Beranda Ekonomi Global Britis International Investment Siapkan £1,1 Miliar untuk Percepat Transisi Energi di Asia

Britis International Investment Siapkan £1,1 Miliar untuk Percepat Transisi Energi di Asia

51
0
_ERO2836.CR3 Rize, Central Java, Nguter District, Sukoharjo Regency, Video Production, Village 3 Kepuh, Wavemaker Impact Fund, Adult, Clothing, Countryside, Female, Field, Hat, Nature, Outdoors, Person, Woman _ERO2836.CR3.Village 3 Kepuh, Nguter District, Sukoharjo Regency, Central Java, Rize, Video Production, Wavemaker Impact Fund.Yustono local farmer who has already participate on Alternate Wetting and Drying (AWD) on the Rize program spreading fertilizer in the rice fields during video interview production for Rize Indonesia and Wavemaker Impact Fund at Village III, Kepuh, District. Nguter, Sukoharjo Regency, Central Java, Indonesia, on Friday, Dec 19th 2025....(Photo: Peksi Cahyo)

 

NERACAONLINE – British International Investment (BII), lembaga pembiayaan pembangunan (DFI) Inggris sekaligus investor berdampak, mengumumkan strategi baru lima tahunnya, termasuk peluncuran British Climate Partners (BCP). BCP adalah inisiatif baru senilai £1,1 miliar yang dirancang untuk memobilisasi modal swasta dalam skala besar guna mendukung transisi energi di negara-negara berkembang Asia dan mempercepat pencapaian target net zero.

Negara-negara Asia menyumbang sekitar tiga perempat dari permintaan batu bara global pada 2024, sehingga menempatkan kawasan ini sebagai pusat tantangan transisi energi global. Selain itu, kebutuhan investasi untuk beralih dari batu bara masih sangat besar, dengan Asia Tenggara membutuhkan sekitar USD 210 miliar per tahun dan India setidaknya USD 160 miliar per tahun hingga 2030.

Sebagai investor pembiayaan iklim terdepan, BII meningkatkan komitmennya untuk mendukung transisi energi di Asia dengan memobilisasi modal swasta bersama investasinya sendiri. Melalui BCP, BII akan bekerja sama dengan investor swasta untuk menyalurkan pendanaan melalui kombinasi platform ekuitas dan pembiayaan mezzanine guna memperbesar skala proyek iklim, mengurangi risiko tahap awal, serta menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi untuk menarik investor komersial.

Inisiatif ini akan fokus pada investasi yang mendukung pengurangan emisi di negara-negara dengan pertumbuhan cepat yang masih bergantung pada energi berbasis batu bara serta memiliki permintaan energi bersih yang meningkat, termasuk India, Filipina, Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

BII akan tetap menyediakan pembiayaan iklim di pasar lainnya. Dalam lima tahun ke depan, BII memperkirakan setidaknya 40 persen dari investasi barunya, termasuk melalui BCP, akan masuk kategori pembiayaan iklim, naik dari target 30 persen pada periode strategi sebelumnya.

“Dalam beberapa bulan terakhir, saya telah menekankan perlunya pendekatan baru Inggris dalam pembangunan – beralih dari hibah bantuan tradisional ke kemitraan jangka panjang yang menggabungkan investasi, keahlian, dan reformasi pembiayaan internasional. Ini juga berarti berinvestasi secara bertanggung jawab: memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki Inggris – mulai dari kerja sama melalui organisasi internasional dan instrumen investasi, hingga riset, saran praktis, dan diplomasi. Jika digunakan secara terpadu, hal ini dapat membantu bisnis berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung reformasi dan kebijakan yang dipilih oleh negara mitra. BII berada di pusat pendekatan ini dan strategi barunya sejalan dengan arah yang telah ditetapkan pemerintah. Saya yakin BII akan memimpin dalam mewujudkan ambisi bersama ini menjadi hasil nyata dalam lima tahun ke depan,” kata Minister for Development, Jenny Chapman.

Sementara itu, Srini Nagarajan, MD and Head of Asia, BII mengatakantransisi energi di Asia akan sangat bergantung pada mobilisasi modal swasta dalam skala besar, dan British Climate Partners dirancang untuk mewujudkan hal tersebut. “Melalui inisiatif baru ini, kami akan memanfaatkan pengalaman, modal, dan kemitraan kami untuk membangun platform, mengurangi risiko proyek, serta menarik investasi jangka panjang ke peluang iklim yang layak secara komersial di seluruh kawasan,” jelasnya.

BII akan mempertahankan komitmen jangka panjang Inggris terhadap negara berkembang tahap awal (frontier markets) di Asia, termasuk Nepal. Dalam lima tahun ke depan, setidaknya 25 persen investasi baru BII akan dialokasikan ke Least Developed Countries (LDC) sesuai definisi PBB, di mana modal swasta masih terbatas dan kebutuhan pembangunan paling besar.

Sebagai pengembangan pendekatan lebih lanjut, BII juga akan menargetkan investasi dengan market-level impact, yaitu investasi yang tidak hanya berfokus pada satu perusahaan, tetapi juga membantu mengembangkan sektor atau pasar secara lebih luas. BII juga akan meningkatkan komitmen terhadap investasi berperspektif gender (gender-lens investing) untuk mendukung perempuan, dengan target 30 persen dari investasi barunya (tidak termasuk investasi BCP) memenuhi kriteria 2X Challenge.

Artikulli paraprakKB Bank Kucurkan Kredit Rp400 Miliar ke Lucky Mom Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini