Beranda Perbankan Menjadi Jawara Agen BRI Link dan Hidupkan Ekonomi Keluarga

Menjadi Jawara Agen BRI Link dan Hidupkan Ekonomi Keluarga

9
0

Siang itu di Sabtu akhir pekan, Johari (56) seperti biasa menunggu di depan warung kelontong kecil miliknya untuk melayani  pembeli. Terkadang gantian bersama istri, apabila waktu sholat datang ataupun ada keperluan lain. Rumahnya yang tak jauh dari warungnya, memudahkannya untuk bisa beristirahat pulang pergi ke rumah. Sementara lokasinya cukup strategis di daerah Jurangmangu Barat, Pondok Aren Tangerang Selatan ramai orang berlalu lalang, terlebih lagi jalan di depan warungnya menjadi jalan alternatif atau jalan pintas orang menghindari kemacetan menunju ke Jakarta ataupun sebaliknya dari Jakarta ke Bintaro atau ke Ciputat Tangerang Selatan.

Selain mengandalkan pembeli yang lewat, dirinya juga mempunyai konsumen langganan yang merupakan para tetangga. Kini, semakin ramainya warung ataupun toko yang tidak jauh dari tempatnya dan bahkan bersebelahan, seperti warung Madura yang 24 jam buka menjadi pesaing ketat. Maklum saja, toko yang dibukanya tidak banyak mengandalkan jajanan yang lengkap dan hanya sembako, tidak seperti gerai toko modern. Namun sikap bijaknya rezeki tidak kemana, membawanya legowo dalam berusaha.

Hanya saja, bapak tiga anak ini tetap menaruh asa dari usahanya, khususnya sebagai agen BRI Link yang sudah digeluti sejak tahun 19 tahun lalu.”Kalau hanya mengandalkan penghasilan dari warung gak nutup mas, ini saya mengandalkan dari layanan agen BRI Link,”ungkapnya kepada Neraca.

Mantan pegawai di salah satu bank swasta ini bercerita, menjadi agen BRI Linknya menjadi tumpuannya saat ini. Terlebih lagi prestasi sebagai Jawara Agen BRI Link seCiputat tahun 2023 dengan mencatatkan 1000 lebih transaksi perbulan menjadi pencapaian yang merubah ekonomi keluarganya. Berkat usaha Agen BRI Link, kata Johari, penghasilan yang didapatkan bisa menunutup bayar kontrakan warung untuk lima bulan ke depan hingga membiayai anak sekolah sampai perguruan tinggi.

Johari menuturkan, usahanya menjadi Agen BRI Link, sebenarnya sudah dilakukannya di salah satu BPR di Bandung jauh sebelum menjamurnya agen BRI Link. Namun lantaran biaya yang cukup besar urusan transaksi harus ke Bandung menjadi alasannya untuk mengundurkan diri dan beralih ke BRI.

Ya, geliat usahanya menjadi Agen BRI Link tak luput dari jelinya membaca peluang yang ada. Kala itu, dirinya selalu bersosialisasi ke beberapa rumah warga dan termasuk tempat pelaku usaha, seperti konveksi akan layanan Agen BRI Link yang bisa melayani pembayaran, setoran dan penarikan dana layaknya di bank. “Alhamdulilah saat ini pelanggan utama saya adalah pegawai konveksi dan para tukang proyek bangunan yang tiap gajian setor untuk keluarga di kampung dengan pakai Agen BRI Link,”katanya.

Sabtu sore hingga malam, kata Johari, ramai orang bertransaksi karena disini banyak pekerja konveksi yang sengaja memanfaatkan layanan  untuk transefer gaji untuk orang kampung ketimbang ke bank, harus antri dan waktu layanan dibatasi hanya jam 4 sore.

 

Menjaga Pelanggan Eksisting

Menyadari pemain Agen BRI Link menjamur, mendorong Johari untuk menjaga loyalitas konsumen yang ada sebagai strategi bisnis. Lewat penawaran harga yang kompetitif dan pendekatan layanan ramah menjadi caranya agar kosumen tidak berpaling ke lain hati.”Tak perlu harga tinggi yang penting rutin,”tandasnya.

Terkadang mereka yang rutin transaksi disini, kata Johari, dikasih bonus bingkisan THR bila menjelang lebaran. Hal ini dilakukan sebagai apresiasi atas kepercayaan transaksi di Agen BRI Link Toko Agung miliknya. Asal tahu aja, biaya untuk transfer dan juga penarikan dana sebesar Rp3000 dan untuk transaksi sebesar Rp10 juta keatas, dikenakan biaya admin Rp8000 dan Rp10 ribu untuk selain BRI.

Sukaemi (57), salah satu konsumen yang rutin transaksi di Agen BRI Link Agung mengakui, keramahan, kemudahan dan kepraktisan menjadi pilihannya bertransaksi di Agen BRI Link dibanding harus datang ke bank ataupun ke gerai lainnya. “Disini saya kenal ama pak haji Johari, layanan cepet, murah dan gak pake ribet antri,”tuturnya.

Ibu asal Tegal ini menyampaikan, dirinya biasa transaksi tarik dana untuk belanja ke pasar dan bayar token listrik. “Pokoknya adanya Agen BRI Link, mudahkan saya bertransaksi bank tanpa harus datang ke bank,”tandasnya.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat jumlah Agen BRILink hingga akhir Maret 2026 telah melampaui 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa, atau mencakup lebih dari 80 persen total desa di Indonesia. Perseroan menyebut, luasnya jangkauan tersebut memperkuat peran BRILink sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, Agen BRILink menjadi kanal utama perusahaan dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas. Menurutnya, jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses serta mempercepat proses transaksi sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar.“Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,”ujarnya.

Agen BRILink menyediakan berbagai layanan transaksi, mulai dari transfer, pembayaran tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, hingga top up uang elektronik dan dompet digital. Selain itu, layanan setor dan tarik tunai juga tersedia untuk mendukung kebutuhan harian masyarakat. Sepanjang triwulan I 2026, BRILink mencatat volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Aktivitas tersebut turut menyumbang fee based income (FBI) BRI sebesar Rp459 miliar.

Selain itu, penyaluran dana talangan melalui BRILink juga meningkat 33,29 persen (yoy), dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun. Akhmad menilai capaian ini menunjukkan bahwa BRILink tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.“Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,”ungkapnya.

 

Artikulli paraprakBerkat Binaan BRI, Bakers Gram Punya Ambisi dan Mimpi Besar Tembus Ekspor
Artikulli tjetërAsbanda dan BSSN Perkuat Ketahanan Siber BPD Nasional Lewat Penandatanganan Nota Kesepahaman

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini