Mempersiapkan masa depan finansial keluarga bukanlah perjalanan singkat. Bagi banyak keluarga, aset yang dimiliki hari ini merupakan hasil dari kerja keras, keputusan finansial, dan perencanaan yang dilakukan selama puluhan tahun. Namun, muncul pertanyaan berikutnya yang tidak kalah penting: apakah hasil kerja keras tersebut akan tetap memiliki nilai secara jangka panjang dan memberikan manfaat ketika suatu hari diteruskan kepada generasi berikutnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama segmen ini kini ada pada pertumbuhan aset dan upaya menjaga nilainya tetap berkelanjutan, membuat perencanaan warisan atau legacy planning menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan jangka panjang. Di tengah dinamika tersebut, perencanaan legacy juga perlu mempertimbangkan strategi diversifikasi. Selain melalui berbagai jenis aset, diversifikasi juga dapat dilakukan dalam mata uang berbeda, salah satunya dolar Amerika Serikat (USD).
Dalam 10 tahun terakhir, nilai tukar US$ terhadap rupiah tercatat meningkat sekitar 38%, dari Rp13.238 per US$ pada Juli 2016 menjadi Rp18.221,65 per US$ pada Juli 2026, atau setara dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 3,25% per tahun. Pergerakan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan dinamika nilai tukar dalam merencanakan kebutuhan finansial jangka panjang.
Priskilla Fachruddin, Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, pentingnya perencanaan legacy. Menurutnya, keluarga perlu memikirkan bagaimana hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya melalui perencanaan yang menyeluruh. “Dalam mempersiapkan legacy, memiliki aset saja belum tentu cukup untuk memastikan masa depan keluarga tetap terlindungi. Berbagai perubahan kondisi ekonomi, termasuk inflasi dan dinamika nilai tukar, serta risiko tak terduga dapat memengaruhi rencana finansial yang telah dipersiapkan. Karena itu, keluarga perlu mempertimbangkan diversifikasi, termasuk melalui aset dan perlindungan dalam mata uang USD, agar hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya,” ujar Priskilla.

Dalam membantu keluarga menjaga hasil kerja keras agar terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya, Priskilla membagikan sejumlah tips perencanaan keuangan yang dapat menjadi pertimbangan:
- Tentukan tujuan legacysejak awal, bukan hanya asetnya
Bagi banyak keluarga mapan, legacy tidak hanya berupa kekayaan, tetapi juga nilai, tujuan, dan dampak yang ingin ditinggalkan. Mulai dari memastikan bisnis keluarga tetap berkembang, menjaga kualitas hidup, kebutuhan pendidikan, hingga mewariskan aset secara terencana kepada generasi berikutnya. Menentukan tujuan legacy sejak awal membantu keluarga menyusun perencanaan yang lebih terarah.
- Perhitungkan perubahan nilai kekayaan dalam jangka panjang
Inflasi, pergerakan nilai tukar, dan perubahan ekonomi dapat memengaruhi nilai kekayaan. Karena itu, perencanaan perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai kebutuhan generasi berikutnya.
- Lakukan diversifikasi aset dan mata uang
Ketergantungan pada satu aset atau mata uang dapat meningkatkan risiko finansial. Diversifikasi membantu keluarga mengelola risiko dari berbagai perubahan kondisi ekonomi. Termasuk mempertimbangkan aset dan perlindungan dalam mata uang berbeda, seperti USD.
- Lengkapi perencanaan legacydengan perlindungan yang memadai
Perlindungan jiwa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan rencana finansial ketika terjadi risiko tak terduga. Dengan demikian, legacy yang telah dipersiapkan dapat tetap memberikan manfaat, perlindungan, dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya.
Sementara Astono Hermawan, Chief Product Officer Prudential Indonesia, mengatakan, langkah tersebut dapat membantu legacy yang telah dipersiapkan tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. “Guna membantu masyarakat menjaga keberlanjutan rencana yang telah dibangun bagi generasi berikutnya sekaligus mempersiapkan kepastian finansial, Prudential Indonesia menghadirkan Asuransi Jiwa PRUFuture, solusi perlindungan jiwa berbasis USD,” ujar Astono.
Melalui sebuah ilustrasi, Astono menjelaskan, Andi (35) yang ingin mempersiapkan legacy bagi keluarganya dapat mempertimbangkan PRUFuture dengan Uang Pertanggungan sebesar US$ 280.000. Dengan masa pembayaran premi selama lima tahun, Andi dapat membayarkan Premi tahunan sebesar US$7.718 untuk Plan Basic atau US$ 7.757 untuk Plan Waiver yang disertai Manfaat Bebas Premi jika Tertanggung terdiagnosa satu dari 60 Kondisi Kritis dalam Masa Pembayaran Premi.
Ilustrasi ini menunjukkan bahwa perencanaan legacy dapat dimulai sejak usia produktif sebagai bagian dari strategi perlindungan finansial jangka panjang. Pada akhirnya, tujuan yang jelas, diversifikasi yang tepat, perencanaan suksesi yang matang, dan perlindungan yang memadai dapat menjadi fondasi yang memperkuat kesejahteraan keluarga lintas generasi.






































