mendorong pertukaran pengetahuan di sektor air, air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan elektrik, keamanan, proteksi kebakaran, serta solusi kota cerdas.
Indo Water 2026: Menuju Ketahanan Air dan Keberlanjutan Sumber Daya Air Sebagai pameran internasional terkemuka di sektor air dan air limbah, Indo Water 2026 kembali menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung ketahanan sumber daya air di Indonesia. Sandhi Eko Bramono Poedjastanto, selaku Plt. Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum RI, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Indo Water menjadi platform strategis yang mendukung pembangunan infrastruktur air minum, sanitasi, dan air limbah.
“Jadi Indo Water ini sangat bermanfaat. Bukan hanya menginseminasikan apa yang dilakukan maupun yang sedang dilakukan oleh Kementerian PU dalam bidang air minum maupun sanitasi. Namun juga menjadi kesempatan untuk transfer of knowledge kepada para audiens yang hadir terkait air minum dan sanitasi,” ujar Sandhi Eko Bramono Poedjastanto.
Dukungan terhadap Indo Water 2026 juga disampaikan oleh Agus Umar Yasin, Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), yang menilai bahwa kolaborasi antara pembuat kebijakan dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mempercepat penerapan teknologi serta penguatan tata kelola sumber daya air di Indonesia. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, IdWA menghadirkan IdWA Training selama tiga hari penyelenggaraan serta forum “Indonesia Roadmap for Water Resilience and Sustainability” pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Indo Waste & Recycling 2026: Akselerasi Ekonomi Sirkular melalui Inovasi Pengelolaan Sampah
Isu pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Indo Waste & Recycling 2026. Yayah Rodiana, selaku Kapokja Pengelolaan Limbah Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup RI, menyampaikan bahwa percepatan implementasi ekonomi sirkular memerlukan penguatan sistem pengelolaan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup juga akan menyelenggarakan Coaching Clinic selama tiga hari penyelenggaraan pameran.
Sejalan dengan hal tersebut, Edy Supriyanto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), menegaskan bahwa industri daur ulang plastik saat ini memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan The ASEAN Recycling Summit 3.0 yang diselenggarakan pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Indo Renergy & Electric 2026: Mendorong Transisi Energi melalui Green Energy
Sebagai bagian dari penyelenggaraan tahun ini, Indo Renergy & Electric menghadirkan berbagai teknologi green energy yang mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, mulai dari geothermal energy, hydropower, biomass energy, alternative energy, hingga clean electricity. Melengkapi area pameran, terdapat sesi Spotlight Zone bertajuk “Driving Hydrogen Transition through Student Innovation” oleh Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Kamis, 13 Agustus 2026, yang akan menampilkan Hydrogen Motorcycle, peraih Juara 1 PLN Innovation & Competition in Electricity (PLN ICE) 2024, serta telah dipamerkan pada IPA Convex 2026 dan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES).
IISMEX, Indo Security, dan Indo Firex 2026: Perkuat Ketahanan Wilayah melalui Transformasi Digital, Keamanan, dan Keselamatan
Penyelenggaraan tahun ini juga kembali menghadirkan solusi terkini di bidang smart city, industri keamanan, proteksi kebakaran, serta penanggulangan bencana dan K3 melalui IISMEX, Indo Security, dan Indo Firex 2026.

Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si., selaku Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, menyampaikan bahwa transformasi menuju smart city tidak hanya bertumpu pada digitalisasi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tata kelola perkotaan yang lebih cerdas, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Kementerian Dalam Negeri akan menggelar “Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts Through Regional Governance & Yield Innovation” pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Indo Security juga disampaikan oleh H. Abdul Azis Said, S.E., Ketua Umum Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang keamanan seiring berkembangnya teknologi keamanan modern. Untuk mendukung tujuan tersebut, APSI akan menghadirkan talkshow di Spotlight Zone yang membahas “Security Management System in High Risk Building” pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan Indo Firex 2026, live demonstration oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta. Melalui simulasi ini, pengunjung dapat menyaksikan praktik penanganan korban sebagai bagian dari edukasi mengenai respons cepat, prosedur penyelamatan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Dukungan Lintas Sektor dan Antusiasme Pelaku Industri Global
Pameran lintas industri ini mendapatkan dukungan dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas yang bergerak di berbagai sektor air, air limbah, pengelolaan sampah dan daur ulang, energi terbarukan dan elektrik, keamanan, proteksi kebakaran, serta solusi kota cerdas di Indonesia.
Besarnya dukungan tersebut juga tercermin dari tingginya antusiasme peserta internasional yang menjadi peserta pameran dalam penyelenggaraan tahun ini. Negara-negara yang telah mengonfirmasi partisipasinya meliputi Indonesia, Australia, Tiongkok, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Türkiye, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya.
Dengan partisipasi yang semakin luas dari berbagai pemangku kepentingan dan pelaku industri global, Napindo optimis penyelenggaraan Indo Water 2026 Expo & Forum menjadi momentum penting dalam memperkuat investasi, memperluas kemitraan, serta mempercepat transformasi industri air dan air limbah nasional menuju industri yang lebih berdaya saing global.






































