NERACAONLINE – Penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi nasional perlu dimulai dari peningkatan kualitas manajemen di tingkat perusahaan dan institusi. Produktivitas, investasi berkualitas, inovasi, serta kepemimpinan yang mampu menjalankan strategi dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong daya saing Indonesia.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus penyelenggaraan Indonesia Management Summit (IMS) 2026 yang mengangkat tema *Micro Excellence, National Resilience*. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, regulator, pemimpin bisnis, investor, akademisi, dan komunitas profesional untuk membahas penguatan manajemen organisasi dalam mendukung ketahanan nasional.
Ketua Program IMS 2026, Dr. Soebowo Musa mengatakan, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas, investasi yang berkualitas, perusahaan yang lebih kompetitif, serta inovasi berkelanjutan.
Menurut dia, diperlukan jembatan antara arah kebijakan nasional dengan pelaksanaan strategi di dunia usaha. Karena itu, IMS 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi, kolaborasi, dan agenda aksi yang konkret. “Ketahanan nasional dibangun melalui keunggulan nyata di tingkat perusahaan, institusi, dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Soebowo menambahkan, peningkatan daya saing Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan satu sektor. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, alokasi modal yang produktif, transformasi digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menciptakan nilai tambah menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.
Selain itu, kepemimpinan yang mengedepankan tata kelola dan keberlanjutan juga diperlukan agar organisasi mampu menghadapi perubahan dan mempertahankan daya saing dalam jangka panjang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, IMS 2026 juga menghadirkan Indonesia Management Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan, keunggulan manajemen, dan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan organisasi.
Menurut Soebowo, penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengakui pencapaian individu maupun organisasi. Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan dapat membangun budaya keunggulan, integritas, inovasi, dan kepemimpinan transformatif di Indonesia.
Praktik manajemen yang unggul, lanjutnya, perlu dikenali dan dijadikan inspirasi bagi organisasi lain untuk terus melakukan transformasi, berinovasi, serta menciptakan nilai berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan IMS 2026 dan Indonesia Management Awards 2026, pihaknya berharap dapat mendorong terbentuknya ekosistem manajemen Indonesia yang lebih unggul, kompetitif, dan inovatif.
Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan gagasan strategis, rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, serta kemitraan lintas sektor guna mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih produktif dan tangguh menuju 2030.






































