Beranda Ekonomi Pengamat Nilai keputusan S&P Soroti Ekonomi Indonesia lebih Stabil dibandingkan Proyeksi Pasar...

Pengamat Nilai keputusan S&P Soroti Ekonomi Indonesia lebih Stabil dibandingkan Proyeksi Pasar Sudah Tepat

25
0

Jakarta – Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil dinilai menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional.

Lembaga pemeringkat global tersebut tidak hanya mempertahankan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, tetapi juga mulai memberikan perhatian terhadap reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam mengoptimalkan penerimaan negara.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai keputusan S&P tersebut bahkan lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar.

Menurutnya, laporan terbaru S&P menunjukkan adanya perubahan cara pandang investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia dengan outlook stabil merupakan perkembangan yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini menjadi sinyal bahwa lembaga pemeringkat mulai melihat perbaikan arah kebijakan ekonomi Indonesia,” ujar Fakhrul, dalam keterangannya, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan, S&P menyoroti sejumlah indikator positif, mulai dari kuatnya kenaikan pendapatan negara pada Semester I 2026, komitmen pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), hingga langkah penyesuaian belanja negara guna mempertahankan disiplin fiskal.

Yang menarik, lanjut Fakhrul, S&P juga mulai memberikan penilaian lebih positif terhadap reformasi Danantara, termasuk inisiatif Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperbaiki kualitas ekspor nasional.

Menurutnya, apresiasi tersebut menunjukkan bahwa reformasi yang dijalankan pemerintah mulai dipahami sebagai upaya transformasi struktural yang berpotensi memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

“Ini merupakan pengakuan bahwa reformasi yang sedang dilakukan mulai dipahami oleh investor global. Namun yang diapresiasi S&P bukan hanya idenya, melainkan keyakinan bahwa implementasinya akan semakin baik,” kata Fakhrul.

Ekonomi RI Masih Terjaga

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, menilai prospek ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang positif karena didukung ruang fiskal yang masih memadai.

Menurut David, pemerintah diproyeksikan mampu menjaga defisit APBN 2026 tetap berada di bawah batas 3 persen terhadap PDB.

Di sisi lain, rasio utang pemerintah juga masih berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, jauh lebih rendah dibandingkan ambang batas internasional sebesar 60 persen.

Selain itu, Indonesia masih memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang dapat dimanfaatkan sebagai penyangga apabila terjadi gejolak ekonomi global.

“Modal fiskal ini penting untuk menjaga persepsi bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap sehat dan terkendali, sehingga kepercayaan investor dapat terus terpelihara,” ujar David.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, David juga melihat prospek Indonesia masih relatif kuat dibandingkan banyak negara lain. Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia diperkirakan masih mampu menjaga laju pertumbuhan mendekati level 5 persen.

Ia mengutip sejumlah proyeksi lembaga internasional yang masih optimistis terhadap ekonomi Indonesia. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,78 persen, Asian Development Bank (ADB) sebesar 5,2 persen, sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan berada pada kisaran 5,4-5,5 persen.

Outlook positif dari International Monetary Fund (IMF) juga dinilai memperkuat keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik.

Menurut David, kombinasi disiplin fiskal, ruang pembiayaan yang masih sehat, serta reformasi struktural yang mulai mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas ekonomi Indonesia di mata investor global.

Artikulli paraprakSelamatkan Habitat Elang Jawa, Sharp Mengubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon
Artikulli tjetërMENKO PANGAN ANUGERAHKAN PENGHARGAAN PELABUHAN TERBAIK NASIONAL KEPADA PETROKIMIA GRESIK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini