Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) sukses membantu mustahik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banjarmasin, Lestari, mengembangkan usaha makanan ringan hingga meraup omzet Rp10 juta saat periode Lebaran.
Usaha yang diberi nama “Cemilan Beraup” telah dirintis Lestari puluhan tahun, kini semakin berkembang setelah mendapatkan dukungan dari BAZNAS. Dengan dukungan tersebut, kini Lestari secara konsisten meraup pendapatan Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bahkan melonjak Rp10 juta pada periode Lebaran.
Adapun beragam variasi produk yang dihadirkan, mulai dari keripik pedas daun jeruk, keripik tempe, keripik usus ayam crispy, keripik daun bayam, hingga akar pinang, yang semakin diminati pasar.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengapresiasi keberhasilan Lestari dalam mengembangkan usahanya. Ia menilai, hal ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi kebahagiaan kita semua. Ini hasil dari kolaborasi antara keuletan mustahik, dukungan para muzaki, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan dari BAZNAS,” ujar Idy dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, Idy menjelaskan, program BMD tidak hanya memberikan bantuan modal semata, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha secara menyeluruh. Pendampingan tersebut mencakup perbaikan kualitas produk hingga penguatan strategi pemasaran.
“Jadi dukungan yang diberikan BAZNAS tidak hanya bantuan modal saja, tetapi juga perbaikan kemasan, perluasan akses pasar, hingga pembinaan berkelanjutan. Pada prinsipnya, kami ingin mustahik bisa mandiri dan bertransformasi menjadi muzaki, atau bahkan dapat berkontribusi melalui zakatnya di masa mendatang,” ujar Idy.
Idy menegaskan, BAZNAS akan terus mendorong pengembangan program pemberdayaan UMKM seperti BMD ini agar semakin banyak mustahik pelaku UMKM yang naik kelas. “Kisah Lestari menjadi cermin dari apa yang bisa dicapai ketika akses permodalan bertemu dengan pendampingan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, penerima manfaat program BMD Banjarmasin, Lestari menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Ia mengakui, dukungan BAZNAS, terutama dalam hal perbaikan kemasan, berdampak besar pada peningkatan penjualan.
Ia menjelaskan, bantuan awal dari BAZNAS berupa pembiayaan qardhul hasan sebesar Rp3 juta. Bantuan tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dan melengkapi peralatan produksi sebagai langkah awal penguatan usahanya. Setelah itu, ia juga menerima dukungan lain, seperti perbaikan kemasan, perluasan akses pasar, hingga pembinaan usaha.
“Alhamdulillah, sejak dibantu BAZNAS, khususnya dalam dukungan perbaikan kemasan, makin banyak yang berminat. Reseller juga lebih memilih kemasan ini. Pendapatan bisa Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bahkan melonjak Rp10 juta pada periode Lebaran,” ujar Lestari.



































