Beranda Market Gandeng SyaREA World, PMPP TNI Edukasi Perwira Kelola Uang Tanpa Utang

Gandeng SyaREA World, PMPP TNI Edukasi Perwira Kelola Uang Tanpa Utang

15
0

Dorong pertumbuhan literasi dan perencanaan keuangan, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI bekerja sama dengan SyaREA World menggelar pelatihan praktis Cara Cerdas Kelola Uang (CCKU) kepada 500 peserta dari kalangan TNI, pemerintah, aparat keamanan dan pengusaha. Program mengusung tema besar “Bela Negara Melalui Kedaulatan Ekonomi”,  menandai perluasan makna bela negara dari semata pertahanan fisik menuju penguatan ketahanan ekonomi keluarga dan individu.

Karmono Sutadi, Sp.A., fasilitator SyaREA Worlddalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan,pengelolaan keuangan membutuhkan aturan dan disiplin, bukan sekadar kemampuan memperoleh pendapatan. “Tanpa tata kelola yang baik, seseorang rentan terjebak pada kebiasaan berutang yang menimbulkan kecanduan, memperberat beban hidup, merusak relasi sosial, hingga mendorong tindakan ekstrem,”ujarnya.

Dirinya mengingatkan bahwa dampak buruk utang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial dan psikologis seseorang. Utang yang tidak terkendali dapat memutus persaudaraan dan persahabatan, menghilangkan ketenangan rumah tangga, menutup peluang merencanakan masa depan, bahkan dalam sejumlah kasus mendorong seseorang mengambil jalan pintas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di hadapan peserta, dr. Karmono juga mengingatkan bahwa banyak krisis negara memiliki keterkaitan dengan persoalan utang dan tata kelola ekonomi. Dia mencontohkan kasus Yunani, Zimbabwe, Sri Lanka, dan Nigeria sebagai pengingat bahwa ketergantungan utang dan keputusan ekonomi yang buruk dapat menggerus kedaulatan ekonomi.“Indonesia jangan sampai mengalami hal yang sama. Karena itu kami berusaha melakukan edukasi, bukan hanya kepada komunitas, tetapi kalau bisa kepada bangsa ini. Jebakan utang adalah bentuk neo-imperialisme ekonomi. Tidak ada satu pun dari kita yang rela kedaulatan negeri ini tergadai karena utang,” katanya.

Menurutnya, edukasi keuangan merupakan salah satu bentuk kontribusi warga negara dalam memperkuat ketahanan bangsa. SyaREA World memandang bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam bela negara sesuai kapasitas dan bidang yang dikuasainya.

Sementara komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., menjelaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan fisik, tetapi juga oleh ketangguhan ekonomi keluarga.

Disampaikannya, tujuan kegiatan tersebut adalah agar para aparatur pertahanan dan keamanan negara turut belajar bagaimana membangun kedaulatan ekonomi dan terbebas dari jerat utang.“Di sisi ekonomi kita juga ingin merdeka. Dan kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang karena informasi dan pembelajaran yang kita dapatkan bisa mengubah langkah ke depan agar lebih berhati-hati sehingga anak cucu juga selamat di masa mendatang,” katanya.

Menurut Mayjen Iwan, literasi keuangan merupakan bagian dari implementasi bela negara di era modern. Ketahanan bangsa berawal dari ketahanan individu dan keluarga. Karena itu, keluarga yang tangguh secara ekonomi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan nasional. Sebaliknya, ketergantungan terhadap utang yang tidak terkendali serta rendahnya literasi keuangan dapat memunculkan kerentanan sosial dan ekonomi yang berdampak lebih luas.

PMPP TNI juga menyoroti empat kelompok ancaman nonmiliter yang perlu diwaspadai Indonesia saat ini, yakni disinformasi, serangan siber, penyalahgunaan teknologi digital, serta berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dapat melemahkan persatuan, stabilitas, dan daya saing bangsa. Karena itu diperlukan masyarakat yang cerdas, tangguh, dan adaptif, termasuk keluarga besar PMPP TNI, sebagai bagian dari implementasi bela negara di era modern.

Sebagai informasi, pada materi pelatihan, peserta diperkenalkan pada tiga prinsip dasar agar tidak terjebak overspending. Ketiga prinsip tersebut adalah survival yaitu dengan mendahulukan kebutuhan dasar atau yang benar-benar esensial. Kedua better life, di mana setiap pengeluaran idealnya membuat kualitas hidup lebih baik. Dan terakhir, getting more money,  pengelolaan uang harus membuka peluang peningkatan pendapatan dan produktivitas, bukan sekadar konsumsi.

Peserta juga diajak memahami bahwa penyelesaian utang  masa lalu merupakan prasyarat penting untuk menyusun masa depan yang sehat, baik secara finansial maupun moral. SyaREA World menyatakan bahwa mayoritas anggota komunitasnya telah berhasil keluar dari utang konsumtif dan membangun pertumbuhan usaha melalui penguatan arus kas (cash flow), bukan ketergantungan pada utang. Pendekatan ini dijadikan studi kasus praktis dalam pelatihan untuk menunjukkan bahwa ekspansi usaha dapat dilakukan secara bertahap melalui disiplin pengelolaan kas, efisiensi, dan penguatan profitabilitas.

 

Artikulli paraprakMukab VIII Kabupaten Bekasi Disebut Tanpa Surat Persetujuan, Ketua Kadin Jabar Minta Segera Tunjuk Karteker
Artikulli tjetërHadir Lebih dari Empat Dekade, Jaya Real Property Jadi Hunian Lintas Generasi Berkualitas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini