Beranda Ekonomi Jika PT. Agrinas tetap melanjutkan Import 105 ribu Pik Up India, KSPN...

Jika PT. Agrinas tetap melanjutkan Import 105 ribu Pik Up India, KSPN minta KPK dan BPK segera lakukan audit

43
0

Jakarta – Polemik import kendaraan niaga operasional kopdes merah putih jenis pik up 4×4 terus bergulir. Banyak pihak mempersoalkannya termasuk kami dari KSPN (Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara) meminta untuk dibatalkan, bahkan DPR pun telah meminta agar ditunda. Namun mencermati perkembangan, PT. Agrinas tidak bergeming, kendaraan jenis tersebut bahkan sudah mulai berdatangan dan dipamerkan. Lebih mengagetkan lagi informasi terakhir ternyata PT. Agrinas sudah memberikan uang muka/DP sekitar 6 Trilyun.

Melihat PT. Agrinas yang tetap ‘ngotot’ mau melanjutkan import 105 ribu pik up 4×4 dari India ini, maka KSPN meminta KPK dan BPK segera lakukan audit, hal ini karena ;

1. Bahwa pada prinsipnya KSPN mendukung program-program pro rakyat untuk kesejahteraan rakyat termasuk Pekerja/Buruh Indonesia, namun kami ingin mendorong memastikan bahwa pelaksanaan program tersebut tepat sasaran dan tidak terjadi praktik penyimpangan yang merugikan anggaran negara, uang rakyat.

2. Kejanggalan proses dan alasan import :

a. Memang proyek pengadaan sarana kopdes merah putih ini berdasar inpres 17/2025 skemanya melalui penunjukan langsung. Namun kenapa baru diumumkan ke publik setelah terjadi kesepakatan kontrak import, tapi proses perencanaan awal sangat tertutup, padahal menggunakan anggaran negara yang besar dan untuk kepentingan umum.

b. UU No.3 Tahun 2014 tentang perindustrian pasal 85 dan 86 yg menyatakan bahwa Pemerintah dan BUMN wajib membeli produk industri dalam negeri yang belanjanya berasal dari APBN, APBD dan penyertaan modal. Jika PT. Agrinas tetap mengadakan mobil impor dari India maka hal tersebut diduga melanggar ketentuan ini.

c. Stakeholder terkait tidak dilibatkan proses perencanaan import, ini terbukti dengan pernyataan KADIN dan Menteri Perindustrian bahwa Industri Otomotif dalam Negeri mampu memproduksi pik up 4×4 jika ada pesanan sebanyak 105 ribu unit.

d. Pernyataan PT.Agrinas telah memanggil pelaku industri otomotif ternyata dibantah PT.Mitsubishi sebagai produsen Pik Up L300 menyatakan tidak pernah dihubungi untuk hal tersebut. PT.Mitsubishi juga menyatakan sanggup memproduksi pik up 4×4 produk dalam negeri jika ada order besar.

e. PT. Agrinas menyatakan bahwa pik up 4×4 cocok dengan medan pertanian Indonesia itu tidak sesuai fakta lapangan. Selama ini para petani banyak menggunakan pik up 4×2 dan berjalan baik2 saja mobilitas pengangkutan hasil pertanian. Harusnya PT. Agrinas menunjukan daerah mana yang sudah menggunakan pik up 4×4, mungkin kalau pun ada tidak sebanyak 105 ribu titik.

f. PT. Agrinas menyatakan import pik up 4×4 dari India lebih efesien/murah dari dalam negeri, padahal industri otomotif dalam negeri belum memproduksinya. Kalaupun ada itu adalah unit import CBU (complete built up) bukan bikinan dalam negeri.

g. Informasi terbaru bahwa kendaraan pik up 4×4 mahindra scorpio tersebut standar gas emisi masih BS 4 dibawah standart emisi yang sekarang diberlakukan di India yaitu BS6, dengan kata lain bahwa kendaraan jenis ini sudah tidak boleh beredar di India sehingga mungkin saja stoknya banyak karena tidak laku lagi dijual di India. Kami minta informasi ini juga harus ditelusuri lebih lanjut oleh KPK dan BPK, karena berpotensi terjadi ‘permainan’ harga.

Jadi alasan yang disampaikan PT. Agrinas Pangan Nusantara jangan-jangan hanya akal-akalan sebagai ‘jalan’ untuk bisa import pik up 4×4 dari India, dan juga jangan-jangan terjadi praktik manipulatif koruptif.

3. Presiden Prabowo menyatakan bahwa kita harus wujudkan Nasionalisme Ekonomi dan perkuat industri dalam Negeri. Tapi apa yang dilakukan oleh PT. Agrinas ini justru terindikasi menyalahgunakan wewenang yang diberikan bahkan bertolak belakang dan melawan semangat Presiden Prabowo wujudkan nasionalisme ekonomi dan perkuat industri dalam negeri.

KSPN justru mengapresiasi dan mendukung Menteri Perindustrian, Kadin dan Gaikindo yang menurut kami ingin memperkuat dan menumbuhkan industri otomotif dalam negeri untuk perluasan lapangan pekerjaan dan cegah terjadinya PHK, disinilah sebetulnya kepentingan utama kami kenapa mengkritisi import 105 ribu pik up 4×4.

 

Artikulli paraprakLewat Program ZChicken, BAZNAS RI Sukses Berdayakan Mustahik Binaan di Riau
Artikulli tjetërBerburu Takjil Bukan Sekedar Self Reward

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini