Beranda UMUM Ada Ruang Digital Dibalik Geliat Pedagang Daging Pasar Ciputat

Ada Ruang Digital Dibalik Geliat Pedagang Daging Pasar Ciputat

17
0

Di lorong kecil pasar Ciputat, riuh suara penjual dan pembeli saling tawar menawar harga dagangannya, mengambarkan denyut ekonomi rakyat masih hidup meski di tengah ekonomi yang menantang. Geliat ekonomi di pasar menandakan realita daya beli masyarakat kelas bawah masih terjaga. Kondisi berbeda melihat transaksi di pasar modal yang belum sepenuhnya mewakili ekonomi rakyat kecil.

Tak ada yang istimewa aktivitas masyarakat di pasar, namun dibalik lorong kecil itu ada ruang digital yang hidup. Pasalnya, sebagian besar pedagang memfasilitasi transaksi digital melalui QRIS. Kondisi ini sangat kontras dengan pandangan masyarakat pada umumnya, bila di pasar uang cash menjadi utama dan gak ada uang gak ada barang.

Suheli (49), salah satu pedagang daging asal Pandeglang ini sudah mengadopsi layanan digital untuk transaksi pembelian daging. Meski layanan transaksi digital melalui QRIS masih sedikit, namun masyarakat yang terbiasa menggunakan pembayaran digital sangat terbantu.”Kita sediakan alternatif pembayaran, bisa dengan uang tunai atau QRIS. Tapi saya lebih utamakan pembayaran lewat QRIS,”katanya kepada Neraca, kemarin.

Menurutnya, dengan transaksi QRIS tak perlu lagi menyiapkan uang receh untuk kembalian dan begitu juga sebaliknya dengan pembeli.”Kalau dulu belum pakai QRIS, saya harus siapkan uang receh satu juta hingga dua juta buat kembalian dan apalagi menjelang puasa dan lebaran. Kini sejak pembayaran bisa pakai QRIS gak perlu siapin kembalian receh jumlah besar,”tuturnya.

Dirinya yang juga nasabah BRI menuturkan, layanan QRIS menciptakan transaksi yang praktis, aman dan nyaman. Hal ini juga bagian dari dukungan bagi pemerintah menciptakan pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan digital di tingkat para pedagang. Dirinya yang sudah berdagang daging sejak tahun 2003, merasakan betul manfaat pembayaran dengan QRIS.”Dua lapak dagangan saya di pasar Ciputat dan Pamulang, semuanya suidah pakai QRIS,”ungkapnya.

Disampaikannya pula, hampir semua pedagang daging di Ciputat menyediakan pembayaran lewat QRIS. Hal ini demi memudahkan konsumen dalam pembayaran. Kendati baru 25% pembeli daging pakai QRIS, lanjut Suhaeli, hal ini menandakan masyarakat di pasar sudah mulai melek digital.

Sinta (38), mengakui, belanja daging di pasar Ciputat tak perlu lagi khawatir dan panik gak bawa uang cash karena disediakan pembayaran digital,”Saya lebih nyaman belanja di pasar pakai QRIS, ketimbang bawa uang jumlah banyak. Selain praktis juga aman tanpa takut di copet,”katanya.

Ibu tiga anak ini menambahkan, transaksi digital melalui smartphone sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi sebagai gaya hidup. Apalagi mereka gen Z yang sudah melek digital akan lebih memilih transaks digital dengan smartphone yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Hal senada juga disampaikan Nurul, (35), pengunjung pasar Ciputat, transaksi digital dengan QRIS tak selamanya hanya diperuntukkan pedagang di mall besar. Namun di pasar yang dibilang kumuh juga perlu layanan transaksi digital.”Kalau pakai QRIS gak melulu buat beli makanan ataupun transaksi lainnya, tapi disini beli cabai dan daging juga bisa.”tuturnya.

 

Dorong Pertumbuhan UMKM

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital di Indonesia terus tumbuh positif pada April 2026. Bahkan, transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melesat hingga 108 persen secara tahunan. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan, frekuensi transaksi digital mencapai 5,15 miliar transaksi.

Angka tersebut tumbuh 42,86% pada April 2026, didorong oleh semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital di Indonesia.”Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 15,92 persen (yoy) dan 22,95 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 108,43 persen (yoy),” ungkap Perry.

Pertumbuhan transaksi QRIS ditopang oleh meningkatnya jumlah pengguna dan perluasan merchant. Sementraa PT Bank Rakyat Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inklusi dan literasi keuangan di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya memberikan kemudahan bertransaksi melalui penetrasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Kemudahan bertransaksi melalui QRIS tersebut, terbukti juga membantu mendorong pertumbuhan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Terbaru, BRI menghadirkan layanan yang memungkinkan merchant menerima pembayaran dari pengguna Alipay dan UnionPay secara mudah, aman, dan real-time melalui QRIS EDC BRI. Inovasi ini menjadi langkah strategis BRI dalam mendukung pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, khususnya dalam melayani pelanggan internasional, termasuk wisatawan mancanegara dan pelaku bisnis global yang menggunakan Alipay dan UnionPay sebagai metode pembayaran utama.

Saat ini BRI terus memperkuat implementasi QRIS cross border BI yang kini telah terkoneksi di enam negara, yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China. QRIS BRI merupakan layanan penerimaan pembayaran berbasis kode QR yang terintegrasi langsung pada perangkat EDC BRI. Dalam setiap transaksi, sistem akan menghasilkan kode QR unik secara real-time, sehingga proses pembayaran menjadi lebih akurat dan efisien, sekaligus meningkatkan keamanan transaksi bagi merchant.

Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berdaya saing global.“Akses terhadap metode pembayaran internasional menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor yang memiliki interaksi dengan pelanggan mancanegara. Melalui inovasi ini, BRI memberikan solusi yang memudahkan merchant dalam menerima pembayaran lintas negara secara praktis, aman, dan real-time,” ujar Aquarius.

Dirinya menambahkan bahwa kehadiran layanan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis merchant, sekaligus mendukung peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan perdagangan.

 

Artikulli paraprakMengadopsi Transaksi Digital Membawa Bubur Aconk Naik Kelas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini