Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan audiensi dari delegasi Jamiyah Singapore sebagai langkah awal untuk menjajaki sinergi pemberdayaan ekonomi melalui optimalisasi produk kopi hasil tani para mustahik dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang mengintegrasikan suplai bahan baku kopi bermutu tinggi dari petani mustahik binaan BAZNAS ke dalam berbagai program pemberdayaan milik lembaga sosial nonpemerintah asal Singapura tersebut.
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menyambut baik dengan penuh sukacita atas kunjungan audiensi delegasi Jamiyah Singapore sebagai langkah awal yang positif dalam membangun kemitraan strategis ke depan.
“Tentu kami berharap audiensi ini memberi makna positif untuk kerja sama ke depan agar nanti bisa kita lakukan bersama untuk kemaslahatan umat, *baik* yang ada di Indonesia maupun yang di Singapura,” jelas Zainut yang menghadiri agenda tersebut.
Merespons inisiatif Jamiyah Singapore untuk berkolaborasi di sektor komoditas kopi, Zainut menjelaskan bahwa BAZNAS secara konsisten mengembangkan program hilirisasi melalui ZCoffee, sebuah ekosistem pemberdayaan komprehensif yang melatih kelompok mustahik menjadi barista profesional sekaligus membina para petani kopi lokal agar mandiri secara ekonomi.
Zainut juga menambahkan bahwa sebagai fasilitator, BAZNAS siap menjembatani dan menyuplai beragam varietas kopi unggulan hasil binaan BAZNAS untuk memenuhi preferensi serta kebutuhan pasar Jamiyah Singapore.
“Kami hanya jembatan saja, menjembatani para mustahik dan para petani kecil, kepada pihak yang membutuhkan suplai atau konsumen. Kita berharap para petani ini kedepannya dari mustahik bisa menjadi muzaki. Setelah dia punya kemampuan, insyaallah dia akan berzakat,” katanya.
Ia juga membuka peluang untuk kolaborasi lainnya melalui berbagai program yang dijalankan, seperti BAZNAS Microfinance, pemberdayaan mustahik melalui program Balai Ternak, dan program-program lain yang masuk dalam 13 program prioritas BAZNAS.
Sementara itu, Presiden Jamiyah Singapore, Prof. Datuk Dr. Mohd Hasbi Abu Bakar mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama ingin berkunjung ke BAZNAS setelah mendengar berbagai informasi mengenai program-program unggulan lembaga tersebut, khususnya Z Coffee serta inisiatif pemberdayaan mustahik difabel yang mengelola kedai kopi.
Ia juga mengaku menaruh perhatian besar untuk mendalami berbagai program hilirisasi ekonomi BAZNAS RI guna menjajaki sektor kerja sama konkret yang dapat diimplementasikan bersama secara jangka panjang.
“Mengenai kopi ini, apa kopi yang dijual, kita boleh mulai projek kita ini, tapi mau cari mesin yang bagus, yang bisa membuat cita rasa yang berbeda-beda, yang bisa menggiling (grind) baru dibuat agar kita boleh mendalami apa bidang kerja sama yang kita boleh lakukan bersama,” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan; Direktur Pengumpulan Badan, Faisal Qosim; Kepala Divisi Pengumpulan Luar Negeri, Faris; serta Kepala Divisi Muzaki Prioritas, Hafiza Elvira. Selain itu, hadir pula delegasi dari Jamiyah Singapore, yaitu Vice President Jamiyah Singapore, Hafidz; dan General Secretary Jamiyah Singapore, Khair. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Andanu serta Agus Idwar.






































