Beranda Teknologi Dalam Genggaman Tangan, Ciptakan Berkendara Aman dan Nyaman dari Ruang Digital

Dalam Genggaman Tangan, Ciptakan Berkendara Aman dan Nyaman dari Ruang Digital

4
0

Berkendara di ruas jalan tol berbeda dengan berkendara di ruas non tol, apalagi bila jarak yang ditempuh cukup jauh dan belum mengenal medannya. Maka informasi seputar pantauan jalan dan lalu lintas menjadi penting agar perjalanan yang ditempuh makin nyaman, cepat dan aman. Di era digital saat ini, arus informasi begitu mudah diakses masyarakat dimana pun dan kapan pun lewat smartphone.

Maka tak heran, mereka yang berkendara di ruas tol sudah banyak dimanjakan layanan informasi digital lewat media sosial sebagai pemandu dalam perjalanan. Hanya saja, akurasi informasi yang beredar di media sosial masih belum bisa dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, berangkat dari upaya penigkatan layanan terhadap pengguna jalan tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai operator jalan tol menghadirkan ekosistem aplikasi Tarvoy (Travel with Comfort and Joy).

Selama hampir lima dekade, Jasa Marga hadir sebagai bagian dari perjalanan mobilitas masyarakat Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1978, perusahaan ini telah menjadi pelopor pembangunan dan pengelolaan jalan tol di Indonesia. Memasuki usia ke-48 tahun, Jasa Marga terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat pengguna jalan tol.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan meningkatnya mobilitas masyarakat, komitmen tersebut diwujudkan melalui inovasi layanan berbasis teknologi yang dikenal sebagai Ekosistem Travoy. Melalui pembaruan versi Android 4.9.2 dan iOS, Travoy kini tak hanya memberikan informasi lalu lintas secara real time tetapi juga dibekali berbagai fitur baru yang semakin memperkaya pengalaman berkendara, seperti fitur-fitur tambahan seperti Travoy Event untuk registrasi dan check-in acara, Red Zone yang memberi peringatan titik rawan kecelakaan, hingga tampilan CCTV yang lebih adaptif melalui framing otomatis sesuai kondisi lalu lintas.

Sejak awal, Travoy memang telah menyediakan beragam layanan penting, seperti akses lebih dari 3.500 CCTV secara langsung, informasi tarif tol, kondisi lalu lintas terkini termasuk kecelakaan, lokasi rest area, layanan derek online, hingga resi digital sebagai solusi transaksi yang lebih ramah lingkungan. Kemudahan lainnya juga hadir lewat fitur pencarian fasilitas perjalanan, seperti SPBU dan SPKLU lengkap dengan status ketersediaannya.

Selain itu, fitur Route Finder membantu pengguna menentukan rute terbaik dengan estimasi tarif dan waktu tempuh secara akurat. Bagi pengguna yang ingin tetap update selama perjalanan, Travoy juga menghadirkan Radio Travoy FM berbasis streaming yang bisa diakses tanpa mengganggu penggunaan fitur lain, berkat adanya floating button yang praktis.

Dari sisi layanan pelanggan, aplikasi ini kini semakin terintegrasi dengan Call Center 133 serta fitur Chat Us yang siap melayani pengguna selama 24 jam. Kehadiran Travoy hadir untuk membasuh kekhawatiran akan ketidakpastian, mengubah ketegangan menjadi ketenangan, dan memastikan bahwa setiap perjalanan tidak hanya sampai ke tujuan, tetapi juga meninggalkan jejak rasa yang mendalam. Pengembangan ekosistem Travoy ini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengguna jalan, salah satunya Stiadi (43).

Dirinya bercerita, mobil Toyota Avanza yang dikendarainya mogok akibat overheat di ruas tol Cikampek. Tidak mau panik dengan kondisi keadaan, dirinya yang sudah terbiasa berlalu lalang di ruas tol tersebut langsung mengeluarkan smartphone dari sakunya. Namun bukan telpon petugas derek yang dilakukannya, tetapi cukup menggunakan fitur derek online di aplikasi Travoy milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai layanan digital bagi pengguna jalan tol.

Menurutnya, menggunakan fitur derek online sangat membantu kendala mobil mogok di jalan. Bahkan kehadirannya bisa menghindari praktek pungutan liar (pungli) yang banyak dialami para korban mobil mogok di jalan tol. Pengalaman pahit pernah dialami bapak tiga anak ini, dimana petugas derek sempat meminta tarif di luar kewajaran untuk mengantarkan mobilnya ke bengkel resmi yang terletak kurang dari satu kilometer dari pintu keluar tol.

Maklum saja pengguna jasa derek sudah pasti tengah kesulitan dengan masalah kendaraannya di tengah jalan tol yang membuat mereka rentan mendapat tekanan pungli dari oknum jasa derek. Namun sejak kehadiran fitur derek online di aplikasi Travoy, kini dirinya makin mudah mengakses layanan derek di jalan tol dan tidak perlu lagi khawatir akan praktek pungli,”Dengen derek online, saya bisa pantau kondisi kedaraan derek secara realtime dan bahkan bayarnya bisa lewat online dengan harga resmi yang sudah tertera,”cetusnya.

Hal yang sama juga dirasakan Thobrie (38), momentum mudik lebaran kemarin dari Tangerang Selatan ke kampung halaman di Semarang Jawa Tengah dan begitu juga sebaliknya arus balik lewat tol Trans Jawa dirasakan betul ketenangan dalam berkendara dengan memanfaatkan layanan digital Travoy. “Berkat aplikasi ini, saya bisa pantau lalu lintas tol secara real time cukup di gengaman tangan. Bahkan aplikasi ini memberikan kita informasi lengkap, mulai tarif tol, rest area yang terdekat hingga ekosistem pembayaran digital melalui fitur Multibiller yang dapat digunakan untuk pembelian pulsa & paket data, pembayaran tagihan telepon pascabayar hingga melakukan pengisian ulang saldo e-wallet/uang elektronik,”jelasnya.

 

Terus Berinovasi

Bila dahulu mudik lewat tol terasa merepotkan dengan kondisi lalu lintas yang diluar ekspektasi serta kendala lainnya, kini kekhawatiran tersebut sudah tidak lagi. Pasalnya, hadirnya layanan digital Travoy yang terus berinovasi sebagai asisten digital perjalanan makin memudahkan dirinya dan pengguna jalan tol lainnya mendapatkan informasi dan layanan cepat.

Bahkan berkat layanan tersebut, dirinya beserta keluarga bisa merencanakan kapan waktu yang tepat untuk jalan keluar ke beberapa ruas tol kelolaan Jasa Marga dan kocek yang disiapkan untuk emoney tarif tol dengan memantau di aplikasi Travoy. Lain ceritanya dengan Yudis (30), gen Z ini mengakui, berkat layanan Trovy membantunya menemukan titik SPKLU yang tersedia di beberapa rest area di Tol Trans Jawa.

Maklum saja sedan listrik yang dikendarainya harus bisa menghitung kapasitas listrik hingga jarak rest area yang ada SPKLUnya agar tidak mogok di tengah jalan,”Alhamdulilah, aplikasi Trovy ini ngebantu banget buat saya pemilik kendara listrik. Tahun ini pertama kali kami mudik pakai mobil listrik jauh lebih hemat,”ujarnya.

Tercatat sepanjang tahun 2025, ada 127 unit SPKLU yang dibangun Jasa Marga. Puncaknya, pada momentum mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Group secara masif merampungkan fasilitas pengisian daya untuk memastikan mobilitas pemudik bebas hambatan.”Untuk mendukung pengguna kendaraan listrik selama mudik Idulfitri 2026, di ruas Jalan Tol Trans Jawa sudah tersedia 155 unit SPKLU yang tersebar di 40 lokasi rest area,”kata Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo.

Ketersediaan fasilitas itu di lapangan juga dibarengi dengan peningkatan volume konsumsi daya secara riil oleh masyarakat. Berdasarkan data historis mencatat tren serapan energi SPKLU di Travoy Rest jaringan Jasa Marga melesat: berangkat dari basis 7.091 kWh (Kilowatt-hour) pada 2021, perlahan naik menjadi 14.820 kWh pada 2022.

Ya, hadirnya layanan digital melalui aplikasi Travoy merupan komitmen PT Jasa Marga Tbk sebagai operatol jalan tol untuk menciptakan berkendara yang aman dan nyaman di ruas tol. Perseroan menyakini perjalanan yang terkendali dengan baik adalah awal dari keselamatan, ketenangan dan kenyamanan. Untuk itulah, perseroan terus melakukan inovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang pesat untuk membantu menjaga keselamatan dan kelancaraan di jalan tol. Sehingga meskipun kondisi lalulintas di luar ekspektasi,pengguna jalan tol tetap bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, sebagai asisten digital perjalanan, Travoy mengintegrasikan berbagai layanan informasi dan transaksi dalam satu platform. Fitur utama meliputi Travoy Go untuk transaksi tol nirsentuh, Travoy Rest yang menyediakan informasi fasilitas rest area termasuk ketersediaan SPKLU dan SPBU, tarif tol, akses CCTV real-time, notifikasi kondisi lalu lintas, informasi kecelakaan, digital top up, derek online, hingga call center 14080 dan resi digital.

Melalui pembaruan, lanjur Rivan, Travoy kini dilengkapi Travoy GO sebagai layanan transaksi tol nirsentuh yang tersedia pada 100 titik di ruas Jabodetabek dan Bali dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran tol secara lebih praktis dan efisien, serta Travoy Pay yang menghadirkan layanan transaksi multibiller termasuk fasilitas top up saldo kartu uang elektronik secara cepat dan mudah melalui aplikasi,”Selain itu, Travoy juga menghadirkan fitur Map sebagai peta digital yang menampilkan berbagai informasi penting di sepanjang jaringan jalan tol, mulai dari jalur pemeliharaan, gangguan lalu lintas, hingga rekayasa lalu lintas yang sedang berlangsung,” imbuhnya.

Menurut Rivan, penggunaan Travoy meningkat signifikan pada periode libur panjang. Pada periode Nataru 2025/2026, jumlah pengguna meningkat dari sekitar 800 ribu menjadi 1,2 juta pengguna.“Tingginya pemanfaatan ini membantu pengguna mendapatkan informasi lalu lintas secara mandiri,” ujarnya.

Kehadiran Travoy menunjukkan bahwa pengelolaan jalan tol tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan layanan berbasis teknologi. Melalui konsep ekosistem Travoy, berbagai kebutuhan pengguna jalan tol dapat diakses melalui satu platform digital.

Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan infrastruktur transportasi. Jalan tol tidak lagi dipandang hanya sebagai jalur kendaraan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem layanan yang memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio menilai, penerapan teknologi yang dilakukan Jasa Marga pada ruas-ruas jalan tolnya sejauh ini masih dirasa cukup dan telah berdampak terhadap operasional. Kendati demikian, Jasa Marga dinilai masih harus untuk meningkatkan inovasinya seiring dengan kebutuhan konsumen.  Pasalnya, sebagai pemain utama jalan tol, Jasa Marga dapat menjadi acuan bagi operator-operator jalan tol lainnya, sehingga dapat diterapkan pada ruas-ruas lainnya. “Jasa Marga yang punya banyak jaringan, bisa menjadi kiblat pelayanan jalan tol, jalan tol transportasi yang berkeselamatan, Jasa Marga tidak hanya operator jalan tol, banyak hal yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Sementara Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imron Mawardi menilai, Travoy sebagai solusi efektif bagi pengguna jalan tol dan juga menguntungkan secara ekonomi bagi PT Jasa Marga. Namun, dirinyaa menekankan pentingnya pembaruan berkelanjutan seiring perkembangan infrastruktur dan teknologi jalan tol.

Dia juga menyarankan penambahan fitur untuk kendaraan listrik, khususnya informasi stasiun pengisian daya (charging station).“Jangan hanya fokus pada BBM, kendaraan listrik adalah masa depan,” katanya.

 

 

Artikulli paraprakMustahik Binaan BAZNAS di Banjarmasin Sukses Kembangkan Usaha Makanan Ringan Hingga Raup Rp10 Juta
Artikulli tjetërDukung Program E20 Nasional, PTPN Group, Pertamina Group, dan Medco Group Jajaki Kerja Sama Pengembangan Bioetanol

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini